Citation

Material Information

Title:
Asia Pacific defense forum
Uniform Title:
Asia Pacific defense forum (English edition)
Alternate title:
APD forum
Alternate title:
Forum
Creator:
United States -- Pacific Command (USPA Comm)
Place of Publication:
Camp H.M. Smith, HI
Publisher:
USPA Comm
Publication Date:
Frequency:
Quarterly
regular
Language:
English

Subjects

Subjects / Keywords:
Military art and science -- Periodicals ( lcsh )
Armed Forces ( fast )
Military art and science ( fast )
Armed Forces -- Periodicals -- United States -- Asia ( lcsh )
Armed Forces -- Periodicals -- United States -- Pacific Area ( lcsh )
Asia ( fast )
Pacific Area ( fast )
United States ( fast )
Genre:
Periodicals. ( fast )
serial ( sobekcm )
federal government publication ( marcgt )
periodical ( marcgt )
Periodicals ( fast )

Notes

Dates or Sequential Designation:
Began with: Volume 1, number 1 (1975)

Record Information

Source Institution:
University of Florida
Holding Location:
University of Florida
Rights Management:
This item is a work of the U.S. federal government and not subject to copyright pursuant to 17 U.S.C. §105.
Resource Identifier:
10269529 ( OCLC )
2013274193 ( LCCN )
2333-1593 ( ISSN )
ocm10269529
Classification:
ISSN RECORD ( lcc )
355 ( ddc )

Related Items

Related Item:
Asia Pacific defense forum (Indonesian edition)
Related Item:
Asia Pacific defense forum (Thai edition)
Related Item:
Asia Pacific defense forum (Chinese edition)
Related Item:
Asia Pacific defense forum (Korean edition)

UFDC Membership

Aggregations:
Digital Military Collection

Full Text

PAGE 1

Membayangkan Medan Tempur Masa Depan Teknologi untuk Mempromosikan Perdamaian dan KeamananVOLUME 43, TERBITAN KE-1, 2018

PAGE 2

22 IPDF10 Memikirkan Kembali Manajemen Krisis Ahli bencana menganjurkan kerangka kerja global baru untuk tanggap bencana. 16 Inovasi Keamanan Peningkatan tata kelola teknologi yang sedang berkembang dibutuhkan untuk mempromosikan perdamaian dan stabilitas.22 Implikasi Besar, Teknologi Kecil Bagaimana satelit kecil merevolusi ruang angkasa.26 Strategi, Kebijakan, dan Praktik Siber Jaringan komputer saat ini mengharuskan pemerintah memelihara rencana pertahanan yang tangguh untuk mengimbangi evolusi ruang siber.32 Memerangi Perdagangan Satwa Liar di Dunia Siber India menangani perdagangan internet terlarang.38 Ketahanan Energi Kerja sama dan tata kelola yang baik merupakan kunci untuk memastikan pembangkitan listrik tenaga nuklir yang aman dan stabilitas regional.46 Pendaki Gunung Militer Mitra Indo-Pasik berbagi fakta dingin tentang operasi di ketinggian tinggi.50 Membangun Jembatan Komandan Armada Pasik A.S. Laksamana Scott H. Swift mendorong inovasi dengan program yang berorientasi pada solusi dari bawah ke atas.DAFTAR ISIVOLUME 43, TERBITAN KE-1tajuk utama

PAGE 3

4 Indo-Asia-Pasik Selayang Pandang 5 Kontributor6 Seluruh Kawasan Berita dari Indo-Asia-Pasik.8 Perkembangan Teroris Filipina, Malaysia, dan Indonesia mempertimbangkan pembentukan satuan tugas gabungan kontraterorisme.54 Pemimpin Utama Letnan Jenderal Datuk Azizan bin Md Delin dari Malaysia bekerja sama dengan mitra dalam segala hal mulai dari memerangi terorisme hingga pelatihan peperangan hutan.58 Suara Menteri pertahanan Indonesia, Jenderal purnawirawan Ryamizard Ryacudu, menemukan cara pandang yang sama mengenai keamanan regional.62 Budaya & Adat Istiadat Vietnam melihat kebangkitan ritual yang dulu terlarang.64 Cakrawala Dunia Berita dari berbagai penjuru dunia.65 Renungan Indonesia berencana membangun tembok laut raksasa untuk mencegah masuknya air laut ke daratan.66 Serba-Serbi Berita-berita yang menarik, tak lazim, dan menghibur.67 Kata Terakhir Marinir Korea Selatan memberi penghormatan pada mereka yang gugur dalam Perang Korea pada upacara di Taman Makam Pahlawan Nasional.DI SAMPUL MAJALAH: Ilustrasi ini memunculkan sosok Prajurit masa depan yang terlibat dalam operasi menekan tombol untuk menanggulangi ancaman musuh dan mengungkapkan kompleksitas medan tempur masa depan. ILUSTRASI FORUMbagian-bagian 62

PAGE 4

4 IPD FORUM HARRY B. HARRIS, JR. Laksamana Angkatan Laut A.S. Komandan, Komando Pasik A.S. Pembaca yang Terhormat,Selamat datang di edisi kuartal pertama Indo-Pacic Defense FORUM pada tahun 2018. Seperti yang besar kemungkinan Anda sadari, judul FORUM telah berubah untuk secara lebih akurat mencerminkan evolusi kawasan ini ke dalam sistem strategis ekonomi yang saling terkait, kesepakatan keamanan, dan organisasi politik di kawasan yang lebih luas. Samudra Hindia dan Pasik saat ini diisi oleh beberapa ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di dunia, dihubungkan oleh salah satu koridor perdagangan tersibuk di dunia. Seperti yang ditunjukkan oleh Strategi Keamanan Nasional A.S. baru-baru ini, India merupakan kekuatan global terkemuka dan mitra strategis dan pertahanan yang kuat. Demikian pula, Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dan Simposium Angkatan Laut Pasik Barat (Western Pacic Naval Symposium WPNS) juga telah memperluas pengaruhnya di luar Asia. FORUM akan terus mendorong peningkatan pengaruh Asia di dunia dengan menyediakan platform bagi personel militer dari kawasan Indo-Pasik untuk membahas nilai-nilai, masalah keamanan, dan peluang bersama. Edisi terbaru ini menekankan arti penting interoperabilitas dan inovasi dalam keamanan di masa depan. Teknologi, kemampuan, dan realitas siber yang berkembang pesat merevolusi pendekatan terhadap pertahanan dan keamanan. Sekutu dan mitra tidak hanya harus terus beradaptasi, tapi saat ini juga lebih banyak menjalin kerja sama daripada sebelumnya terkait cara-cara baru untuk melawan ancaman generasi berikutnya yang semakin kuat. Dengan berkembangnya terobosan dan pergeseran teknologi, maka muncul peningkatan tekanan bagi militer Indo-Pasik agar mampu bekerja bersama-sama di antara matra dan komponen mereka sendiri dan dengan pasukan sekutu dan mitra. Untuk memastikan keamanan dan kemakmuran, negara-negara sekutu dan mitra harus bekerja bersama-sama untuk mengembangkan teknologi dan proses pertahanan guna mengatasi ancaman yang terus berkembang. Manipulasi media sosial baru-baru ini, serta serangan malware dan ransomware, hanya memberikan sedikit gambaran tentang jenis potensi keji aplikasi alat bantu informasi dan kemampuan siber di masa mendatang. Sebuah artikel dalam edisi ini membahas strategi, kebijakan, dan praktik siber untuk mengatasi ancaman tersebut. Namun, masih banyak lagi jenis bahaya yang bisa diakibatkan oleh perubahan teknologi yang ekstensif di masa depan. Negara-negara sekutu dan mitra harus menggunakan pendekatan multilateral kolaboratif untuk melawan musuh di semua ranah mengingat berbagai tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya di medan tempur masa depan. Saya berharap edisi ini mampu menambah wawasan dan menggugah pemikiran Anda, dan saya menantikan komentar Anda. Silakan hubungi staf FORUM di ipdf@ ipdefenseforum.com untuk menyampaikan perspektif Anda. Indo-Pacic Defense FORUM adalah sebuah majalah militer profesional yang diterbitkan triwulanan oleh komandan Komando Pasik A.S. untuk menyediakan forum internasional bagi personel militer di kawasan Indo-Pasik. Pendapat yang dituangkan dalam majalah ini tidak mewakili kebijakan atau sudut pandang komando ini atau lembaga pemerintah A.S. lainnya. Semua artikel ditulis oleh staf FORUM kecuali jika disebutkan lain. Menteri pertahanan A.S. yakin bahwa penerbitan majalah ini perlu adanya bagi upaya pendekatan pada masyarakat sebagaimana yang dikehendaki oleh Departemen Pertahanan A.S.KEPEMIMPINAN USPACOMHARRY B. HARRIS, JR. Laksamana AL A.S. Komandan BRYAN P. FENTON Letnan Jenderal, A.S. Wakil Komandan KEVIN B. SCHNEIDER Marsekal Muda, A.U. A.S. Kepala Staf PATRICK A. PIERCEY Laksamana Muda, AL A.S. Direktur OperasiPENANGGUNG JAWAB PROGRAMNATHAN T. DIVELBESS Letnan Kolonel, A.S. Manajer IAPD FORUM Volume 43, Terbitan ke-1, 2018 IPD FORUMIndo-Pacific Defense FORUM Program Manager, HQ USPACOM Box 64013 Camp H.M. Smith, HI 96861 U.S.A.www.ipdefenseforum.comemail:ipdf@ipdefenseforum.comHUBUNGI KAMIIPD FORUMInteroperabilitas dan InovasiKOMANDO PASIFIK A.S. ISSN 2333-1631 (cetak) ISSN 2333-164X (online)Salam, INDO-PASIFIK SELAYANG PANDANGIPDF

PAGE 5

5 IPD FORUMKOL. (PURN.) DAVID SHANAHAN bekerja sebagai dosen di Daniel K. Inouye Asia Pacic Centre for Security Studies. Minat penelitiannya meliputi pengembangan sektor keamanan, teknologi yang sedang berkembang, dan manajemen keamanan dan kompleksitas. Dia berdinas selama 30 tahun di Angkatan Darat A.S. dalam penugasan komando dan staf, yang mencapai puncaknya sebagai kepala staf Angkatan Darat A.S. di Pasik (USARPAC). Selama masa jabatannya, dia mengawasi evolusi pasca-9/11 dari peran USARPAC dalam memberikan fondasi bagi Satuan Tugas Gabungan Pertahanan Tanah Air Komando Pasik A.S. Pasukan yang ditugaskan oleh USARPAC juga mendukung perang global melawan terorisme. Ditampilkan pada halaman 16ERICA SULLIVAN adalah manajer program untuk Agile Space di Kantor Program Keamanan dan Pertahanan Nasional, Laboratorium Nasional Los Alamos. Dalam peran itu, dia bekerja dengan beberapa pengguna Departemen Pertahanan untuk memanfaatkan teknologi CubeSat di laboratorium itu. Dia juga menangani proyek-proyek lain di berbagai disiplin teknis dalam keamanan global. Pada tahun 2015, proyek CubeSat menerima Achievement Award dari menteri energi. Proyek ini juga memenangkan Los Alamos Distinguished Performance Award. Sullivan mendapatkan gelar sarjana di bidang ekonomi dan biologi dengan predikat summa cum laude dari Loyola Marymount University pada tahun 2000 dan menerima gelar masternya di bidang administrasi bisnis dari San Diego State University pada tahun 2002. Ditampilkan pada halaman 22 KONTRIBUTORIPDF 5 IPD FORUMMenjelajahi hal-hal yang memengaruhi sekian banyak jiwaIndo-Pacic Defense FORUM menawarkan konten online ekstensif, dengan artikel baru yang dipasang setiap hari, di www.ipdefenseforum.comPara pengunjung dapat: Membaca tulisan khusus di dunia maya Menengok kembali terbitan sebelumnya Mengirim umpan balik kepada kami Minta berlangganan Mempelajari cara untuk mengajukan tulisan Indo-Pacic Defense FORUM melayani personel militer dan keamanan di kawasan Indo-AsiaPasik. Majalah triwulanan produk Komando Pasik A.S. ini menyediakan konten berkualitas tinggi dan mendalam mengenai topik-topik yang memengaruhi upaya keamanan di seluruh kawasan mulai dari kontraterorisme hingga kerja sama internasional dan bencana alam.Gabung dengan Bahasan IniKami ingin mendengar dari ANDA!FORUM membangkitkan bahasanbahasan yang mendalam dan mendorong suatu pertukaran gagasangagasan yang sehat. Ajukan tulisan, foto-foto, pokok-pokok bahasan, atau tanggapan-tanggapan lainnya kepada kami lewat dunia maya atau ke: Program Manager Indo-Pacic Defence FORUM HQ USPACOM, Box 64013 Camp. H.M. Smith, HI 96861-4013 USA KOMANDAN TOM OGDEN adalah direktur Strategic Initiatives Group dan asisten khusus komandan Armada Pasik A.S. Dia lulus dari Akademi Angkatan Laut A.S. dan memegang gelar master of arts di bidang studi strategis dari Georgetown University. Di laut, dia berdinas di kapal USS Duluth, USS Paul Hamilton, USS Kidd, USS Mobile Bay, dan yang terakhir sebagai pejabat eksekutif dan kemudian komandan USS Chung-Hoon, yang dikerahkan ke Samudra Pasik Barat. Di darat, dia bertugas di Joint Interagency Task Force South di Key West, Florida, memimpin operasi A.S. dalam melawan narkoteroris di Karibia dan samudra Pasik bagian Timur dan Amerika Tengah dan Selatan. Saat menjalankan tugas sementara di Komandan Armada Ketiga, dia membantu merencanakan dan mengembangkan pusat operasi maritimnya. Ditampilkan pada halaman 50 SAROSH BANA merupakan editor eksekutif Business India di Mumbai, India. Dia membuat banyak tulisan di bidang pertahanan dan keamanan, keamanan siber, ruang angkasa, energi, lingkungan, urusan luar negeri, pangan dan pertanian, perkapalan dan pelabuhan, dan pembangunan perkotaan dan pedesaan. Dia merupakan bendahara/sekretaris di Dewan Asosiasi EWC dan penerima beasiswa penelitian Jefferson di East-West Center (EWC), Hawaii. Ditampilkan pada halaman 32

PAGE 6

6 IPD FORUM Pemimpin bisnis Indo-Pasik sedang membuat rekomendasi untuk melindungi pekerja migran dari perbudakan dunia modern dan untuk memastikan sumber pasokan perusahaan bebas dari pekerjaan tidak etis tersebut, demikian menurut Andrew Goledzinowski, duta besar Australia untuk penyelundupan manusia dan perdagangan orang. Salah satu gagasan adalah membuat situs web regional yang memberikan penilaian pada perekrut tenaga kerja sesuatu yang sudah dilakukan di Vietnam, demikian ungkap Goledzinowski. Gagasan lain adalah menetapkan nomor telepon bersama sebagai hotline regional, seperti yang disediakan oleh perusahaan perlengkapan olahraga Adidas kepada pekerja pabriknya di Tiongkok dan tempat lain. (Foto: Pekerja migran Myanmar menyortir udang di pasar makanan laut di Mahachai, Thailand, pada Juli 2017.) Goledzinowski mengemukakan gagasan tersebut di forum pejabat dan pemimpin bisnis dari 45 negara dan wilayah IndoPasik. Dikenal sebagai Proses Bali, forum ini dimulai pada tahun 2002 dan juga bertujuan untuk memastikan materi perusahaan tidak tercemar oleh pekerjaan yang tidak etis. Para peserta menyepakati pada pertemuan di Perth, Australia, untuk mengajukan rekomendasi kepada pemerintah pada tahun 2018. Kami berharap mereka akan memberikan rekomendasi tentang cara mengelola rekrutmen pekerja migran dan perlindungan pekerja migran dengan lebih baik, katanya. Langkah-langkah tersebut juga bertujuan untuk mengelola transparansi rantai pasokan sehingga bisnis tidak hanya bertanggung jawab atas apa yang terjadi dalam bisnis mereka, tetapi juga dari siapa mereka membelinya. Buruh migran sering kali pada akhirnya berurusan dengan perekrut yang tidak mereka ketahui, ditagih biaya tinggi, dan paspor mereka dirampas saat mereka mencapai tempat tujuan mereka, demikian ungkap Goledzinowski. Dan dengan sangat cepat Anda diperdagangkan, bahkan, Anda berada dalam jeratan utang, ungkapnya, menyatakan harapan agar para pemimpin bisnis menyepakati bahwa pekerja migran seharusnya tidak harus membayar rekrutmen mereka sendiri. Rekomendasi tersebut akan mencakup etika kerja, standar transparansi, dan perlindungan bagi korban dan pengungkap fakta. Ada banyak hal yang bisa dilakukan yang sebenarnya cukup mudah, tapi hanya berjalan jika semua orang melakukannya, kata Goledzinowski. The Associated Press INDO-PASIFIK SOLUSI TEKNOLOGI UNTUK MEMERANGI PERBUDAKAN MODERNREUTERSACROSS THE REGION PEDAGANG MATA UANG KRIPTO DILARANG MENGGUNAKAN REKENING BANK ANONIMKorea Selatan melarang penggunaan rekening bank anonim dalam perdagangan mata uang kripto yang dimulai pada akhir Januari 2018, demikian yang diungkap regulator dalam sebuah langkah antisipasi menyeluruh yang dirancang untuk menghentikan digunakannya koin virtual untuk pencucian uang dan kejahatan lainnya. Langkah tersebut muncul menyusul peningkatan upaya oleh Seoul untuk mengurangi obsesi warga Korea Selatan terhadap mata uang kripto. Semua orang mulai dari ibu rumah tangga hingga mahasiswa dan pekerja kantoran telah bergegas untuk melakukan perdagangan di pasar mata uang kripto meskipun ada peringatan dari pembuat kebijakan global mengenai investasi pada aset yang tidak memiliki pengawasan peraturan yang luas itu. Pembuat kebijakan di seluruh dunia menyerukan peraturan perdagangan mata uang kripto yang lebih ketat dan terkoordinasi. Kepala regulator keuangan Korea Selatan mengatakan pada Januari 2018 bahwa pemerintah mungkin mempertimbangkan untuk menutup tempat penukaran mata uang virtual domestik. Kantor kepresidenan Korea Selatan telah mengklarikasi bahwa larangan langsung untuk melakukan perdagangan di tempat penukaran mata uang virtual hanyalah salah satu langkah yang dipertimbangkan dan bukan tindakan yang telah diputuskan. Pemerintah masih membahas apakah larangan langsung itu dibutuhkan atau tidak, secara internal, ungkap seorang pejabat pemerintah yang enggan disebutkan namanya. Pernyataan pemerintah pada Januari 2018 telah menekankan perbedaan pandangan di antara Kementerian Kehakiman, yang telah mendorong pendekatan yang lebih keras, dan regulator yang telah menunjukkan keengganan untuk menerapkan larangan langsung. Per 30 Januari 2018, pedagang mata uang kripto di Korea Selatan tidak diizinkan untuk melakukan penyetoran ke dalam dompet di tempat penukaran mata uang virtual mereka kecuali jika nama di rekening bank mereka sesuai dengan nama rekening di tempat penukaran mata uang kripto, demikian yang diungkapkan Kim Yong-beom, wakil ketua Komisi Jasa Keuangan, dalam sebuah konferensi pers di Seoul. Semua orang tahu bahwa hal ini akan diberlakukan, karena pemerintah sudah mengatakan bahwa mereka akan memberlakukan sistem nama asli sebelumnya, kata seorang investor bitcoin lokal yang hanya setuju untuk diidentikasi dengan nama keluarganya Ahn. Sebaliknya, saya bisa melihat hal ini sebagai kesempatan untuk masuk, bukan keluar. Saya tidak melihat adanya alasan untuk menarik uang saya. Reuters KOREA SELATAN SELURUH KAWASANIPDF

PAGE 7

7 IPD FORUM SINGAPURAPRESIDEN Wanita PertamaRakyat Singapura mendeklarasikan Halimah Yacob, mantan ketua parlemen, sebagai presiden wanita pertama mereka pada September 2017, setelah Petugas Penyelenggara Pemilu, yang mengawasi pemilihan presiden, mengumumkan bahwa dia adalah satu-satunya kandidat yang memenuhi syarat untuk mengikuti kontes tersebut. Bertujuan untuk memperkuat rasa penyertaan di negara-kota multikultural itu, Singapura telah menetapkan kepresidenan, sebuah jabatan seremonial, kali ini akan dialokasikan untuk kandidat dari komunitas Melayu minoritas. Meskipun ini adalah pemilu yang dialokasikan untuk komunitas Melayu, saya bukan presiden untuk komunitas Melayu semata, kata Halimah dalam sebuah pidato di kantor departemen pemilihan umum. Saya adalah presiden untuk semua orang. Pengalaman Halimah sebagai ketua DPR secara otomatis membuatnya memenuhi syarat berdasarkan peraturan pencalonan. Etnis Melayu terakhir yang menduduki kursi kepresidenan adalah Yusof Ishak, yang fotonya menghiasi uang kertas negara tersebut. Yusof adalah presiden antara tahun 1965 hingga 1970, tahun-tahun pertama kemerdekaan Singapura menyusul persekutuan yang berumur pendek dengan negara tetangga Malaysia, namun kekuasaan eksekutif terletak di tangan Lee Kuan Yew, perdana menteri pertama negara tersebut. Pemisahan Singapura dari Malaysia membuat etnis Melayu menjadi etnis mayoritas di Malaysia, sementara itu etnis Tionghoa menjadi mayoritas di negara merdeka Singapura. Reuters THE ASSOCIATED PRESS Awal baru pasar tuaPasar ikan Tsukiji yang terkenal di Tokyo pasar ikan terbesar di dunia akan dipindahkan ke lokasi baru, demikian yang dikonrmasi pejabat tinggi kota itu pada Juni 2017, setelah penundaan selama berbulan-bulan oleh karena kekhawatiran akan kontaminasi racun di lokasi baru. Gubernur Tokyo Yuriko Koike menambahkan elemen baru pada rencana relokasi yang sudah lama dibuat itu, mengatakan bahwa lokasi saat ini pada akhirnya akan dibangun kembali untuk memanfaatkan merek Tsukiji yang dikenal secara global. Lokasi saat ini, tempat wisata populer yang menjadi lokasi penyelenggaraan pelelangan ikan tuna dini hari, diperuntukkan bagi Olimpiade Tokyo 2020. Setelah itu, kami akan mengubahnya menjadi pasar baru dengan taman hiburan makanan, kata Koike kepada jurnalis, menambahkan bahwa pembangunan kembali itu akan terjadi dalam lima tahun. Saya rasa paling bijaksana menggunakan Toyosu dan Tsukiji, katanya, mengacu pada lokasi baru itu. Pemerintah pada awalnya berencana untuk menjual semua atau sebagian lokasi saat ini di dekat daerah perbelanjaan kelas atas Ginza. Koike, mantan pembawa acara TV yang terpilih pada tahun 2016 sebagai gubernur wanita pertama Tokyo, tidak mengatakan kapan pasar utama itu akan pindah ke Toyosu, bekas pabrik gas. Kami harus mendiskusikan jadwal rincinya dengan orang-orang yang terlibat, katanya. Surat kabar terlaris Yomiuri melaporkan bahwa gubernur sedang mempertimbangkan kemungkinan untuk membuka lokasi baru tersebut pada Mei 2018. Rencana untuk membedol pasar berusia lebih dari 80 tahun itu telah berjalan selama bertahuntahun. Pendukung rencana itu menyatakan dibutuhkannya pemutakhiran teknologi ketika mereka mengacu pada sistem pendinginan kuno Tsukiji.Agence France-Presse JEPANG THE ASSOCIATED PRESSbagi 7 IPD FORUM

PAGE 8

8 IPD FORUM Filipina, Malaysia, dan Indonesia BERUPAYA MEMBENTUK SATUAN TUGAS GABUNGAN KONTRATERORISMEREUTERSPresiden Filipina Rodrigo Duterte akan membahas dengan Indonesia dan Malaysia kemungkinan untuk menciptakan sebuah satuan tugas untuk memerangi militansi yang terinspirasi oleh Negara Islam, demikian ungkapnya pada awal September 2017. Duterte menyatakan kesediaannya untuk membuka perbatasan bagi pasukan keamanan Indonesia dan Malaysia yang memburu pejuang Islam. Dia berencana bertemu dengan Presiden Indonesia Joko Widodo dan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengenai masalah ini. Kami telah sepakat bahwa kami akan berbicara, kami bertiga. Kami hanya menunggu waktu yang tepat, ungkapnya kepada jurnalis. Ketika ditanya apa yang bisa dibicarakan, dia berkata: Kemungkinan besar, satuan tugas ... gabungan. Dan saya akan membuka perbatasan saya untuk pihak berwenang Malaysia dan pihak berwenang Indonesia. Mereka akan diberi akses. Negara-negara Asia Tenggara telah sepakat untuk menggunakan pesawat mata-mata dan pesawat tak berawak untuk menghentikan pergerakan militan melintasi perbatasan mereka, seiring meningkatnya kekhawatiran atas berkembangnya pengaruh Negara Islam di kawasan itu. Pada Juni 2017, para menteri luar negeri dan pejabat pertahanan dari ketiga negara yang bertetangga itu sepakat untuk mengumpulkan intelijen, melacak komunikasi, dan menindak tegas aliran senjata, pejuang, dan uang. Menteri Luar Negeri Malaysia Anifah Aman mengatakan pada Juni 2017 bahwa ekstremisme memerlukan tanggapan segera dan keterlibatan konstan di antara ketiga negara yang harus menjadi unit kohesif. Ini berarti lembaga penegakan hukum kami harus terus-menerus terlibat satu sama lain, tidak hanya dalam berbagi intelijen namun tindakan aktif dan inovatif baru, ungkapnya dalam Pertemuan Keamanan Trilateral di kota satelit Pasay di sebelah tenggara Manila, Filipina. Indonesia, Malaysia, dan Filipina juga telah meluncurkan patroli bersama untuk mengendalikan pergerakan militan di kawasan kepulauan mereka. Pada November 2016, Filipina setuju untuk mengizinkan Malaysia dan Indonesia melakukan pengejaran darurat di perairan teritorialnya untuk mengatasi penculikan dan pembajakan oleh pemberontak Muslim Kelompok Abu Sayyaf. Duterte mengindikasikan pada September 2017 bahwa pertemuan dengan Joko Widodo dan Najib Razak dapat dilakukan setelah pengepungan kota Marawi di Filipina selatan yang melibatkan militan yang setia kepada Negara Islam telah diselesaikan. Pada Oktober 2017 Angkatan Bersenjata Filipina membebaskan kota Marawi, mengumumkan berakhirnya perang kota yang sengit selama lima bulan yang merupakan krisis keamanan terbesar di Filipina selama beberapa tahun terakhir ini. Pada saat itu, jumlah korban tewas melebihi 1.100 orang, termasuk 920 militan dan pemimpin mereka, Isnilon Hapilon, yang dikonrmasi melalui analisis DNA. Menteri Pertahanan Deln Lorenzana mengatakan pada akhir Oktober bahwa militer menghentikan operasi tempur setelah tentara meraih kemenangan dalam baku tembak terakhir melawan kelompok bersenjata yang mempertahankan posisi mereka di dalam beberapa bangunan di jantung kota Marawi. Tidak ada lagi militan di Marawi, ungkapnya kepada jurnalis di sela-sela pertemuan menteri pertahanan regional. Juru bicara militer Mayjen. Restituto Padilla memastikan masih ada baku tembak di kota itu, namun tidak ada lagi teroris di Marawi. Dia tidak menjelaskan secara terperinci. Menteri pertahanan Lorenzana kemudian mengatakan bahwa militer telah menghancurkan upaya paling serius untuk mengekspor ekstremisme dan radikalisme kekerasan di Filipina dan di kawasan tersebut. Kami telah berkontribusi untuk mencegah penyebarannya di Asia dan memberikan peran kami untuk menjaga perdamaian, stabilitas, dan keamanan global, tambahnya. PERKEMBANGAN TERORISIPDF

PAGE 9

9 IPD FORUM Pelaut Indonesia berpartisipasi dalam peluncuran patroli terkoordinasi pada Juni 2017 di antara Malaysia, Indonesia, dan Filipina di laut Tarakan di lepas pantai Indonesia untuk mengendalikan pergerakan militan melintasi kawasan kepulauan mereka. REUTERS KIRI JAUH: Kepala Kepolisian Nasional Indonesia Tito Karnavian, dari kiri, Kepala Kepolisian Nasional Filipina Ronald Dela Rosa, dan Inspektur Jenderal Kepolisian Kerajaan Malaysia Khalid Abu Bakar saling bergandengan tangan sebelum Pertemuan Keamanan Trilateral di kota Pasay, sebelah tenggara Manila, Filipina, pada Juni 2017. THE ASSOCIATED PRESSMenteri Pertahanan Filipina Deln Lorenzana, tengah, memeriksa senjata api berkekuatan tinggi yang disita dari salah satu dari berbagai tempat persembunyian militan Islam selama kunjungannya di sebuah kamp militer di kota Marawi. REUTERS

PAGE 10

10 IPD FORUM

PAGE 11

11 IPD FORUM manajemenAHLI BENCANA MENGANJURKAN KERANGKA KERJA GLOBAL BARU UNTUK TANGGAP BENCANASTAF FORUMPlanet Bumi menghadapi banyak peristiwa bencana yang mengancam lingkungan, kesejahteraan ekonomi, dan stabilitas politik. Perubahan iklim dapat memaksa sebanyak 200 juta orang meninggalkan rumah mereka dan menjadi pengungsi pada tahun 2050, dan meningkatnya ketidakadilan keuangan menimbulkan keresahan sosial: Kekayaan gabungan delapan orang terkaya di dunia lebih banyak daripada kekayaan separuh penduduk termiskin di dunia. Jika data seperti yang disampaikan oleh International Bar Association dan Oxfam belum menjelaskan tantangan yang mungkin terjadi, maka tambahkan tantangan itu dengan kebangkitan pengembangan kekuatan senjata nuklir, akumulasi sistem persenjataan canggih oleh semakin banyak negara, dan pandemi yang belum pernah terjadi sebelumnya yang memiliki frekuensi lebih besar. Risiko global ini terus berkembang, namun para ahli manajemen krisis mengatakan bahwa banyak institusi dan strategi yang digunakan untuk mengatasi tantangan ini masih stagnan. Apakah organisasi seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Bank Dunia bersama dengan pemerintah dan militer telah memperbarui keahlian dan 11 IPD FORUMMEMIKIRKAN KEMBALI KRISIS

PAGE 12

12 IPD FORUM sumber daya untuk memenuhi tantangan zaman modern? Adakah organisasi atau institusi berbeda yang lebih cocok untuk keterampilan pemecahan masalah yang dibutuhkan saat ini? Anggota komunitas manajemen krisis mengatakan bahwa pertanyaan semacam itu patut mendapat perhatian lebih besar. Masalahnya saat ini adalah bahwa tantangan yang kita hadapi bersifat global ... dan bahwa kita benarbenar kehabisan sistem untuk mengendalikannya, ungkap Mats Andersson, wakil ketua Global Challenges Foundation, yang berbasis di Swedia, pada Februari 2017. Dia berada di Brookings Institution di Washington, D.C., tempat dia bergabung dalam diskusi panel mengenai pengelolaan risiko global. Kita harus menemukan cara baru. Saat ini kita berusaha memperbaiki masalah saat ini dengan kotak perkakas dari kemarin. Kita harus mencari kotak perkakas baru yang benar-benar bisa bekerja untuk mengurangi risiko yang kita miliki. Didirikan pada tahun 2012, Global Challenges Foundation bertujuan untuk mendorong pemahaman yang lebih dalam tentang risiko global yang paling mendesak bagi kemanusiaan, demikian menurut misinya. Yayasan ini juga berusaha mempercepat caracara baru untuk mengatasi risiko. Untuk itu, yayasan itu meluncurkan kompetisi untuk menemukan model kerja sama global baru yang mampu menangani risiko global. Kompetisi itu telah menghasilkan lebih dari 4.000 model dari para peserta di 150 negara. Pemenang akan menerima hadiah sebesar 68,8 miliar rupiah (5 juta dolar A.S.) bagi gagasan terbaik untuk membayangkan kembali tata kelola global untuk abad ke-21. Kita bisa semakin dikatakan hidup dalam komunitas global. Ini berarti bahwa penghuni setiap negara, melalui perilaku dan keputusan mereka, dapat memiliki dampak besar pada kepentingan penting penghuni semua negara lain, tulis Laszlo Szombatfalvy, pendiri Global Challenges Foundation, dalam sebuah surat untuk peserta kompetisi. Sistem internasional kita saat ini termasuk namun tidak terbatas pada Perserikatan Bangsa-Bangsa didirikan di era lain, menyusul Perang Dunia Kedua. Sistem ini sudah tidak cocok untuk tujuan menghadapi risiko abad ke-21 yang dapat memengaruhi orang-orang di mana pun di dunia ini. Szombatfalvy mengatakan bahwa para manajer krisis sangat membutuhkan pemikiran segar untuk mengatasi skala dan kegawatan tantangan global saat ini, yang telah melampaui kemampuan sistem saat ini untuk menanganinya. PERSPEKTIF SEGAR, KERJA SAMA BERKELANJUTAN Kemal Dervis, wakil presiden dan direktur program Ekonomi dan Pembangunan Global di Brookings, setuju dengan anggapan bahwa pemerintah, lembaga warisan, dan militer harus segera melihat apakah strategi mereka untuk mengatasi tantangan telah berevolusi bersama dengan tantangan itu sendiri. Prajurit dari Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) Tiongkok dan Angkatan Darat A.S. di Pasik membawa korban luka dari sebuah perahu pada latihan Pertukaran Manajemen Bencana A.S.-Tiongkok di sebuah pangkalan di Kunming, provinsi Yunnan, Tiongkok barat daya, pada November 2016.THE ASSOCIATED PRESS

PAGE 13

13 IPD FORUMKotak perkakas yang sebagian besar kita miliki saat ini sebagian besar berasal dari malapetaka Perang Dunia II, kata Dervis. Dia mempromosikan gagasan bahwa pemerintah seharusnya membuat otoritas pengambilan keputusan selama tanggap bencana atau krisis sedekat mungkin dengan tingkat lokal. Dia mengatakan bahwa hal itu tidak memerlukan pergeseran drastis dalam beberapa lapisan tata kelola. Melainkan, menciptakan tingkat tambahan yang memberi warga dan penduduk lokal pengawasan yang lebih besar untuk menangani secara langsung, dan lebih cepat, bencana yang memengaruhi lingkungan mereka. Dervis juga menyukai komunitas militer dan keamanan yang beroperasi secara terpisah dari urusan ekonomi, sosial, dan lingkungan untuk manajemen krisis. Komunitas militer dan keamanan yang terpisah dapat meningkatkan otonomi militer untuk menerapkan strategi pencegahan krisis. Akan tetapi pemisahan untuk tujuan pengambilan keputusan tidak meniadakan integrasi di antara setiap komponen tanggap bencana. Kerja sama harus selalu ada dan, bahkan, semakin diperluas di antara aliansi sipil-militer. Negara-negara yang rentan telah mulai mengintegrasikan kebijakan dan praktik manajemen risiko bencana ke dalam kerangka kerja tata kelola sipil mereka secara keseluruhan untuk meningkatkan kesatuan upaya di tingkat lokal, nasional, dan internasional, demikian menurut laporan Kemajuan dalam Koordinasi Sipil Militer dalam Bencana tahun 2015 oleh Pusat Keunggulan Manajemen Bencana dan Bantuan Kemanusiaan (Center for Excellence in Disaster Management and Humanitarian Assistance CFE-DM) Departemen Pertahanan A.S. Laporan CFE-DM memetik pelajaran dari Topan Super Haiyan, yang juga dikenal sebagai Yolanda, yang menghantam Kepulauan Caroline, Filipina, Tiongkok Selatan, dan Vietnam pada November 2013. Di Filipina, badai itu membawa angin kencang dan hujan deras yang mengakibatkan banjir, tanah longsor, dan kerusakan yang meluas. Dari bencana itu, CFE-DM mengidentikasi tiga praktik terbaik: Membuat sistem peringatan menyeluruh yang dipahami secara umum yang mempersiapkan sebuah negara untuk menghadapi krisis. Menetapkan komitmen bilateral yang dilaksanakan para penanggap secara multilateral di lapangan melalui pusat koordinasi multinasional dan mempromosikan penggunaan sipil terhadap aset pertahanan luar negeri secara optimal. Mempertahankan koordinasi yang erat dengan pemerintah, militer, dan sektor swasta sehingga para penanggap sipil berhasil melipatgandakan lonjakan kemampuan suatu negara untuk memenuhi kebutuhan penyelamatan nyawa masyarakat yang terkena dampak bencana. PENTINGNYA MODAL MANUSIA Terus menekankan pada orang-orang yang terlibat dalam proses ini, dan bukannya organisasi, merupakan bagian penting dari pergeseran paradigma bagi Maria Ivanova, guru besar madya di bidang tata kelola global di John W. McCormack Graduate School of Policy and Global Studies di University of Massachusetts Boston, tempat dia menjadi salah satu direktur Pusat Tata Kelola dan Keberlanjutan. Dia memandang sistem manajemen krisis sebagai terfragmentasi. Pemerintah dan organisasi harus mengevaluasi apakah mereka memiliki prosedur yang menerapkan banyak aktor, atau multiplisitas dalam tindakan mereka, demikian ungkapnya. Itu mengharuskan kita untuk benar-benar melihat ke dalam institusi ini, untuk melihat berbagai tingkat tata kelola, melihat bagaimana fungsinya, dan mengingat apa sasarannya, kata Ivanova dalam diskusi panel mengenai manajemen krisis di Brookings Institution. Di mana kita ingin mendapatkannya? Dan akhirnya, saya pikir kita akan memiliki institusi yang berfungsi dan pemerintah yang berfungsi saat kita memiliki orang yang tepat di tempat yang tepat. Tidak cukup hanya menyewa seorang ahli. Individu tersebut harus memiliki arahan yang jelas mengenai peran mereka di dalam institusi atau pemerintah. Apa artinya membuat institusi itu benar-benar berfungsi? Individu macam apa yang Anda butuhkan di LAPORAN RISIKO GLOBAL FORUM EKONOMI DUNIA TAHUN 2017 menguraikan tantangan utama yang dihadapi dunia saat ini.5 RISIKO GLOBAL UTAMA SEHUBUNGAN DENGAN KEMUNGKINAN TERJADINYA1. Peristiwa cuaca ekstrem 2. Migrasi paksa berskala besar 3. Bencana alam besar 4. Serangan teroris berskala besar 5. Insiden penipuan/pencurian data yang besar5 RISIKO GLOBAL UTAMA SEHUBUNGAN DENGAN DAMPAK1. Senjata pemusnah massal 2. Peristiwa cuaca ekstrem 3. Krisis air 4. Bencana alam besar 5. Kegagalan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim

PAGE 14

14 IPD FORUM sana dan pada berbagai tingkat tata kelola ini? Dan saya akan mengatakan bahwa mereka harus berkomitmen, mereka harus mampu, dan mereka harus terinspirasi, kata Ivanova. Dia mengakui bahwa menginspirasi orang-orang untuk berbicara tentang risiko bencana global dapat terbukti sulit. Namun, kita telah melihat hal itu terjadi dengan debat iklim, bahwa hal itu berubah dari narasi pengorbanan menjadi narasi kesempatan, kata Ivanova. Dan saat itulah Perjanjian Paris muncul, ketika orangorang bisa melihat bahwa Saya bisa menjadi bagian dari ekonomi yang berbeda. Saya bisa berkontribusi pada hasil yang berbeda di dunia. Dan saat itulah orang-orang menjadi terlibat dan individu menjadi elemen aktif dan produktif dalam institusi. MENERAPKAN VISI UNTUK PERUBAHAN Dengan tidak adanya krisis, perubahan cenderung terjadi secara kecil-kecilan, ungkap Stewart M. Patrick, peneliti senior dan direktur program Lembaga Internasional dan Tata Kelola Global di Dewan Hubungan Luar Negeri, dalam diskusi Brookings. Anggap saja itu sebagai seleksi alam dan bukannya keseimbangan yang jebol di bidang evolusioner. Tahu kan, ironinya adalah bahwa institusi benar-benar buruk dalam memprediksi, mengantisipasi, dan mempersiapkan diri mereka untuk menghadapi risiko bencana, namun apa yang terjadi, ironisnya, adalah bahwa malapetaka sebenarnya adalah satu-satunya hal yang benar-benar menciptakan beberapa institusi. Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) telah bekerja keras untuk tidak masuk dalam kategori tersebut melalui penciptaan Visi ASEAN 2025 mengenai Manajemen Bencana. ASEAN mengidentikasi bidang utama untuk membuat Kesepakatan ASEAN mengenai Manajemen Bencana dan Tanggap Darurat (AADMER), pendekatan yang berpusat pada masyarakat, berorientasi pada masyarakat, berkelanjutan secara nansial, dan terkoneksi pada tahun 2025. Meskipun ASEAN telah berkembang dalam hal kerja sama dan kolaborasi, terbukti bahwa mekanisme untuk Tim penyelamat Indonesia menemukan tubuh seorang wanita setelah longsoran lumpur menghancurkan rumahrumah menyusul hujan deras di kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, pada April 2017. AFP/GETTY IMAGES

PAGE 15

15 IPD FORUM menanggapi tantangan baru ini perlu dikembangkan lebih lanjut, demikian menurut Visi 2025. Laporan Sintesis KTT Kemanusiaan Dunia telah menggarisbawahi lima bidang tindakan utama bagi tindakan kemanusiaan di masa depan yang telah diadopsi ASEAN sebagai bagian dari Visi 2025: martabat, keselamatan, ketahanan, kemitraan, dan keuangan. Berikut ini menjelaskan bagaimana laporan tersebut diuraikan di setiap poin: Martabat ASEAN akan harus mengembangkan secara lebih lanjut dan menerapkan pendekatan yang berpusat pada masyarakatnya sebagai prioritas utama. Dengan pendekatan ini di pusat prakarsa kemanusiaan akan menjamin kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, anak perempuan, generasi muda, dan anak-anak sehingga mereka dapat bertindak sebagai agen atas respons mereka sendiri. Keselamatan ASEAN dan implementasi AADMER di masa depan harus memastikan bahwa ada mekanisme untuk memungkinkan perlindungan dan bantuan untuk semua orang, terutama mereka yang paling rentan. Perlindungan seharusnya menjadi prioritas bagi semua penanggap ASEAN setiap saat selama peristiwa kemanusiaan karena mereka bertindak sebagai pendukung perdamaian dan hukum internasional. Ketahanan Memperkuat ketahanan mengharuskan ASEAN untuk mengalihkan fokus mereka dari mengelola krisis menjadi mengelola risiko sehingga konstituen mereka akan dipersiapkan dengan lebih baik mengenai apa yang ada di depan mereka. Dengan demikian, mencapai ketahanan di dalam ASEAN memerlukan pengembangan kemampuan negara-negara anggota dan di dalam diri mereka di masyarakat untuk mengurangi keterpaparan dan kerentanan. Kemitraan Melalui kemitraan, program kerja AADMER di masa depan harus secara aktif melibatkan sektor pekerjaan lain, seperti, namun tidak terbatas pada: sektor swasta dan publik untuk memanfaatkan kemampuan mereka. Dalam menangani kebutuhan aspek kemanusiaan di masa depan, upaya kolaborasi dari semua pihak diperlukan untuk memberikan respons yang paling komprehensif dan holistis terhadap pihak-pihak yang terkena dampak. Keuangan ASEAN, melalui AADMER, seharusnya mencari sumber pendanaan alternatif dan tidak hanya mengandalkan sumbangan dari negara anggota. Perolehan sumber pendanaan baru di tingkat lokal, regional, nasional, dan internasional akan menjadi kunci untuk menyediakan dukungan yang memadai bagi penduduk yang terkena bencana. JANGAN PERNAH MEREMEHKAN RISIKONYA Szombatfalvy, pendiri Global Challenges Foundation, mengingatkan tim manajemen krisis bahwa tantangan utama saling terkait dan saling memengaruhi secara positif atau negatif. Tantangan krisis besar mewakili ancaman terbesar bagi umat manusia saat ini dan harus berada di puncak agenda politik internasional, kata Szombatfalvy. Menurut pandangan saya, para pemimpin politik dan bisnis, yang dipengaruhi oleh masalah jangka pendek dan kepentingan diri sendiri, sangat meremehkan risiko ini. Risiko ini menuntut tindakan kolektif global yang mendesak untuk melindungi generasi masa depan. Ancaman terbesar yang dihadapi saat ini melampaui batas-batas nasional, demikian ungkap Szombatfalvy. Oleh karena itu, risiko ini perlu ditangani bersama oleh semua negara berdasarkan peningkatan kesadaran atas ketergantungan timbal balik kita.

PAGE 16

16 IPD FORUM

PAGE 17

17 IPD FORUMKOL. (PURN.) DAVID SHANAHAN DANIEL K. INOUYE ASIA-PACIFIC CENTER FOR SECURITY STUDIESanyak pakar teknologi memprediksi dekade mendatang akan menawarkan serangkaian kemajuan yang dimungkinkan oleh teknologi. Menurunnya hambatan bagi cara-cara baru dan inovatif dalam menggunakan teknologi lama telah menawarkan kesempatan pengimbang asimetris yang belum pernah ada sebelumnya bagi mitra regional, pesaing, dan aktor non-negara untuk memungkinkan pencapaian sasaran keamanan dan pembangunan dan memungkinkan beberapa aktor menyalahgunakannya untuk tujuan jahat. Banyak mekanisme dan proses tata kelola nasional dan multinasional, yang dirancang pada era ketika tata kelola teknologi dapat dipertimbangkan secara terpisah di dalam area teknologi tertentu, tidak dapat mengatasi kecepatan dan sifat pasokan silang dari lingkungan teknologi saat ini. Mekanisme dan proses harus berevolusi untuk semakin mengoordinasikan dan mengolaborasikan bidang-bidang yang berbeda untuk memungkinkan peluang dan untuk menentukan dan merespons ancaman yang pastinya akan ditimbulkan lingkungan teknologi yang sedang berkembang. Kemajuan yang tak terhitung jumlahnya dapat terlihat di bidang-bidang seperti informasi, kecerdasan buatan (articial intelligence AI), energi, manufaktur INOVASIKEAMANANPeningkatan tata kelola teknologi yang sedang berkembang dibutuhkan untuk mempromosikan perdamaian dan stabilitas B bahan, bioteknologi, dan kesehatan manusia mutakhir, seperti yang dirinci peramal masa depan dalam laporan seperti Paradox of Progress (Paradoks Kemajuan) yang diterbitkan oleh Kantor Direktur Intelijen Nasional di Amerika Serikat. Teknologi akan semakin menyatu dan perbedaan semakin kabur di antara alam sik, digital, dan biologi, demikian yang digambarkan Klaus Schwab dari Forum Ekonomi Dunia dalam bukunya The Fourth Industrial Revolution. Daya pikat dunia yang dijanjikan oleh kemajuan ini secara luas digambarkan oleh para teknolog wiraswasta seperti rekan pendiri Singularity University Peter Diamandis, yang telah mensponsori SpaceX, Tesla milik Elon Musk, dan XPrize dan turut menulis buku Abundance: The Future Is Better Than You Think. Dunia yang mereka gambarkan adalah utopia yang penuh harapan ketika kemampuan yang diberdayakan oleh teknologi untuk memenuhi kebutuhan manusia akan dapat mengatasi berbagai masalah dan tantangan. Tantangan dari perspektif yang menjanjikan ini adalah bahwa, bagi organisasi dan orang-orang yang bertanggung jawab untuk memastikan keamanan nasional dan regional, perspektif ini menawarkan sedikit kenyamanan atau wawasan untuk terlibat dengan isu dan masalah potensial yang tercipta atau diperburuk oleh kemajuan tersebut.

PAGE 18

18 IPD FORUMTANTANGAN DISRUPSITeknologi, dari baji hingga ponsel cerdas, telah mendorong dan mengacaukan kesinambungan sejarah manusia. Hal baru yang muncul saat ini adalah laju yang cepat dari titik awal hingga dampak meluas yang menandai banyak elemen revolusi teknologi saat ini. Pertumbuhan eksponensial daya komputasi per unit biaya, seperti yang diungkapkan oleh hukum Moore 52 tahun lalu, telah menjadi percepatan utama dari laju inovasi. Ketika pertumbuhan eksponensial masa lalu tampak lebih horizontal pada kurva pertumbuhan itu, masa depan terlihat semakin vertikal. Kesempatan untuk melakukan intervensi kebijakan dan tata kelola yang efektif adalah sebelum teknologi mencapai lepas landas pada kurva itu. Mengantisipasi kapan, di mana, dan bagaimana teknologi akan mengubah dinamika ekonomi, struktur sosial, dan keamanan merupakan tugas berat sesuai dengan sifat kompleks dari sistem dasar yang dipengaruhi teknologi. Kompleksitas yang melekat ini menghalangi upaya-upaya untuk mengendalikan teknologi pada tujuan yang telah ditetapkan, menunjukkan bahwa hal terbaik yang dapat diharapkan oleh dunia adalah untuk memperkuat serangkaian aturan yang diterima yang menandai batasan-batasan dan bagaimana para pemain diwajibkan untuk berinteraksi. Proses tata kelola yang memungkinkan pembentukan parameter itu berada di bawah tekanan dan dalam banyak kasus, tidak memadai untuk menghadapi tuntutan yang akan diberlakukan oleh kemajuan teknologi yang sedang berkembang. Perkembangan dan pengerahan teknologi meningkat seiring peralatan, teknik, dan prosedur berkembang biak secara luas dan bergabung untuk mencapai penemuan baru. Banyak ramalan yang sangat dinanti seperti energi fusi nuklir yang umum dipakai, senjata sinar, atau mesin terbang pribadi belum terwujud, meskipun sudah lama dijanjikan sebelumnya. Beberapa pihak mencemooh gagasan efek laju eksponensial teknologi oleh karena kekecewaan ini. Meskipun demikian, bidang lainnya secara tidak dapat dibantah telah menunjukkan kemajuan yang jauh lebih berdampak yang telah melampaui apa yang diprediksi pada awalnya oleh para ahli yang paling optimis. Contoh bidang yang berkembang pesat ini adalah tren seperti kemajuan eksponensial di bidang bioteknologi, teknologi komunikasi informasi (TIK), dan AI. Secara bersamaan, teknologi semacam itu terus menjanjikan untuk mengubah masa depan secara disruptif dalam waktu dekat ini dan memberikan tantangan eksistensial terhadap peran dan tujuan umat manusia dalam jangka waktu yang lebih panjang. Teknologi manipulasi gen (CRISPR) yang mengalami kemajuan dramatis memberikan contoh potensi kekuatan disruptif dari konvergensi teknologi yang sedang berkembang ini. Selama lima tahun terakhir dengan bantuan kemajuan dalam kekuatan komputasi dan genomik, teknologi ini telah membuka pintu bagi terobosan mengejutkan dalam kemampuan bagi manusia untuk merancang dan mengelola elemen fundamental kehidupan. Genomik berkaitan dengan studi tentang kumpulan materi genetik lengkap dalam suatu organisme dan bagaimana struktur, fungsi, dan perkembangannya. Potensi untuk menggunakan modikasi yang disediakan oleh teknologi pada garis benih manusia untuk pencegahan penyakit menghasilkan lereng licin dengan batasan yang tidak jelas dan bahkan tidak dapat ditegakkan. Misalnya, peretasan biologi (biohacking), atau pemanfaatan materi genetik secara eksperimental selagi mengabaikan standar etika dan bahkan hukum yang ada, telah terjadi di seluruh dunia, terutama di Barat. Akan tetapi akhir-akhir ini antusiasme terhadap peretasan biologi berkembang secara signikan di IndoPasik, dikatalisasi oleh organisasi seperti Biochin.Asia yang berbasis di Singapura dan Biohacking Asia yang berbasis di Hong Kong. Sungguh mengkhawatirkan bahwa penurunan terus-menerus pada hambatan masuk untuk teknologi penggunaan ganda di bidang teknologi genetika memungkinkan peretas biologi amatir yang tidak diregulasi atau dipantau untuk tidak hanya Saat ini, berkat internet dan media sosial, manipulasi persepsi kita mengenai dunia ini sedang berlangsung pada skala waktu, ruang, dan intensionalitas yang tak terbayangkan sebelumnya. RAND WALTZMAN, RAND CORPORATION

PAGE 19

19 IPD FORUMmemanipulasi tetapi juga menciptakan bentuk kehidupan yang menguntungkan dan berpotensi mematikan. Sedikit imajinasi diperlukan untuk memprediksi dampak buruk penggunaannya oleh aktor jahat.KONVERGENSI KEBIJAKANContoh lain dari teknologi disruptif yang menyatu untuk menghasilkan dampak sangat besar adalah dalam TIK dan AI, yang bersama-sama merupakan pendorong penting yang akan memengaruhi hampir setiap industri. Algoritma AI yang semakin mumpuni ditambah dengan data besar (big data) memberikan janji untuk memindahkan dunia dari analisis yang menggambarkan atau memprediksi perilaku sistem masa depan ke analisis yang dapat meresepkannya. Kemampuan ini akan siap digunakan dengan cara-cara yang baik dan jahat. Misalnya, Richard Thaler dan Cass Sunstein dalam buku mereka Nudge: Improving Decisions about Health, Wealth and Happiness yang ditulis pada tahun 2008, menggambarkan bagaimana pemerintah dapat mengarahkan warga menuju tindakan semacam itu sebagai perilaku yang lebih sehat atau lebih ramah lingkungan melalui dorongan atau mempromosikan perilaku yang lebih disukai dengan menciptakan arsitektur pilihan berdasarkan wawasan tentang bias dan kebiasaan alih-alih menerapkan peraturan atau hukuman untuk perilaku yang tidak diinginkan. Akan tetapi beberapa mungkin menafsirkan dorongan semacam itu sebagai bentuk paternalisme kontemporer. Pemerintah yang peduli dapat memastikan bahwa warganya melakukan hal-hal yang dianggapnya tepat untuk kepentingan masyarakat dan nasional. Sudah adanya sistem perdagangan dan sosial baru yang menggunakan data besar (big data) dan AI memperkuat keinginan yang sudah ada sebelumnya daripada membangkitkan minat pengguna untuk menemukan gagasan baru. Mereka menyalurkan pengguna ke dalam silo yang semakin disesuaikan tempat mereka sudah merasa nyaman, lingkungan yang berpikiran serupa dalam banyak kasus. Hal ini meresahkan. Akan tetapi apa yang terjadi jika pertemuan AI dan TIK memungkinkan aktor buruk dan/atau tersembunyi untuk mendorong warga untuk hanya menerima umpan informasi tertentu, untuk membantah informasi yang benar, atau memberikan kredibilitas terhadap informasi palsu? Ini menakutkan, dan hal ini terlihat dalam urusan nasional, regional, dan dunia setiap harinya. Saat ini, berkat internet dan media sosial, manipulasi persepsi kita mengenai dunia ini sedang berlangsung pada skala waktu, ruang, dan intensionalitas yang tak terbayangkan sebelumnya, ungkap Rand Waltzman dari Rand Corp. dalam kesaksian di Senat A.S. pada 27 April 2017, berjudul The Weaponization of Information. Kita telah memasuki era penyampaian pesan, narasi, dan persuasi secara massal. Kita membutuhkan sebuah strategi untuk melawan serangkaian musuh besar dan kecil yang terus berubah. Klaim dan klaim balasan mengenai manipulasi dalam pemilihan umum baru-baru ini mengungkap ruang lingkup tantangan tersebut. Misalnya, perangkat lunak AI yang ada saat ini dapat menciptakan citra dan DARPALembaga Proyek Penelitian Mutakhir Pertahanan (Defense Advanced Research Projects Agency DARPA) A.S. sedang mengembangkan mesin yang menerapkan informasi dari situasi baru agar menjadi lebih baik dan lebih dapat diandalkan.

PAGE 20

20 IPD FORUMvideo yang sangat nyata untuk kampanye penyebaran informasi palsu, demikian menurut penelitian terbaru dari para peneliti di University of Washington. Jika tidak terkendali, perkembangan AI seperti itu memberi kemampuan kepada musuh untuk dengan mudahnya memanipulasi informasi untuk tujuan jahat. Model algoritma deep learning semakin membentuk proses pengambilan keputusan sistem otonom yang ditempatkan ke dalam sistem otomotif, keuangan, medis, dan militer. Meskipun demikian, model ini saat ini bahkan memprogram dirinya sendiri dengan cara yang tidak dapat dijelaskan oleh para insinyur yang membuatnya. Dilema ini hanya akan meningkat ketika AI menjadi lebih berkemampuan tinggi dan digunakan di mana-mana. Seperti yang diamati oleh Tommi Jaakkola, seorang profesor di Massachusetts Institute of Technology yang menggarap aplikasi pembelajaran mesin, Apakah ini keputusan investasi, keputusan medis, atau keputusan militer, Anda tidak ingin hanya mengandalkan metode 'kotak hitam' dalam menjelaskan bagaimana hal itu dibuat. Skenario yang diantisipasi dalam contoh ini, dan juga serangkaian bidang lainnya yang mengalami kemajuan teknologi secara simultan, sungguh menakutkan. Perubahan disruptif begitu mendalam sehingga, dari perspektif sejarah manusia, banyak yang berpendapat bahwa belum pernah ada masa yang memberikan janji atau potensi bahaya yang lebih besar. Skenario ini menantang masyarakat internasional untuk mendorong pemanfaatan peluang teknologi ini, serta mengurangi banyak risiko yang tertanam dalam teknologi ini. Akan tetapi pengambil keputusan sering kali terlalu terjebak dalam pemikiran tradisional, linier (dan nondisruptif), atau terlalu dipenuhi oleh kekhawatiran segera untuk memikirkan secara strategis tentang kekuatan gangguan dan inovasi yang membentuk masa depan. Hal ini telah memicu seruan mendesak untuk meningkatkan kemampuan guna mengendalikan serangan gencar teknologi melalui kebijakan, proses, dan mekanisme untuk memastikan bahwa negaranegara memberi makan, mengekang, dan membimbing kuda-kuda teknologi yang akan menarik masyarakat internasional dalam perjalanan liar di masa depan. Mungkin yang paling menonjol di antara suara-suara nyaring ini adalah Azhar Zia-ur-Rehman, yang baru-baru ini menerbitkan buku Technology Governance Concepts and Practices yang berfungsi sebagai referensi yang diakui untuk konsep tata kelola teknologi. Banyak langkah-langkah yang bermanfaat mulai muncul. Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), salah satu di antara berbagai organisasi regional lainnya, telah berfokus pada tata kelola teknologi di area siber, dan pada tahun 2016, ASEAN memulai konferensi tingkat menteri mengenai keamanan siber. Serangan malware dan ransomware baru-baru ini telah menyoroti kebutuhan mendesak untuk mengembangkan pertemuan regional semacam itu untuk mengurangi ancaman dan mendorong langkah-langkah membangun kepercayaan secara regional dan internasional di antara negara-negara yang mengalami tantangan serupa. Forumforum ini, meskipun sangat penting, cenderung melihat tantangan yang dimungkinkan oleh teknologi secara terpisah dan tanpa memperhitungkan tantangan sistemik yang ditimbulkan oleh efek gabungannya. Dibutuhkan pendekatan yang lebih holistis.MITIGASI RISIKOJadi, apa yang seharusnya dilakukan untuk memungkinkan pembuat kebijakan keamanan mengidentikasi dan mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh pertemuan kemajuan teknologi yang sangat berdampak dan saling terkait pada dekade yang akan datang? Permulaan daftar agenda seharusnya mencakup hal-hal berikut: Menanamkan pandangan ke depan dan pemikiran kritis: Membuat pandangan ke depan dan pemikiran skenario sebagai bagian dari budaya organisasi lembaga keamanan. Melakukan pemindaian horizon reguler yang mencakup bagaimana teknologi yang menyatu ini memengaruhi bagian strategi dan proses perencanaan. Contohnya: Menggunakan tim merah pemindaian teknologi untuk memicu penyelidikan oportunistis, mempertanyakan asumsi, dan mengidentikasi risiko. Mendorong dialog dan edukasi masyarakat: Mengangkat tingkat dan kualitas wacana publik, sehingga masyarakat sadar ke mana sains dan teknologi dapat membawa kita dan bisa mampu melakukan debat matang seputar apa yang diinginkan dan dapat diterima, pengamanan yang perlu dilakukan, dan mekanisme yang diperlukan untuk mempersiapkan diri kita guna menghadapi perubahan. Praktisi kebijakan, teknolog, pendidik, dan ahli etika harus menciptakan forum kolaborasi baru atau menggiatkan forum kolaborasi yang sudah ada untuk memperkuat THE ASSOCIATED PRESS

PAGE 21

21 IPD FORUMkesadaran, kepastian, dan desakan masyarakat bahwa semua yang diperlukan akan dilakukan untuk memastikan teknologi yang sedang berkembang ini dikendalikan oleh masyarakat, untuk kepentingan masyarakat, dan bukannya dikendalikan oleh algoritma yang tidak dapat diaudit atau aktor jahat. Selain itu, kursus di bidang teknologi, etika, dan kewarganegaraan dapat ditambahkan ke kurikulum pendidikan dasar. Mempromosikan tata kelola teknologi nasional, regional, dan internasional: Mengkaji cara-cara untuk membantu membentuk konsekuensi tren keamanan jangka panjang dalam badan tata kelola dan standar teknologi internasional dan regional misalnya, Organisasi Internasional untuk Standardisasi, Serikat Telekomunikasi Internasional, Komite Internasional untuk Standar Teknologi Informasi, dan Kongres Standar Area Pasik. Mengembangkan badan kolaboratif internasional, di dalam atau untuk melengkapi forum kolaboratif yang ada, diotorisasi untuk menjalankan tugas merangkaikan risiko dan mengembangkan strategi holistis untuk memastikan dampak teknologi disruptif yang sedang berkembang seperti AI, perekayasaan kebumian, senjata otonom mematikan, biologi sintetis, dan nanoteknologi tidak tumbuh menjadi ancaman keamanan nasional, regional, atau global yang tidak terkendali. Para profesional keamanan harus menggunakan segala metode yang bisa dipakai untuk berpartisipasi dalam mengidentikasi risiko yang muncul kepada pembuat kebijakan nasional, serta berpartisipasi secara aktif dalam badan dan mekanisme yang semakin beragam yang diperlukan untuk mengurangi risiko itu. Pengembangan tenaga kerja masa depan: Mengkaji dampak percepatan teknologi, perubahan generasi, dan evolusi budaya pada tenaga kerja di masa depan. Memanfaatkan konsep sektor swasta dan pembelajaran inovatif guna membuat model baru untuk memprediksi dan mengurangi dampak kerja manual dan kelebihan dan kekurangan kognitif oleh karena penggantian tenaga kerja oleh otomasi. Kegagalan untuk secara efektif mengelola transisi disruptif ini akan memperburuk ketidaksetaraan dan mendorong reaksi balik populis yang meningkatkan kemungkinan kekerasan masyarakat dan antarnegara. Beberapa dekade mendatang dapat dipastikan menjadi semakin menantang ketika praktisi keamanan dan pembuat kebijakan mencoba mengimbanginya dengan persyaratan tata kelola yang memadai untuk memandu pengembangan dan mengurangi risiko yang tertanam dalam efek pervasif dari ledakan pertumbuhan teknologi. Mekanisme tata kelola harus diciptakan untuk berevolusi dan untuk membimbing secara memadai, tanpa menggagalkan, potensi teknologi yang sedang berkembang untuk memenuhi kebutuhan manusia. Seperti halnya yang dikatakan George Clemenceau mengenai perang dan jenderal, penggunaan dan dampak teknologi yang sedang berkembang terlalu penting untuk diserahkan ke tangan teknolog, terutama teknolog dalam silo. Oleh karena itu pembuat kebijakan dan praktisi keamanan harus secara proaktif berkontribusi dalam memperkuat dan mengeksploitasi alat bantu tata kelola yang diperlukan agar dapat menjadi pengawal yang dapat diandalkan dalam melindungi kawasan ini dan dunia dari bahaya di masa depan. Drone yang dicurigai milik Korea Utara yang memotret sistem pertahanan rudal ditemukan di Inje, Korea Selatan, pada Juni 2017. Pada akhir tahun 2017, analis Angkatan Laut Australia menggunakan sistem sonar pemindaian sisi mutakhir yang dipasang pada wahana bawah laut otonom untuk menemukan kapal selam berbobot 800 ton yang hilang satu abad lalu di lepas pantai Papua Nugini. REUTERS

PAGE 22

22 IPD FORUM ERICA SULLIVAN/LABORATORIUM NASIONAL LOS ALAMOSBagaimana satelit kecil merevolusi ruang angkasa IMPLIKASI BESAR, TEKNOLOGI KECILPada pagi yang cerah di Sriharikota, India, pada pertengahan Februari 2017, sebuah roket diluncurkan dengan membawa 104 satelit, memecahkan rekor jumlah satelit yang mampu dibawa sebuah roket, termasuk 101 CubeSat. CubeSat bukanlah hal baru. CubeSat adalah jenis satelit kecil yang terdiri dari unit-unit berukuran 10 sentimeter kali 10 sentimeter kali 10 sentimeter. CubeSat pertama kali dikembangkan di Cal Poly dan universitas Stanford pada akhir tahun 1990-an sebagai alat bantu pelatihan untuk mahasiswa teknik ruang angkasa. (SmallSat menurut denisi beratnya kurang dari 500 kilogram; jadi semua CubeSat merupakan SmallSat, tapi tidak semua SmallSat merupakan CubeSat.) Tidak lama kemudian pemerintah mulai mencari cara untuk menggunakan CubeSat dan satelit kecil lainnya untuk meningkatkan keamanan nasional. Bukan suatu kebetulan bahwa meningkatnya minat pada satelit yang ukurannya lebih kecil dari kulkas mini ini bertepatan dengan kesadaran bahwa satelit yang ada saat ini mengalami kerentanan. Pada tahun 2007, Tiongkok membuktikan hal ini saat menggunakan rudal untuk melenyapkan salah satu satelitnya sendiri. Lalu ada ancaman serangan siber. Virus ransomware pada Mei 2017 yang menginfeksi ratusan ribu sistem komputer di seluruh dunia dan melumpuhkan rumah sakit dan stasiun kereta api merupakan pengingat kuat akan kekuatan peretas. Jika serangan siber itu benar-benar melumpuhkan sistem berbasis Bumi, maka serangan siber yang diatur dengan cermat pada aset berbasis ruang angkasa akan menjadi bencana besar. Hampir setiap misi militer mengandalkan satelit hingga batas tertentu. Satelit komunikasi memungkinkan komando dan kontrol pasukan gabungan dengan memastikan tersedianya informasi yang akurat, lengkap, dan tepat waktu untuk rantai komando operasional bagi angkatan darat, laut, dan udara. Satelit meteorologi memberikan informasi cuaca terkini kepada unit lapangan di setiap matra militer. Satelit navigasi memberikan pemosisian yang akurat dengan penyimpangan akurasi beberapa meter saja bagi

PAGE 23

23 IPD FORUM Roket H-IIA, yang membawa satelit Michibiki 2, meluncur dari Pusat Ruang Angkasa Tanegashima di Jepang pada Juni 2017. REUTERS

PAGE 24

24 IPD FORUMtentara, pesawat terbang, dan kapal. Sistem pengintaian berbasis ruang angkasa menyediakan kemampuan pemantauan perjanjian selama masa damai dan berfungsi sebagai sistem peringatan penting selama konik. Untuk divisi sipil pemerintah, citra satelit sangat diperlukan untuk perencanaan dan tanggap bencana, pemetaan, perencanaan kota, dan pemantauan lalu lintas. Lalu ada penggunaan komersial: telepon satelit, internet, televisi, pelacakan navigasi dan komersial, eksploitasi sumber daya bahkan memprediksi cuaca untuk perjalanan udara atau penanaman tanaman. Serangan yang sukses pada satu satelit saja bisa menimbulkan konsekuensi negatif yang sangat luas terhadap keamanan dan ekonomi.KEUNGGULAN TEKNOLOGIBagaimana jika, alih-alih satu satelit raksasa yang menyediakan fungsi keamanan nasional yang penting, ada seratus satelit kecil yang melakukan hal yang sama? Targetnya tidak hanya akan berukuran lebih kecil, tapi akan menyebar memberikan tingkat kesulitan yang jauh lebih tinggi bagi penjahat siber. Satelit kecil menawarkan banyak keuntungan. Pertama dan yang terpenting, harganya murah. Satelit besar rata-rata bisa menghabiskan biaya mulai dari 6,87 triliun rupiah (500 juta dolar A.S.) hingga 13,75 triliun rupiah (1 miliar dolar A.S.) atau lebih untuk pembuatan dan peluncuran. Harganya lumayan mahal untuk anggaran berapa pun. Sebagai perbandingan, satelit kecil sangatlah murah. Contohnya, Laboratorium Nasional Los Alamos telah membuat dan meluncurkan beberapa CubeSat dan memperkirakan biaya produksi sekitar 2,06 miliar rupiah (150.000 dolar A.S.) per unit. Selain itu, perangkat keras yang lebih murah berarti lebih banyak teknologi yang dapat diperoleh memungkinkan cakupan geogras yang lebih besar untuk misi pengamatan dan deteksi seperti pergerakan Bumi/gelombang, deteksi aktivitas seismik dan gunung berapi, serta pengukuran atmosfer. Selain itu, dengan menggunakan platform yang lebih murah seperti CubeSat dan SmallSat, ilmuwan ruang angkasa dapat menguji konsep mutakhir seperti komputasi yang dapat dikongurasi ulang di ruang angkasa. Dulu, begitu satelit berada di orbit, hanya ada sedikit hal yang bisa dilakukan operator untuk mengubahnya. Di sepanjang masa pakai wahana ruang angkasa itu, fungsinya akan terus sama seperti apa yang diprogram sejak awal. Tidak demikian halnya dengan CubeSat, yang telah dibuat oleh ilmuwan antariksa agar dapat diprogram ulang untuk memungkinkan perbaikan dan perubahan misi. CubeSat juga memungkinkan pendekatan yang lebih lincah terhadap perangkat keras ruang angkasa. Kebutuhan misi yang terbatas memungkinkan pengembangan yang cepat dan terfokus. Jika perancangan dan pembuatan satelit besar bisa memakan waktu satu dekade, ilmuwan ruang angkasa bisa melakukan merencang dan membuat CubeSat hanya dalam waktu setahun atau kurang. CubeSat juga memungkinkan lebih banyak pengujian di lingkungan operasional daripada di lingkungan simulasi di darat, dan CubeSat memungkinkan teknologi terdepan disertakan saat CubeSat memasuki pasar. Instrumen dan komponen dapat diuji di luar angkasa sebelum diintegrasikan ke dalam platform yang lebih besar untuk misi akhir. Misi demonstrasi dan validasi ini memberikan banyak informasi dalam desain instrumen untuk berbagai ukuran satelit.TEKNIK REVOLUSIONERUntuk alasan ini, satelit kecil merevolusi cara ilmuwan dalam melakukan pendekatan pada teknik sistem ruang angkasa. Para ahli memperkirakan bahwa sekitar 2.400 SmallSat dan CubeSat akan diluncurkan selama enam tahun ke depan. Meskipun di masa lalu, sektor komersial, pemerintah, dan akademi telah menggunakan SmallSat dalam proporsi yang sama, penggunaan komersial diperkirakan akan segera melampaui penggunaan di sektor lainnya. Bahkan, dalam tiga tahun ke depan, penggunaan komersial dari satelit kecil diperkirakan mencapai lebih dari 70 persen peluncuran. Satelit kecil tidaklah sempurna. Mayoritas, terutama CubeSat, diluncurkan ke orbit rendah Bumi dan akan memasuki kembali atmosfer karena terseret jauh lebih cepat daripada wahana ruang angkasa di ketinggian yang lebih tinggi jadi masa pakainya lebih pendek. Hal ini diimbangi oleh fakta bahwa mencapai orbit rendah Bumi lebih murah dan mudah serta memaparkan satelit pada efek radiasi yang lebih sedikit. Selain itu, orbit rendah Bumi memungkinkan satelit berada lebih dekat ke target, sehingga meningkatkan resolusi citra satelit, memungkinkan komunikasi berdaya listrik rendah, dan mengurangi latensi komunikasi. Semakin lama, pemerintah, industri, dan akademisi Laboratorium Nasional Los Alamos membuat dan meluncurkan beberapa CubeSat ke orbit rendah Bumi. LABORATORIUM NASIONAL LOS ALAMOS

PAGE 25

25 IPD FORUMmencari cara untuk menggunakan satelit kecil pada orbit di luar orbit rendah Bumi. Misalnya, di Los Alamos, para ilmuwan dan insinyur sedang memikirkan cara untuk menggunakan satelit kecil dan CubeSat untuk misi ruang angkasa yang jauh dari tata surya dan eksplorasi antarplanet. Untuk misi yang menantang secara teknis ini, satelit yang lebih kecil dan lebih murah menciptakan kesempatan untuk menyebarkan risiko teknis melalui sistem redundansi dan untuk mengumpulkan data dari lebih banyak lokasi.TANTANGAN PELUNCURANAda juga masalah terbatasnya ketersediaan peluncuran. Satelit kecil sering kali mengalami keterbatasan roket peluncuran, sehingga harus menggunakan metode yang mirip seperti Uber: Satelit kecil itu harus berbagi tumpangan dengan muatan lebih besar. Hal ini membatasi pilihan orbit dan jadwal peluncuran satelit kecil yang harus disesuaikan dengan pilihan orbit dan jadwal peluncuran muatan utama, yang membayar sebagian besar biaya peluncuran. Penundaan peluncuran dan kurangnya wahana peluncuran khusus untuk satelit kecil telah membatasi potensi pasarnya, menciptakan akumulasi SmallSat yang menunggu tumpangan ke luar angkasa. Keandalan sistem menjadi masalah lainnya. Database komprehensif dari berbagai misi menunjukkan bahwa lebih dari 40 persen CubeSat yang diluncurkan sejak tahun 2000 gagal mencapai tujuannya mungkin merupakan tingkat yang dapat diterima untuk program teknik mahasiswa atau sistem komersial eksperimental, namun tidak mencapai standar untuk memenuhi tujuan keamanan nasional. Tantangannya adalah merekayasa sistem dengan keandalan yang dibutuhkan dari aset luar angkasa, sekaligus menekan biaya untuk komponen dan pengujian sesuai dengan biaya perangkat keras satelit kecil dan CubeSat. Keterbatasan pada proses data dan pembatasan peraturan merupakan tantangan lain. Peluncuran memerlukan banyak sekali dokumen untuk menunjukkan bahwa muatan sekunder tidak membahayakan muatan utama. Lalu ada kekhawatiran tentang sampah luar angkasa dan persyaratan de-orbit. Mungkin tantangan terbesar yang dimiliki satelit kecil adalah hal yang juga menjadikannya sangat menarik: harganya yang relatif rendah. Karena CubeSat dan SmallSat tidak mahal (dan harganya akan terus turun seiring kemajuan teknologi), tak lama lagi siapa pun dapat mengakses ruang angkasa, termasuk musuh yang dulunya tidak mampu menjangkau ruang angkasa. Selama beberapa dekade setelah Uni Soviet meluncurkan Sputnik, ruang angkasa didominasi oleh tiga negara: Amerika Serikat, Uni Soviet/Rusia, dan kemudian Tiongkok. Semakin lama ruang angkasa menjadi semakin penuh sesak. Saat ini, satelit dari Tiongkok, Badan Ruang Angkasa Eropa, Prancis, India, Israel, Iran, Korea Utara, Rusia, Inggris, dan Ukraina telah diluncurkan ke luar angkasa. Dengan rendahnya biaya pembuatan satelit kecil, jumlahnya diperkirakan akan meningkat dengan pesat. Dengan itu muncul pertanyaan: Siapa yang akan berada di luar angkasa dalam 10 tahun mendatang, dan apa yang akan mereka lakukan? Sayangnya, besar kemungkinan tidak semua jawabannya memberikan kabar baik. Tidak sulit membayangkan organisasi teroris yang bekerja sama dengan negara sahabat untuk mengembangkan CubeSat dengan kemampuan pengintaian yang menumpang masuk ke orbit rendah Bumi. Dengan lebih banyak akses, semakin banyak kesempatan untuk sekutu dan mitra serta musuh.MENGELOLA RISIKO, MEMBINA KERJA SAMATantangan utamanya adalah mengembangkan dengan lebih cepat dan lebih pintar daripada yang lainnya. A.S. dan sekutu serta mitranya harus mengakui bahwa banyak negara saat ini memiliki akses ke luar angkasa, dan harus menjadi prioritas militer yang strategis untuk memperkenalkan ketahanan dan redundansi ke dalam sistem ruang angkasa. Singkatnya, negara-negara ini harus menyebarkan risikonya. Kabar baiknya adalah bahwa kemajuan dalam pembelajaran komputasi dan mesin terdistribusi memungkinkan ilmuwan menciptakan jaringan terdistribusi yang dapat menyembuhkan dirinya sendiri. Jadi, jika satu satelit dari konstelasi ratusan satelit mengalami kerusakan, satelit lain bisa mengompensasi kecacatan itu. Selain itu, teknologinya harus dioptimalkan. Jika ada lebih banyak satelit kecil yang mengumpulkan lebih banyak data daripada sebelumnya, pertanyaan selanjutnya adalah: Bagaimana data itu akan diproses? Lalu, tentu saja, ada banyak sekali pertanyaan lain: Bagaimana negara-negara mengamankan jaringan mereka? Bagaimana negara-negara membuat satelit mereka kebal terhadap cuaca ruang angkasa (yaitu, setiap dan semua kondisi dan peristiwa pada matahari, dalam angin matahari, di ruang angkasa yang dekat dengan Bumi, dan di atmosfer bagian atas)? Los Alamos, sebagai salah satu contohnya, memanfaatkan pengalaman puluhan tahun dalam mengembangkan instrumen ruang angkasa, memahami lingkungan ruang angkasa yang ekstrem dan kemampuan superkomputer untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini. Akan tetapi ini bukan hanya tentang pengembangan teknologi yang tepat. A.S. dan sekutu serta mitranya juga harus merencanakan dengan hati-hati dan tidak hanya dalam skala nasional namun secara global. Sama seperti masyarakat internasional telah menentukan jalur pelayaran internasional dan lalu lintas udara, masyarakat internasional harus berkolaborasi guna menentukan cara bekerja sama untuk mengatur ruang angkasa. Kenyataannya adalah, selama beberapa dekade mendatang, ruang angkasa akan semakin ramai dan penggunaannya akan mengubah dunia. Perubahan itu datang dengan cepat. Akankah masyarakat internasional bangkit untuk menghadapi tantangan ini sebelum satelitsatelit itu membanjiri orbit Bumi? Jika jawabannya adalah ya, negara-negara itu harus mulai bekerja sama untuk memecahkan masalah ini sekarang.

PAGE 26

SIBER STRATEGI, KEBIJAKAN, DAN PRAKTIK Jaringan komputer saat ini mengharuskan pemerintah memelihara rencana pertahanan yang tangguh untuk mengimbangi evolusi ruang siber STAF FORUMerkembangan dan penyebaran pesat internet of things julukan bagi peranti cerdas yang memungkinkan untuk mengumpulkan dan bertukar data dan teknologi menciptakan kebutuhan yang tak terhindarkan bagi pembuat kebijakan dan pakar keamanan digital untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan yang senantiasa berubah. Guna melakukannya, kita harus tetap eksibel dalam menciptakan strategi siber untuk menangkal musuh potensial, mempertahankan infrastruktur penting, dan menyesuaikan taktik saat ancaman unik muncul.P26 IPD FORUM

PAGE 27

27 IPD FORUMMengamankan ruang siber kita ... mengharuskan kita untuk memiliki kesadaran situasional yang lebih baik terhadap lingkungan siber kita secara keseluruhan, ungkap Dr. Yaacob Ibrahim, menteri komunikasi dan informasi dan menteri penanggung jawab keamanan siber Singapura, selama Konferensi Tingkat Menteri Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN ) mengenai Ruang Siber pada Oktober 2016. Ini adalah kunci untuk meningkatkan kebersihan siber kolektif kita, karena kita dapat lebih mengarahkan upaya pencegahan dan remediasi kita ketika kita tahu di mana kita rentan dan di mana mungkin ada aktivitas siber yang mencurigakan. Ke-10 negara anggota ASEAN Brunei, Myanmar, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam tetap tertarik pada strategi komprehensif, yang diluncurkan pada April 2017 yaitu ASEAN Cyber Capacity Program (ACCP). Tujuan utamanya meliputi meningkatkan kesadaran dan mendorong diskusi regional yang lebih dalam mengenai norma siber, meningkatkan koordinasi regional mengenai peningkatan kemampuan dan respons insiden dengan mengembangkan metrik untuk menilai keefektifan di bidangbidang ini, membangun kemampuan regional dalam pengembangan strategi dan legislasi siber, serta berkontribusi terhadap upaya global untuk mengembangkan serangkaian standar keamanan siber untuk internet of things. Saat ini banyak negara menghadapi spektrum penuh ancaman siber kejahatan siber, serangan, spionase, dan kegiatan jahat lainnya, kata Ibrahim. Kami di ASEAN belum kebal terhadap hal ini. ... Pemerintah di Asia Tenggara lebih cenderung menjadi sasaran serangan siber daripada organisasi lain di kawasan ini, dan ancaman canggih yang terus berlanjut tetap menjadi salah satu ancaman terbesar kami. Serangan bisa berkisar dari pencurian nansial hingga data, kerusakan reputasi, atau gangguan terhadap infrastruktur informasi penting. Semua ini bisa merugikan ekonomi dan masyarakat. Risiko ini memperkuat kebutuhan ASEAN untuk membentuk ACCP. Salah satu sasaran ACCP adalah: Menciptakan ruang siber yang aman dan tangguh yang memungkinkan kemajuan ekonomi dan standar kehidupan yang lebih baik. Terlepas dari penilaian tersebut, itu bukan pencapaian mudah. Malware, misalnya, menampilkan dirinya seperti perangkat lunak lainnya. Kelompok ancaman siber bersaing dan berinovasi. Kelompok yang paling sukses tumbuh dan menyebar. PRAKARSA INTERNASIONAL Secara global, kejahatan siber menimbulkan kerugian sekitar 41,26 kuadriliun rupiah (3 triliun dolar A.S.) setahun, demikian menurut Keshav Dhakad, direktur regional untuk Unit Kejahatan Digital Microsoft Asia. Sebuah survei mengungkapkan bahwa 71 persen perusahaan yang diwawancarai mengaku menjadi korban serangan siber pada tahun 2015, demikian menurut Dhakad. Risiko potensial untuk jatuhnya lebih banyak korban hanya akan meningkat karena banyaknya pengguna. Indo-Pasik, misalnya, kurang lebihnya akan tumbuh hingga mencapai 4,7 miliar pengguna internet pada tahun 2025, dengan hampir setengahnya mendapatkan akses antara tahun 2012 dan 2025, demikian menurut Model Microsoft Cyber 2025. Keamanan siber tidak bisa menjadi upaya sepotong-sepotong, dan setiap organisasi harus memiliki kerangka kerja keamanan 360 Seorang pria menggunakan komputer di sebuah warnet di Beijing. AFP/GETTY IMAGESBayangan seorang pria tercermin pada papan elektronik perusahaan sekuritas di Tokyo. Pemerintah khawatir bahwa serangan siber bisa melumpuhkan sistem keuangan. THE ASSOCIATED PRESS

PAGE 28

28 IPD FORUM derajat, kata Dhakad. Ini termasuk memiliki postur perlindungan, deteksi, dan respons yang komprehensif serta investasi dan sumber daya yang sepadan, ditambah dengan penilaian dan peninjauan rutin terhadap praktik keamanan sibernya untuk melindungi identitas, data, aplikasi, peranti, dan infrastrukturnya. Sudah ada beberapa perjanjian yang menangani operasi siber secara langsung. Perjanjian itu memiliki ruang lingkup terbatas. Akan tetapi kurangnya hukum internasional yang membahas secara khusus mengenai siber ini tidak berarti bahwa operasi siber yang ada di dunia ini mengabaikan aturan dan regulasi. Bahkan, pakar siber sering berkumpul untuk memodikasi kesepakatan, menyarankan panduan baru ketika ruang siber tersebut berkembang, dan memelihara forum tempat pemerintah dan para ahli dapat berkolaborasi dan memperluas perdagangan. Ruang siber yang aman dan tangguh merupakan faktor yang memungkinkan kemajuan ekonomi dan standar kehidupan yang lebih baik, demikian menurut dokumen program siber ASEAN. Negaranegara dapat berkontribusi pada keamanan dan ketahanan ruang siber dengan mengikuti normanorma perilaku sukarela yang terdenisi dengan baik dan praktis yang didukung oleh langkah-langkah membangun kepercayaan yang kuat. Aktor publik dan swasta di dunia siber sering kali berkumpul untuk mendorong pengembangan dukungan dan kepercayaan. Salah satu pertemuan tersebut berlangsung di Pusat Studi Strategis dan Internasional (Center for Strategic and International Studies CSIS) di Washington, D.C., pada Maret 2017. Dalam Cyber Disrupt Summit selama satu hari penuh itu yang pertama kali diselenggarakan oleh CSIS pakar dan pejabat pemerintah menilai lingkungan keamanan internasional yang berkembang dan menawarkan respons potensial terhadap meningkatnya permusuhan di ruang siber. Thomas Bossert, asisten Presiden A.S. Donald Trump untuk bidang keamanan dalam negeri dan kontraterorisme, memerinci pelajaran yang telah dipelajari Amerika Serikat mengenai siber dalam dekade terakhir ini dan menawarkan wawasan tentang Petugas kepolisian Filipina memeriksa telepon seluler mereka di luar KTT Perhimpunan BangsaBangsa Asia Tenggara di Manila, Filipina, pada April 2017. REUTERSDilanjutkan di halaman 30

PAGE 29

ustralia mengintensifkan kerja sama dengan negara-negara tetangganya di Asia mengenai kejahatan siber di tengah meningkatnya ancaman kriminal dan kebutuhan untuk meningkatkan keamanan komersial regional. Kesepakatan tersebut, yang ditandatangani di Bangkok pada Juni 2017, berarti Australia sekarang bekerja sama dengan Thailand, Singapura, dan Tiongkok dalam masalah keamanan dan kejahatan siber. Duta Besar Australia untuk Urusan Siber, Tobias Feakin, mengatakan bahwa kerja sama sangat penting dalam menghadapi tantangan yang ditimbulkan oleh jaringan penjahat siber di Indo-Pasik. Penjahat dan aktor jahat bisa beradaptasi dan menyerap semua [informasi ini] jauh lebih cepat daripada pemerintah, kata Feakin. Jadi jika kita tidak membicarakannya, berbagi praktik terbaik, dan juga terus mengikuti perkembangan, maka kita akan segera menemukan diri kita tertinggal jauh dari mereka. Feakin mengadakan pembicaraan dengan pimpinan senior Polisi Kerajaan Thailand, pejabat keamanan nasional dan urusan luar negeri dengan Australia untuk memberikan dukungan dalam pengembangan forensik digital kejahatan siber. Australia telah bekerja sama dengan Thailand melalui Kepolisian Kerajaan Thailand dan Kantor Badan Pengendalian Narkotika, berdasarkan ancaman yang ditimbulkan oleh penjahat transnasional, termasuk geng motor Australia yang terkait dengan perdagangan narkoba stimulan berjenis amfetamin ke Australia. Thailand juga merupakan basis bagi operator penipuan sekuritas, yang dikenal sebagai penipuan saham boiler room (telemarketing), ketika ekspatriat asing, termasuk warga Inggris dan Amerika, menarget investor Australia dan Selandia Baru dengan investasi online palsu. Feakin mengatakan bahwa kerja sama diarahkan untuk meningkatkan kemampuan forensik digital Kepolisian Kerajaan Thailand untuk memastikan agar bukti dapat dipercaya saat dipresentasikan di pengadilan. Untuk mendapatkan bukti, bagaimana Anda mengamankannya, sampai pada tingkat yang dapat diterima di pengadilan dan kemudian, seperti apa proses investigasi Anda untuk benar-benar mencoba dan menemukan individu atau kelompok yang bertanggung jawab, katanya. Para pejabat mengatakan bahwa dukungan kepada kepolisian Thailand adalah landasan forensik digital untuk mendapatkan bukti elektronik pada berbagai peranti, bagaimana memproses dan mengekstrak data. Mereka mengatakan semakin banyak investigasi kejahatan transnasional berpusat pada penggunaan media digital untuk komunikasi dan penyimpanan informasi oleh kelompok kejahatan terorganisir. Kesepakatan dengan Thailand dibuat setelah penandatanganan pakta antara Australia dan Singapura mengenai keamanan siber, termasuk berbagi informasi, pelatihan dan latihan bersama dalam melindungi infrastruktur informasi penting. Pada April 2017, sebuah kesepakatan dengan Tiongkok dibuat untuk meningkatkan kerja sama keamanan siber, setelah Australia menekan Tiongkok mengenai masalah pencurian kekayaan intelektual berbasis siber. Apa yang Anda lihat melalui kesepakatan yang kami tanda tangani dengan Tiongkok adalah sebuah pengakuan bahwa hal ini perlu menjadi bagian penting dari diskusi bersama, kata Feakin. Tiongkok adalah mitra ekonomi yang sangat besar. Ada beberapa kesamaan, ada beberapa perbedaan. Bahwa kami melakukan penandatanganan kesepakatan yang mengatakan bahwa kami setuju untuk tidak melakukan pencurian kekayaan intelektual berbasis siber saya kira ini langkah yang bagus. KERJA SAMA DALAM MENANGANI KEJAHATAN SIBERDENGAN SEKUTU-SEKUTUNYA DI ASIA AUSTRALIA MENINGKATKANATobias Feakin, duta besar Australia untuk urusan siber, kiri bawah, menandatangani nota kesepahaman dengan David Koh, kepala eksekutif Lembaga Keamanan Siber Singapura disaksikan oleh Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull, kiri atas, dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, kanan atas, pada Juni 2017. THE ASSOCIATED PRESS Dilanjutkan di halaman 30 THE ASSOCIATED PRESS29 IPD FORUM

PAGE 30

kebijakan A.S. yang baru muncul. Salah satu pesan Bossert yang paling penting adalah bahwa negaranegara serta aktor korporat dan individu mengakui norma-norma ketika beroperasi di dunia siber. Norma itu penting. Norma merupakan pernyataan kami, sebagai sebuah negara, bahwa kami memiliki harapan tertentu tentang bagaimana orang-orang akan bersikap pada platform terbuka dan mampu bekerja bersama-sama yang memungkinkan inovasi, perdagangan bebas, perdagangan adil, dan hal-hal lain yang menurut kami penting bagi organisasi masyarakat [dan] organisasi sosio-ekonomi kami, kata Bossert. Anda mulai dengan mengatakan secara jujur kepada negara lain bagaimana kami mengharapkan mereka berperilaku dan bagaimana kami berjanji untuk berperilaku sebagai balasannya. Dan jika mereka menerima norma-norma tersebut dan kemudian lalai untuk mematuhinya, kami memiliki tanggung jawab untuk menegur mereka atas kelalaian itu, dan kami memiliki tanggung jawab untuk melakukan sesuatu mengenai hal itu. Ancaman siber terhadap infrastruktur penting A.S. telah melampaui upaya untuk mengurangi kerentanan yang meluas, demikian menurut sebuah laporan pada Februari 2017 yang dibuat oleh Gugus Tugas Dewan Ilmu Pengetahuan mengenai Penangkalan Siber Departemen Pertahanan A.S. Setidaknya dalam dekade berikutnya, Amerika Serikat harus benar-benar mengandalkan penangkalan untuk menghadapi ancaman siber yang ditimbulkan oleh musuh A.S. yang memiliki kemampuan terhebat, tulis Craig Fields, ketua Dewan Ilmu Pengetahuan Pertahanan (Defense Science Board DSB), dalam laporan tersebut, mengakui perlunya pendekatan yang lebih proaktif dan sistematis untuk penangkalan siber. Yang terpenting, tidak semua serangan siber bisa ditangkal, demikian yang dicatat laporan DSB. Sebagai satu contoh penting, meskipun adanya janji yang memastikan hukuman berat tidak dapat menghalangi kelompok teroris yang bertekad untuk mendatangkan malapetaka di Amerika Serikat dan sekutu kita, kata laporan DSB. Sebagai contoh kedua dan sangat berbeda, jika Amerika Serikat berada dalam perang besar dengan negara lain, kita seharusnya tidak berharap untuk mampu menangkal bahkan melemahkan serangan siber pada kemampuan militer A.S. yang menghasilkan sedikit atau tidak ada kerugian tidak disengaja pada masyarakat sipil. Laporan DSB mendenisikan penangkalan Petugas polisi pasukan perang antisiber berbaris dalam parade Hari Nasional di Vietnam. Sebagai anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara, Vietnam bekerja sama dengan negara-negara anggota lainnya mengenai keamanan siber. REUTERSLanjutan dari halaman 28 30 IPD FORUM

PAGE 31

31 IPD FORUMsiber sebagai penggunaan penangkalan melalui penolakan dan penangkalan melalui pembebanan biaya untuk meyakinkan musuh agar tidak melakukan serangan siber atau intrusi siber yang menimbulkan kerugian besar. A.S., dalam beberapa kasus, memperluas praktik penangkalannya untuk melindungi sekutu dan mitra. Sama seperti siber yang merupakan ranah yang relatif baru, penangkalan siber merupakan upaya yang relatif baru. Untuk sebagian besar, hingga saat ini Amerika Serikat telah menetapkan langkah demi langkah postur penangkalan sibernya, sebagai tanggapan atas serangan, demikian menurut laporan DSB. Meskipun Amerika Serikat menanggapi dengan langkah diplomatik dan sanksi ekonomi terhadap peretasan Sony oleh Korea Utara, pencurian Kekayaan Intelektual oleh Tiongkok, dan campur tangan Rusia dalam pemilihan umum A.S., masih belum jelas apakah tanggapan semacam itu telah berhasil menangkal serangan siber di masa depan dan intrusi siber yang menimbulkan kerugian besar. PRAKTIK DEFENSIF Proses teknologi informasi (TI) dan kebersihan internet yang kuat memberi landasan bagi postur keamanan siber yang kuat, demikian menurut Dhakad. Dia merekomendasikan agar organisasi mengembangkan postur mengasumsikan pelanggaran, yang mengerahkan investasi dan strategi pertahanan aktif untuk mengidentikasi kerentanan agar tidak terjadi situasi reaksioner. Para pemimpin di ASEAN sepakat bahwa dunia siber yang terus berkembang membutuhkan pembicaraan untuk menghindari konik digital. Sudah saatnya ASEAN memulai dialog mengenai norma siber. Diskusi global mengenai norma-norma siber telah dimulai dalam dekade terakhir ini, dikatalisasi oleh platform seperti Kelompok Pakar Pemerintah Perserikatan Bangsa-Bangsa, kata Ibrahim dalam pertemuan siber ASEAN pada Oktober 2016. Meskipun tetap terhubung dengan pembicaraan global, kami juga harus memastikan bahwa norma dan perilaku tetap relevan dan sesuai dengan konteks dan budaya ASEAN yang unik. Perspektif ASEAN ini bisa menjadi kontribusi bersama kami untuk pembicaraan global. Pembicaraan internal di kalangan pemerintah juga harus mencakup daftar periksa untuk memastikan postur keamanan siber yang kuat yang dapat bertahan dan merespons serangan siber dan infeksi malware secara efektif. Dhakad menawarkan rekomendasi berikut: Jaga ketertiban rumah Anda. Pertanyaannya bukan apakah penjahat siber akan menyerang, tetapi kapan mereka akan menyerang. Konon, penggunaan aset TI yang sudah tua, tidak terlindungi, atau bukan aset asli meningkatkan secara substansial peluang terjadinya serangan siber. Misalnya, perangkat lunak bajakan dan palsu diketahui disisipi dengan infeksi malware yang tertanam di dalamnya. Pengadaan, penggunaan, pemeliharaan, dan pemutakhiran berkala aset TI (perangkat lunak dan perangkat keras) yang kuat menjadi hal yang lebih penting daripada sebelumnya. Mulai dari dalam. Kebersihan siber yang buruk dari pengguna TI, perilaku karyawan yang lalai atau perlindungan kata sandi/kredensial yang lemah di dalam sebuah organisasi, menambahkan tingkat kerentanan yang tinggi untuk terjadinya pembobolan sistem. Dengan semakin banyaknya peranti pribadi yang digunakan di tempat kerja, semakin tinggi kemungkinan peranti itu terinfeksi, termasuk peranti interkoneksi yang tidak dilindungi (internet of things), yang bisa menjadi sasaran empuk penjahat siber untuk menimbulkan kerusakan. Pantau semua sistem secara real time. Berinvestasi dalam teknologi perlindungan ancaman modern untuk memantau, mendeteksi, dan menghapus ancaman siber umum dan canggih secara real time, dan mengembangkan keahlian internal untuk melakukan analisis ancaman. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa rata-rata waktu untuk menemukan ancaman siber dari saat terjadinya inltrasi di Indo-Pasik adalah lebih dari 510 hari, yang jauh melebihi tingkat rata-rata global yaitu 140-200 hari. Pertahankan rantai pasokan TI yang tepercaya dan lakukan tinjauan rutin. Hanya gunakan perangkat lunak asli, terkini, dan diperbarui. Miliki rantai pasokan tepercaya untuk semua perangkat lunak, perangkat keras, dan internet of things. Bawa peranti Anda sendiri dan secara teratur tinjau dan nilai investasi keamanan siber dan kinerja pengerahan perangkat lunak dan perangkat keras, termasuk akses pelanggan dan vendor ke jaringan perusahaan/pemerintah. Momentum terus terbangun saat pembicaraan mengenai keamanan siber berkembang. Misalnya, sebuah RUU yang diperkenalkan di Kongres A.S. pada Mei 2017 (dan masih menunggu persetujuan ketika FORUM diterbitkan) bertujuan untuk membantu Indo-Pasik meningkatkan kerja sama siber dengan sekutu-sekutunya. Jika disahkan, RUU itu akan mengotorisasi anggaran 28,9 triliun rupiah (2,1 miliar dolar A.S.) untuk prakarsa keamanan di kawasan tersebut. Tidak ada yang perlu mengingatkan akan meningkatnya ketegangan di Asia Pasik, kata Ketua Komite Angkatan Bersenjata DPR A.S. dari Partai Republik Mac Thornberry, yang memperkenalkan RUU tersebut, dalam sebuah pernyataan yang disiapkan, demikian menurut The Hill. Penting bagi Amerika Serikat untuk meyakinkan kembali sekutu dan teman kita bahwa kita berkomitmen terhadap stabilitas dan keamanan di kawasan itu saat ini dan di masa depan. Salah satu cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan meningkatkan kehadiran militer kita dan meningkatkan kesiapan kita di sana. Untuk melakukan itu, kita harus berinvestasi dalam berbagai kemampuan pertahanan, dan legislasi ini mendukung upaya itu.

PAGE 32

MEMERANGI INDIA MENANGANI PERDAGANGAN INTERNET TERLARANGSIBER SATWA LIARKEJAHATAN ILUSTRASI FORUM

PAGE 33

SAROSH BANAitus web tersebut mengiklankan dhaariwala chaddar, yang merupakan bahasa Hindi untuk seprai loreng. Frasa itu juga merupakan kode untuk kulit harimau, yang penjualannya merupakan tindakan ilegal berdasarkan Konvensi Perdagangan Internasional Spesies yang Terancam Punah (CITES), sebuah perjanjian yang ditandatangani oleh 183 negara yang melindungi 5.000 spesies hewan dan 29.000 spesies tumbuhan. Di pasar luar negeri, karpet kulit harimau bisa terjual lebih dari 2,2 miliar rupiah (160.000 dolar A.S.), dan penyidik telah melihat harimau yang diawetkan dijual dengan harga 10 miliar rupiah (728.000 dolar A.S.). Meskipun internet telah memfasilitasi perdagangan spesies langka dan terancam punah selama beberapa dekade dan berkontribusi terhadap penurunan jumlah banyak spesies di seluruh dunia, perdagangan semacam itu telah menjadi lebih umum dalam beberapa tahun terakhir di India, sebuah negara yang kaya dengan makhluk yang beragam dan luar biasa. Perburuan liar dan kejahatan satwa liar meningkat 92 persen di India, dari 15.800 menjadi 30.382 antara tahun 2014 dan 2016, demikian menurut buku yang ditulis lembaga nirlaba Centre for Science and Environment di New Delhi yang berjudul State of Indias Environment 2017. Data dari Wildlife Protection Society of India mengungkapkan bahwa jumlah spesies yang diburu atau diperdagangkan secara ilegal juga meningkat dari 400 pada tahun 2014 menjadi 465 pada tahun 2016.S33 IPD FORUM

PAGE 34

34 IPD FORUMHewan nasional India, harimau, telah menurun jumlahnya dari 100.000 ekor pada satu abad lalu menjadi sekitar 2.226 ekor saat ini, demikian menurut Kementerian Lingkungan Hidup India. India merupakan tempat tinggal bagi sekitar 60 persen harimau di dunia, dan 1.400 ekor harimau lainnya yang tersisa tersebar di 12 negara, demikian perkiraan World Wildlife Fund (WWF). Pemburu membunuh setidaknya 15 dari 74 ekor harimau yang tewas di India antara Januari dan Juli 2017, demikian ungkap pejabat pemerintah. Enam ekor meninggal oleh karena sebab alami, dan 53 kematian sedang menunggu hasil penyelidikan. Dua puluh satu dari 122 ekor harimau yang tewas pada tahun 2016 terjadi akibat perburuan. Pemburu juga tidak mengasihani burung merak, burung nasional India. Mereka membunuh 340 ekor burung merak antara tahun 2015 dan 2016, angka itu hampir dua kali lipat jika dibandingkan dengan catatan pada tahun 2014. Pelaku penjualan di Internet juga menarget badak bercula satu di India. Cula badak harganya mencapai 1 juta rupee (15.625 dolar A.S.) di pasar lokal dan harganya lebih dari dua kali lipat ketika dijual sebagai afrodisiak di pasar Tiongkok atau Vietnam. Lebih dari 260 ekor badak telah tewas di tangan pemburu di negara bagian Assam sejak tahun 2001, demikian menurut data pemerintah. Tujuh belas ekor badak lainnya tewas dalam hujan deras pada tahun 2016, dan dua gelombang banjir musim ini telah merenggut nyawa 28 ekor badak lainnya. Pemburu tahu mereka bisa mendapatkan culanya tanpa harus membunuh binatang itu. Cula badak tidak tumbuh dari tengkoraknya. Culanya terdiri dari keratin, protein yang terdapat di rambut, kuku jari tangan, dan kuku hewan, dan dapat dipotong tanpa membunuh hewan tersebut. MENGHINDARI PENINDAKAN Internet telah menyederhanakan perdagangan satwa liar ilegal lintas-batas, membuat deteksi terhadap pelaku perdagangan menjadi lebih sulit. Para ahli menjelaskan bahwa pelaku perdagangan ini menghadapi risiko minimal untuk terpapar atau terlacak karena mereka tidak membutuhkan gedung ruang pamer atau sarana konvensional untuk menjajakan barang dagangan mereka. Mereka sekarang melakukan transaksi secara online dari lokasi jarak jauh sehingga lolos dari pemeriksaan aparat penegak hukum. Calon klien memesan barang, biasanya dalam bentuk kode, dengan membayar secara online untuk produk yang sering kali dianggap sah agar tidak ditemukan pihak berwenang. Selain itu, banyak organisasi kriminal ini terhubung secara politis dan didanai dengan baik. Mahkamah Agung India, pengadilan tertinggi negara tersebut, menyatakan dalam sebuah putusan pada tahun 2010 terhadap seorang pelaku perdagangan bahwa banyak hewan dibawa ke jurang kepunahan oleh operator canggih yang kejam, beberapa di antaranya mendapatkan perlindungan dari tingkat atas. Pemburu yang sebenarnya hanya dibayar dengan harga murah, sementara itu keuntungan besar diperoleh oleh para pemimpin kelompok terorganisir yang memiliki hubungan internasional di negara-negara asing. Polisi hutan Taman Nasional Kaziranga menemukan bangkai harimau mengapung terbawa aliran banjir di wilayah Bagori pada Agustus 2017.THE ASSOCIATED PRESS

PAGE 35

35 IPD FORUM Perburuan satwa liar adalah kegiatan ilegal internasional yang terorganisir yang menghasilkan sejumlah besar uang bagi para penjahat, bunyi putusan tersebut. PELACAKAN ONLINE India telah meningkatkan upayanya untuk menggagalkan pelaku perdagangan di dunia siber. Pada tahun 2016, Menteri Lingkungan Hidup India Anil Madhav Dave merilis daftar situs web, termasuk Amazon India, Snapdeal, OLX India, eBay India, Alibaba India, dan Quikr, yang menjual hewan langka dan bagian tubuhnya. Departemen Teknologi Informasi India memantau aktivitas online tersebut sebagai bagian dari upayanya untuk memerangi kejahatan siber di tingkat pemerintah pusat dan negara bagian. Biro Pengendalian Kejahatan Satwa Liar (Wildlife Crime Control Bureau WCCB), yang berbasis di New Delhi, mengumpulkan daftar lebih dari 100 situs web. Sebuah undang-undang tahun 2007 membentuk WCCB di bawah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk memerangi kejahatan satwa liar terorganisir di India. Salah satu pasal dalam UndangUndang (Perlindungan) Satwa Liar menyerukan pengumpulan, perbandingan, dan penyebaran intelijen tentang kegiatan kejahatan satwa liar terorganisir kepada petugas penegak hukum agar melakukan tindakan segera guna menangkap penjahat semacam itu. Otoritas India baru-baru ini melacak perdagangan online klandestin penis biawak yang dikeringkan yang dijual sebagai hatha jodi, yang berarti tangan terlipat dalam bahasa Hindi, akar tanaman langka yang digunakan sebagai jimat dalam ritual tantra atau okultisme. Situs e-commerce Amazon, Snapdeal, eBay, dan Alibaba tempat barang ini dijual tidak memastikan dari mana asal produk itu. Kami berharap membersihkan internet dari barangbarang semacam itu sehingga orang-orang tidak tertipu oleh penjahat dan membeli produk perdagangan satwa liar tanpa sepengetahuan mereka, kata Jose Louies, yang memimpin divisi hukum dan bantuan penindakan Wildlife Trust of India (WTI) dan yang membantu mengungkap perdagangan ini. Perdagangan biawak merupakan tindakan ilegal berdasarkan Undang-Undang Satwa Liar dan juga merupakan tindakan kejam. Para penjebak hewan ini melumpuhkan hewan ini dengan mengikat kaki-kakinya secara bersama-sama setelah mencabut cakar-cakarnya. Mereka kemudian membakar pangkal paha reptil itu saat masih hidup untuk membuat penisnya cukup menonjol agar dapat dipotong dengan pisau. Hewan itu tewas dalam kondisi tersiksa, demikian ungkap Louies. Louies mengatakan bahwa WTI dan WCCB telah meluncurkan kampanye online untuk menghentikan penggunaan produk hewani dalam praktik okultisme di India bersamaan dengan prakarsa lain untuk memerangi perdagangan satwa liar di dunia siber secara umum. Biro tersebut secara teratur memantau situs web untuk mencari iklan atau penawaran semacam itu agar dapat mengambil tindakan segera dalam masalah ini, kata Direktur Tambahan WCCB Tilotama Varma. Mengingat Para penjahat memasarkan biawak dan bagian tubuhnya, yang diiklankan di internet sebagai afrodisiak. THE ASSOCIATED PRESS

PAGE 36

36 IPD FORUMkeseriusan masalah ini, biro tersebut juga telah mengambil beberapa prakarsa, seperti mengontrak spesialis kejahatan siber untuk melakukan patroli siber reguler guna mendeteksi postingan atau penawaran di portal perdagangan semacam itu di World Wide Web, selain mendapatkan rincian tersangka dan menyerahkannya kepada instansi penegak hukum terkait agar dilakukan tindakan hukum. Selain itu, jika penyelidikan atau analisis kriminal oleh WCCB atau instansi lainnya menetapkan keterlibatan warga asing mana pun, rincian penjahat itu dicari dari masing-masing negara melalui National Central Bureau (Interpol), katanya. WCCB mengadakan pertemuan dengan perwakilan dari portal perdagangan online pada Mei 2016 untuk memberi tahu mereka tentang perdagangan satwa liar di internet dan untuk mendiskusikan bagaimana mereka dapat membantu biro tersebut, demikian ungkap Varma. Dia mencatat bahwa banyak situs web dihosting dari luar negeri, dan bisnisnya sulit ditemukan. MENARGET PELAKU PEMASARAN Permintaan produk hewan dan tumbuhan di seluruh dunia terus mendorong perdagangan satwa liar di India, dengan A.S. dan Tiongkok berada di puncak daftar pasar produk itu. Beberapa ahli mengatakan bahwa pelaku perdagangan berani mengambil tindakan itu karena A.S. adalah konsumen terbesar produk tanaman dan hewan yang diperdagangkan secara sah yang diatur oleh CITES. Kongres A.S. mengeluarkan Undang-Undang untuk Melenyapkan, Menetralisir, dan Menghancurkan Perdagangan Satwa Liar pada September 2016, yang memberi negara itu alat bantu tambahan untuk memerangi perdagangan satwa liar dan mendorong tindakan internasional untuk mengakhiri ancaman terhadap warisan alam kita. Tiongkok juga merupakan konsumen utama produk satwa liar legal dan ilegal. Obat tradisional Tiongkok sebagian besar dibuat dari ora dan fauna alam. Konsumsi di Tiongkok juga didorong oleh kepercayaan kuno pada kekuatan afrodisiak berbagai produk hewani seperti penis harimau dan cula badak, banyak di antaranya tidak berdasar. Sementara Tiongkok adalah pasar utama untuk gading, Vietnam adalah pasar utama untuk cula badak, demikian ungkap Dr. Richard Thomas dari TRAFFIC yang berbasis di Cambridge, jaringan pemantauan perdagangan satwa liar gabungan dari WWF dan International Union for Conservation of Nature. Namun, Tiongkok telah berjanji untuk mengakhiri perdagangan gading pada akhir tahun 2017, sebuah langkah yang telah membuat harga gading turun secara global dan meningkatkan harapan untuk konservasi gajah. Pasar Tiongkok telah menjadi pendorong utama perburuan gajah di Afrika, tempat 30.000 ekor gajah dibunuh setiap tahun. Perdagangan gading internasional telah dilarang sejak tahun 1990, namun banyak negara, termasuk A.S. dan Tiongkok, terus mengizinkan penjualan domestiknya. Akan tetapi, Washington mengeluarkan peraturan pada Juni 2016 yang melarang perdagangan semacam itu, meskipun mengecualikan barang antik gading dan beberapa kategori lainnya. Selain gading, produk satwa liar lainnya terus dikirim ke Tiongkok melalui, antara lain, India, Nepal, Myanmar, dan Bangladesh. Pengecer di internet seperti Amazon, eBay, OLX, dan Snapdeal mengatakan bahwa mereka telah menghentikan penjualan semacam itu. Amazon India mengatakan bahwa pihaknya menghapus 296 barang dalam kategori spesimen hewan pada Mei 2017 dan 104 barang di bawah kategori perangkap atau jebakan yang dicantumkan oleh penjual pihak ketiga. Produk seperti itu tidak lagi tersedia di Amazon. Selain itu, kami telah menindak dengan ketat upaya untuk secara tidak sengaja menjualnya, kata seorang juru bicara. EBay menyatakan bahwa pihaknya memiliki toleransi nol atas segala pelanggaran dan telah menguraikan kebijakan terhadap penjualan semacam itu di situsnya. OLX melaporkan bahwa pihaknya mengambil langkah untuk memastikan bahwa hewan dan burung yang dilindungi tidak dicantumkan untuk dijual oleh pengguna mana pun. Madhya Pradesh Tiger Strike Force India, yang didirikan pada tahun 2008 oleh departemen kehutanan negara bagian itu sebagai unit pemeriksa perburuan satwa liar, baru-baru ini mengirimkan pemberitahuan kepada perusahaan e-commerce yaitu Snapdeal, IndiaMart, Wish and Buy, dan Craft Comparison yang mencantumkan produk satwa liar di portal mereka. PerusahaanKAMI BERHARAP MEMBERSIHKAN INTERNET DARI BARANGBARANG SEMACAM ITU SEHINGGA ORANG-ORANG TIDAK TERTIPU OLEH PENJAHAT DAN MEMBELI PRODUK PERDAGANGAN SATWA LIAR TANPA SEPENGETAHUAN MEREKA. JOSE LOUIES, WILDLIFE TRUST OF INDIA

PAGE 37

37 IPD FORUMperusahaan ini telah dikaitkan dengan penjualan online dan penyitaan produk hewan yang terkait dengan upaya Wildlife Trust of India dan Louies. Pihak berwenang India memerintahkan perusahaan-perusahaan itu untuk menghapus semua konten tersebut dari situs mereka dan menunjukkan mengapa mereka tidak boleh melanggarnya. Barang-barang yang disita mencakup hatha jodi serta siyar singhi rumpun rambut yang tumbuh di kepala serigala yang digunakan dengan cara yang sama dalam ritual tantra dan diyakini memiliki sifat magis yang akan membawa kekayaan dan membantu menyelesaikan masalah. Beberapa perusahaan online telah berupaya mengekang pemasaran barang ilegal di internet. Pada tahun 2009, eBay melarang penjualan gading di semua platformnya. Pasar online Tiongkok Alibaba dan Tabao melarang postingan penjualan satwa liar pada tahun 2009 dan 2008, demikian menurut laporan gugus tugas Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan untuk melawan perdagangan gelap. Perusahaan e-commerce lainnya, Etsy, melarang penjualan semacam itu pada tahun 2013, dan raksasa teknologi Tiongkok Tencent, yang memiliki WeChat dan layanan olahpesan instan QQ, pada tahun 2015 meluncurkan sebuah kampanye, Tencent for the Planet Say No to Illegal Wildlife Trade. Direktur Bersama WCCB Kamal Datta mengatakan bahwa biro tersebut telah memberikan kata-kata kode dan lter kepada portal perdagangan itu serta meminta mereka melaporkan aktivitas yang mencurigakan. WCCB juga melakukan pelatihan untuk stafnya agar terus mengikuti tren tersebut dan untuk mengambil tindakan. WCCB juga memfasilitasi program pengembangan kemampuan untuk petugas kehutanan dan kepolisian, menyelenggarakan pertemuan antarlembaga, dan mensponsori sesi kepedulian untuk orang-orang yang tinggal di dekat suaka margasatwa. Kami secara konstruktif berkoordinasi dengan semua instansi terkait seperti pasukan perlindungan hutan, kepolisian, Bea Cukai, Biro Investigasi Pusat, Biro Intelijen, Pasukan Polisi Cadangan, dan SSB [Sashastra Seema Bal, bahasa Hindi untuk Pasukan Perbatasan Bersenjata] untuk penegakan hukum yang efektif, kata Varma. Biro tersebut juga berkoordinasi dengan Angkatan Laut dan Pasukan Penjaga Pantai India di Kepulauan Andaman dan Nikobar, di Teluk Benggala, dan Teluk Mannar dan Kepulauan Lakshadweep di Laut Lakshadweep [hamparan laut yang berbatasan dengan India, Maladewa, dan Sri Lanka di Samudra Hindia] untuk melakukan tindakan efektif melawan perburuan spesies laut ilegal. PENANGKAPAN YANG SUKSES WCCB, yang bekerja bersama dengan berbagai komponen dan mitranya, terus menggapai kesuksesan. Antara tahun 2013 dan 2016, WCCB melacak 725 kasus penyelundupan dan menangkap 275 orang pelaku, demikian ungkap Varma. WCCB telah menangkap setidaknya 129 orang yang terlibat dalam perburuan trenggiling dan perdagangan sisik trenggiling yang digunakan sebagai bahan obat-obatan dan afrodisiak, sejak Maret 2015 ketika departemen kehutanan Madhya Pradesh membentuk gugus tugas khusus untuk menangani masalah ini. Permintaan dari Tiongkok untuk mamalia yang terancam punah ini mendorong perdagangan gelap itu dan telah membuat pemburu liar membuat tiga rute penyelundupan utama dari India tengah ke Tiongkok, demikian yang dilaporkan surat kabar Hindustan Times pada Februari 2017. Rute pertama memindahkan barang-barang itu melalui Nepal dan Tibet, rute kedua melalui Myanmar ke Laos dan Thailand, dan rute ketiga melalui Uttarakhand ke Tibet. Narkoba terlarang sering kali menyertai pengiriman itu, demikian ungkap seorang informan. Pejabat India menyita sekitar 5.900 kilogram sisik trenggiling antara tahun 2009 dan 2014, yang berarti sekitar 2.000 ekor trenggiling dibunuh pada saat itu, demikian menurut Hindustan Times. Di Tiongkok, sisik trenggiling dijual seharga 34,4 juta rupiah (2.500 dolar A.S.) per kilogram. Penelitian kami menunjukkan meskipun jumlah penyitaan meningkat, volume sisik trenggiling yang disita menurun. Ini adalah indikasi yang jelas bahwa populasi trenggiling menurun di India, ungkap pakar trenggiling Rajesh Kumar Mohapatra kepada Hindustan Times. Mohapatra adalah anggota Grup Spesialis Trenggiling di International Union for Conservation of Nature. Demikian pula, dalam pencegatan penyu terbesar di negara itu sejauh ini, gugus tugas khusus yang dijalankan oleh kepolisian Uttar Pradesh menyita 6.430 ekor bulus apshell India dan kura-kura tempurung lunak yang terancam punah dari sebuah rumah di distrik Amethi pada Januari 2017, demikian yang dilaporkan surat kabar Times of India. Center for Science and Environment melaporkan bahwa sebanyak 37.267 ekor kura-kura diselamatkan di India antara tahun 2015 dan 2016, atau sekitar 100 ekor kura-kura setiap hari pada tahun itu. Saat ini, sebagian besar spesies di India terancam oleh perburuan, habitat yang menyusut, pembangunan serampangan, dan oleh pemburu yang mencari hewan buruan. Terlepas dari keberhasilan penindakan, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Perdagangan satwa liar, penggundulan hutan, dan hilangnya habitat tidak lagi menjadi masalah lokal namun menjadi masalah global. Berbagi informasi secara internal dan regional adalah kunci untuk memperkuat jaringan penindakan dan meningkatkan pemahaman dan komitmen untuk melawan penjahat siber yang terlibat dalam perdagangan ilegal hewan, tumbuhan, dan satwa liar, demikian yang disarankan oleh ahli penindakan perdagangan satwa liar. Banyak pejabat India menunjukkan bahwa permintaan luar negeri mendorong perburuan liar dan pembantaian yang sering kali tidak diperlukan terhadap hewan yang terancam punah. Mereka mengatakan bahwa untuk mengekang perdagangan satwa liar di dunia siber, faktor yang mendorong permintaan juga harus ditangani.

PAGE 38

38 IPD FORUM Petugas polisi paramiliter berpartisipasi dalam latihan anti-terorisme di pembangkit listrik tenaga nuklir Haiyang di Tiongkok pada Mei 2017.

PAGE 39

39 IPD FORUM KETAHANAN ENERGIFOTO DARI REUTERSSTAF FORUM Kerja sama dan tata kelola yang baik merupakan kunci untuk memastikan pembangkitan listrik tenaga nuklir yang aman dan stabilitas regional

PAGE 40

40 IPD FORUMara ahli memprediksi kawasan Indo-Pasik akan mendorong pengembangan energi nuklir di masa depan, dengan Tiongkok, Jepang, India, dan Korea Selatan mendorong sebagian besar pertumbuhan itu. Kawasan ini mengoperasikan lebih dari seperempat dari 449 reaktor tenaga nuklir dunia, dan lebih dari separuh kapasitas nuklir baru dunia sedang dibangun di sana, demikian yang dilaporkan Nuclear Energy Institute. Lebih dari 40 PLTN sudah dibangun, dan 90 PLTN lainnya berada dalam tahap perencanaan di kawasan ini, demikian menurut penghitungan terakhir World Nuclear Association (WNA). Selain itu, lebih dari 20 negara Indo-Pasik lainnya, termasuk Bangladesh, Indonesia, Filipina, Malaysia, Sri Lanka, dan Thailand, merencanakan atau mempertimbangkan untuk membangun pembangkit listrik tenaga nuklir dalam beberapa dekade mendatang. Prospek tenaga nuklir di kawasan Asia Pasik tidak hanya menjanjikan ... tetapi juga relevan dan akan terus berlanjut hingga bertahun-tahun mendatang, kata Maria Zeneida Collinson dari Departemen Luar Negeri Filipina, yang memfasilitasi konferensi Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dan Kerangka Kerja Internasional untuk Kerja Sama Energi Nuklir pada September 2016 di Manila, demikian menurut surat kabar The Japan Times. Kawasan Asia Pasik ini memiliki salah satu tingkat pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia. Dengan demikian, permintaan akan sumber energi yang terjangkau dan berkelanjutan diperkirakan akan meningkat, ungkapnya dalam sebuah pernyataan ringkas. Tenaga nuklir memiliki potensi untuk mengurangi tingkat polusi, mengurangi ketergantungan pada minyak dan bahan bakar fosil, dan membantu memperlambat perubahan iklim yang tidak diinginkan. "Energi nuklir dapat berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan dengan memenuhi kebutuhan energi yang meningkat dan, pada saat bersamaan, mengurangi perubahan iklim, ujar Collinson. Tiongkok, misalnya, bergantung pada bahan bakar fosil terutama batu bara untuk menghasilkan lebih dari 70 persen listriknya. Untuk membantu memenuhi permintaan energi yang terus meningkat, Tiongkok berencana untuk melipatgandakan kapasitas nuklirnya menjadi 58 gigawatt pada tahun 2021, demikian yang dilaporkan WNA. Satu gigawatt cukup memberi daya sekitar 725.000 rumah di negara maju. Tiongkok, yang mengoperasikan 36 pembangkit listrik tenaga nuklir dan memiliki 24 PLTN yang sedang dibangun dan beberapa PLTN lainnya yang sedang direncanakan, juga bermaksud untuk mengekspor teknologi nuklirnya, demikian menurut WNA. Sementara itu, India pada Mei 2017 menyetujui rencana untuk membangun 10 reaktor nuklir tambahan yang akan memberikan kapasitas tambahan 7,8 gigawatt bagi negara itu dan mendorong kemajuan industri, demikian yang dilaporkan Reuters. Saat ini India memiliki 22 PLTN yang menghasilkan sekitar 6,8 gigawatt, dan enam PLTN yang akan memasok 6,7 gigawatt pada tahun 2021 telah mulai dibangun. 10 reaktor tambahan itu akan menggunakan desain reaktor air berat bertekanan India dan menciptakan lebih dari 33.400 lapangan pekerjaan, demikian menurut pernyataan pemerintah. Upaya ini akan menjadi langkah besar untuk memperkuat kredensial India sebagai kekuatan utama dalam pembangkitan listrik tenaga nuklir, ungkap pernyataan tersebut.Risiko PertumbuhanProspek tenaga nuklir tetap positif di kawasan ini meskipun terjadi kecelakaan nuklir di Three Mile Island, Chernobyl, dan Fukushima dan masalah proliferasi yang sedang berlangsung. Korea Selatan, yang mengoperasikan 25 reaktor, memperoleh sekitar 30 persen kebutuhan listriknya dari tenaga P

PAGE 41

41 IPD FORUMnuklir, dan Jepang mendapatkan sekitar 22 persen dari pengoperasian 43 reaktor, dan jumlah tersebut diperkirakan akan meningkat, demikian menurut WNA. Akan tetapi pemerintah Korea Selatan menghentikan pembangunan dua reaktor nuklir yang selesai sebagian pada bulan Juni 2017 untuk menangani kekhawatiran publik mengenai keamanan atom, demikian yang dilaporkan Reuters. Dalam beberapa tahun terakhir, ratarata sekitar 10 PLTN baru telah beroperasi setiap tahun di seluruh dunia. Meskipun risiko kecelakaan nuklir lainnya tidak dapat dikurangi menjadi nol, negaranegara itu harus mempertimbangkan risiko relatif dalam penilaian mereka, demikian yang dijelaskan Dr. Bill Wieninger, seorang profesor di Daniel K. Inouye Asia-Pacic Center for Security Studies (APCSS) pada Konferensi Operasional dan Sains dan Teknologi Komando Pasik A.S. di Honolulu pada Maret 2017. Meskipun adanya kengerian akan terjadinya kecelakaan besar, kenyataannya adalah bahwa risiko kematian akibat tenaga nuklir jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan risiko kematian akibat bahan bakar fosil, baik berupa polusi partikel, emisi karbon, stabilitas pasokan, polusi ekstraksi, atau kecelakaan transportasi. Akan tetapi para ahli mengatakan bahwa seiring meningkatnya penggunaan energi nuklir di kawasan ini, berkembang juga risiko penghancuran dan proliferasi oleh karena peningkatan jumlahnya. Karena itu, risikonya selalu ada karena hampir setiap negara di dunia memiliki akses ke sejumlah kecil uranium yang dibutuhkan untuk memproduksi beberapa senjata, demikian menurut laporan online WNA berjudul Safeguards to Prevent Nuclear Proliferation pada Maret 2017. Selain meningkatnya jumlah fasilitas energi nuklir di Indo-Pasik, sebagian besar negara termasuk Bangladesh, Indonesia, Korea Utara, Filipina, dan Vietnam telah memiliki reaktor penelitian, demikian menurut WNA. Sejauh ini, upaya pengamanan internasional telah berupaya mencegah proliferasi nuklir secara global. Hingga saat ini, tenaga nuklir sipil masih belum menjadi penyebab atau rute untuk persenjataan nuklir di negara mana pun yang memiliki persenjataan nuklir, dan tidak ada uranium yang diperdagangkan untuk produksi listrik telah dialihkan untuk penggunaan militer, demikian tulis laporan WNA pada Maret 2017. Mengingat perkiraan adanya pertumbuhan yang cepat di masa depan, diperlukan peningkatan kerja sama dan praktik tata kelola yang baik untuk memastikan bahwa pembangkitan energi nuklir diimplementasikan dan dikembangkan dengan aman di kawasan ini, demikian ungkap para ahli.Nelayan berdiri di depan proyek pembangkit listrik tenaga nuklir Kudankulam di negara bagian Tamil Nadu di India selatan.

PAGE 42

42 IPD FORUMMemperluas Kerja SamaKerja sama regional dan internasional yang lebih banyak dan lebih baik dapat membantu mengurangi risiko kecelakaan nuklir dan proliferasi serta meningkatkan keamanan secara keseluruhan dengan mengurangi persaingan sumber daya. Secara historis, kecelakaan di masa lalu telah mendorong dibuatnya alat bantu yang lebih baik untuk melakukan kerja sama. Setelah kecelakaan di Three Mile Island di Pennsylvania pada tahun 1979, industri tenaga nuklir menciptakan Institute of Nuclear Power Operations, sebuah organisasi nirlaba yang berkantor pusat di Atlanta, untuk mempromosikan tingkat keselamatan dan keandalan tertinggi dalam pengoperasian pembangkit listrik tenaga nuklir komersial. Industri ini mendirikan organisasi tersebut sebagai tanggapan atas temuan Komisi Kemeny, yang menyelidiki kecelakaan tersebut. Institut ini telah bekerja sama dengan industri internasional untuk menetapkan tujuan, kriteria, dan pedoman kinerja bagi industri tenaga nuklir untuk melakukan evaluasi rinci secara berkala terhadap pembangkit listrik tenaga nuklir dan untuk membantu meningkatkan kinerja, demikian menurut situs webnya. Ada kerja sama yang kuat antara berbagai pemangku kepentingan dalam desain, konstruksi, dan pengoperasian reaktor yang aman bahkan sebelum kejadian di Fukushima, seperti yang ditunjukkan oleh kerja sama yang terus berlanjut antara Westinghouse, Southern Power, dan State Nuclear Power Technology Corporation Tiongkok mengenai konstruksi dan kemudian pengoperasian reaktor AP1000 di A.S. dan Tiongkok, ujar Wieninger yang bekerja di APCSS. Setelah gempa Tohoku pada tahun 2011 yang mencapai 9,0 skala Richter, tsunami setinggi 15 meter menonaktifkan catu daya dan pendinginan tiga reaktor Fukushima Daiichi. Ketiganya sebagian besar meleleh dalam tiga hari pertama, menyebabkan kecelakaan nuklir pada 11 Maret 2011, demikian yang dilaporkan WNA. Bencana tersebut memberikan banyak pelajaran yang dapat dipetik dan menghasilkan metode baru untuk kerja sama regional dan internasional. Misalnya, direktur jenderal IAEA dan Komisi Regulasi Nuklir A.S. mengeluarkan rekomendasi tentang cara memperbaiki keamanan reaktor.Secara historis, kecelakaan di masa lalu telah mendorong dibuatnya alat bantu yang lebih baik untuk melakukan kerja sama. NEGARA REAKTOR TENAGA LISTRIK Dapat Dioperasikan atau Sedang BeroperasiREAKTOR TENAGA LISTRIK Sedang DibangunREAKTOR TENAGA LISTRIK DirencanakanREAKTOR PENELITIAN TAHAP LAIN DARI SIKLUS BAHAN BAKAR Sumber: World Nuclear Association, World Energy Outlook TOTAL 136 40 88 49* Australia Bangladesh Tiongkok India Indonesia Jepang Korea Selatan Malaysia Korea Utara Pakistan Filipina Taiwan Thailand Vietnam 36 22 43 25 4 6 24 6 3 3 2 2 2 40 22 1 9 8 2 4 1 1 16 4 3 14 2 1 1 1 1 1 1(+1) 1 48 reaktor penelitian dapat dioperasikan, 1 sedang dibangun di Thailand. Pemrosesan Ulang Fasilitas pengelolaan limbah untuk bahan bakar bekas dari reaktor Pertambangan Uranium Konversi Pengayaan Fabrikasi Bahan Bakar* TENAGA NUKLIR

PAGE 43

43 IPD FORUMSebuah contoh terkemuka dalam penguatan kerja sama antarnegara terjadi pada Maret 2016 ketika Tiongkok dan A.S. membuka pusat keselamatan nuklir bersama di Beijing untuk menawarkan pelatihan penanganan bahan nuklir yang aman dan pencegahan serangan teroris pada fasilitas nuklir, memberikan sebuah forum untuk pertukaran praktik terbaik bilateral dan regional, dan berfungsi sebagai tempat untuk mendemonstrasikan teknologi mutakhir yang terkait dengan keamanan nuklir. Kepemimpinan yang kuat dapat membantu memastikan diterapkannya praktik dan teknologi keselamatan yang lebih baik. Kantor Nonproliferasi Nuklir Pertahanan Administrasi Keamanan Nuklir Nasional Departemen Energi A.S. dan Otoritas Energi Atom Tiongkok telah bekerja sama dalam lebih dari 50 pelatihan dan pertukaran teknis mengenai praktik terbaik keamanan nuklir yang mencapai puncaknya pada pembentukan pusat unggulan di Beijing. Fukushima juga berkontribusi terhadap meningkatnya kesadaran akan saling ketergantungan antarnegara dalam hal pengelolaan sumber daya dan banyak masalah keamanan lainnya. Tidak ada satu negara pun yang bisa dengan begitu saja mulai menciptakan tenaga nuklir karena, terutama setelah kecelakaan di Three Mile Island, Chernobyl, dan Fukushima, [kecelakaan itu menunjukkan] bahwa seluruh dunia terhubung, ungkap Wakil Direktur Jenderal IAEA Mikhail Chudakov dalam konferensi di Manila pada tahun 2016, demikian menurut The Japan Times.Tata Kelola yang BaikTata kelola yang baik juga akan menjadi kunci untuk mengurangi bahaya insiden fasilitas nuklir, pembuangan limbah, dan potensi penyebaran senjata nuklir dan peranti penyebar radiologi ketika jumlah pembangkit listrik tenaga nuklir yang beroperasi di kawasan ini meningkat. NEGARAJumlah UNIT NUKLIR KAPASITAS NUKLIR (MW per tahun)PEMBANGKITAN LISTRIK TENAGA NUKLIR (GWh per tahun) PANGSA BAHAN BAKAR NUKLIR (Persen) TOTAL 451 391,521 2,476,671.2 Sumber: Badan Energi Atom Internasional (IAEA)* Angka kapasitas nuklir IAEA dan Administrasi Informasi Energi A.S. sedikit berbeda. KAPASITAS dan PEMBANGKITAN LISTRIK TENAGA NUKLIR DUNIA99 58 43 36 37 25 19 15 8 10 15 7 22 7 3 1 5 4 2 4 2 2 4 3 2 2 4 1 1 1 1 99,319 63,130 40,290 31,384 26,528 23,077 13,554 13,107 10,799 9,740 8,918 7,121 6,240 5,913 5,052 3,930 3,333 2,764 1,926 1,889 1,884 1,860 1,814 1,632 1,552 1,300 1,005 915 688 482 375 805,327.2 386,452.9 17,537.1 197,829.0 184,054.1 154,306.7 95,650.2 76,077.8 80,069.6 60,647.4 65,149.0 56,102.4 35,006.8 41,430.5 30,461.0 22,729.9 20,303.1 22,280.1 15,083.5 15,183.0 14,970.5 15,209.5 13,733.4 7,677.4 10,272.3 10,388.2 5,438.9 5,924.0 5,431.3 3,749.8 2,194.9 19.7 72.3 2.2 3.6 17.1 30.3 15.6 52.3 13.1 40.0 20.4 21.4 3.4 51.7 13.7 29.4 34.4 33.7 35.0 51.3 2.9 6.6 54.1 5.6 6.2 17.1 4.4 2.1 35.2 3.4 31.4 A.S.* Prancis Jepang Tiongkok Rusia Korea Selatan Kanada Ukraina Jerman Swedia Inggris Spanyol India Belgia Taiwan Republik Ceko Swiss Finlandia Bulgaria Hungaria Brasil Afrika Selatan Slovakia Argentina Meksiko Rumania Pakistan Iran Slovenia Belanda Armenia

PAGE 44

44 IPD FORUMKebijakan pemerintah harus memainkan peran kunci dalam semua hal yang terkait dengan nuklir, terutama dalam pembentukan kerangka kerja peraturan yang kuat dan efektif yang mengurangi bahaya proliferasi senjata nuklir, insiden fasilitas nuklir, dan pengelolaan limbah, kata Wieninger. Sebelum kecelakaan Fukushima, ahli seismologi Profesor Ishibashi Katsuhiko mempertanyakan independensi Komisi Keselamatan Nuklir Jepang setelah pejabat senior Badan Keamanan Nuklir dan Industri tampaknya mengesampingkan tinjauan baru terhadap standar desain seismik komisi tersebut. Setelah terjadinya bencana itu, Jepang merevisi peraturan atomnya sebagai tanggapan atas penyelidikan resmi mengenai kolusi yang berhasil didokumentasikan antara badan regulasi dan industri. Pada tahun 2016, IAEA mengatakan bahwa badan regulasi Jepang untuk keamanan nuklir dan radiasi, Otoritas Regulasi Nuklir, telah menunjukkan independensi dan transparansi sejak didirikan pada tahun 2012. Otoritas itu juga harus lebih memperkuat kompetensi teknisnya sehubungan dengan pengaktifan kembali fasilitas nuklir Jepang di masa mendatang, kata IAEA. Harus ada proses regulasi yang bagus, kuat, dan tidak korup, kata Wieninger. Kebijakan yang mendorong peningkatan pertukaran informasi di antara para ahli juga akan meningkatkan kerja sama regional. Misalnya, sebuah masyarakat dapat diciptakan di Indo-Pasik yang dimodelkan pada Masyarakat Nuklir Eropa, yang anggotanya mencakup dari lebih dari 27 negara dan banyak perusahaan, demikian ungkap Wieninger. Kebijakan yang mendorong pengembangan teknologi yang lebih baik juga akan meningkatkan keamanan produksi tenaga nuklir dan pengelolaan produk sampingan limbah yang tidak diinginkan dengan meningkatkan esiensi pemrosesan bahan bakar nuklir. Reaktor nuklir telah dirancang sedemikian rupa sehingga tidak menghasilkan plutonium yang dapat digunakan sebagai senjata dan dengan demikian meminimalkan risiko bahwa bahan semacam itu dapat digunakan secara diamdiam untuk memproduksi senjata ilegal. Selain itu, banyak negara terus mengupayakan pengembangan sumber energi alternatif lainnya yang akan mengurangi ketergantungan pada pembakaran hidrokarbon untuk bahan bakar. Energi nuklir telah semakin menjadi bagian dari rencana jaringan energi terpadu dan komprehensif yang mencakup pembangkitan listrik tenaga angin, tenaga matahari, panas bumi, tenaga air, dan pasang surut. Akan tetapi teknologi yang lebih baik saja tidaklah cukup. Dalam perspektif jangka panjang, industri tenaga nuklir tentunya akan lebih dikenal sebagai sumber energi primer penting yang beroperasi terus menerus untuk memenuhi permintaan daya minimum sepanjang tahun. Oleh karena itu, kita harus melakukan lebih banyak upaya untuk tidak hanya mengembangkan teknologi baru untuk meningkatkan keamanan dan esiensi ekonomi tetapi juga untuk mendapatkan penerimaan publik, kata Jumpei Matsumoto, manajer senior, Mitsubishi Heavy Industries Inc., pada konferensi Tenaga Nuklir Asia pada Maret 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia. Banyak dari rintangan yang masih ada terkait penggunaan tenaga nuklir yang lebih luas bersifat politis, bukan teknis. Para pemimpin pemerintah dan pembuat kebijakan harus mendidik masyarakat mengenai risiko relatif dari berbagai sumber energi, demikian ungkap para ahli.Tantangan ke DepanMasih ada banyak tantangan sebelum tenaga nuklir dapat diadopsi secara luas di Indo-Pasik. Tantangan itu meliputi kerja sama antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan sektor bisnis; pengembangan sumber daya manusia; dan pemilihan yang tepat dari reaktor yang telah terbukti keandalannya, demikian yang dijelaskan Kumiaki Moriya, kepala insinyur perusahaan, Hitachi-GE Nuclear Energy, pada konferensi Tenaga Nuklir Asia pada tahun 2017. Jepang telah bekerja untuk memenuhi tantangan tersebut dengan mengadakan berbagai acara seperti mengirimkan profesor dan ahli dari Jepang ke negara lain untuk memberikan kuliah, seminar, dan pelatihan, mengundang para pelajar untuk belajar tentang teknologi di lembaga pendidikan di Jepang, dan menggunakan pelajaran yang dapat dipetik dari konstruksi dan pengoperasian reaktor air mendidih mutakhir, demikian ungkap Moriya. Alhasil, Jepang telah sangat meningkatkan pengetahuan nuklirnya dan membagikan pelajaran yang diperolehnya dengan negara-negara lain. Generasi terbaru dari reaktor-reaktor yang dipasang di seluruh dunia menggunakan teknologi Reaktor nuklir telah dirancang sedemikian rupa sehingga tidak menghasilkan plutonium yang dapat digunakan sebagai senjata dan dengan demikian meminimalkan risiko bahwa bahan semacam itu dapat digunakan secara diamdiam untuk memproduksi senjata ilegal.

PAGE 45

45 IPD FORUMpendingin pasif yang akan mendinginkan reaktor meskipun terjadi kegagalan daya seperti yang terjadi di Fukushima. Semakin banyak negara yang ekonominya sedang berkembang di kawasan ini mempertimbangkan untuk beralih ke tenaga nuklir pada kurun waktu 2025 hingga 2030. Bangladesh telah menandatangani kontrak dengan Rusia untuk membangun PLTN yang akan beroperasi di sana pada tahun 2022. Vietnam juga menandatangani kontrak untuk mulai membangun dua PLTN, yang pembangunannya telah ditunda. Banyak anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) lainnya juga mempertimbangkan dengan serius pengembangan tenaga nuklir. WNA melaporkan bahwa Thailand dan Indonesia telah memiliki rencana yang dikembangkan dengan baik untuk melakukannya, dan diskusi juga sedang berlangsung di Laos, Filipina, Malaysia, dan Singapura. Negara-negara ASEAN menghadapi risiko yang serupa dengan risiko yang dihadapi banyak negara lain yang mempertimbangkan untuk memulai program tenaga nuklir. Akan tetapi, mengingat lokasi kawasan tersebut, pasca-Fukushima, persepsi publik akan risiko niscaya telah meningkat, ungkap Anthony Wetherall, seorang peneliti senior di National University of Singapore, kepada forum Tenaga Nuklir Asia pada Maret 2017. Ada kebutuhan untuk memperkuat tata kelola nuklir regional, khususnya, ketika keprihatinan, kerja sama/konsultasi yang lebih besar di antara negara-negara ASEAN seperti mengenai keselamatan nuklir (misalnya, penempatan PLTN di dekat perbatasan) dan masalah keamanan (misalnya, di pelabuhan, perbatasan), memfasilitasi peningkatan partisipasi masyarakat dan pemangku kepentingan, dialog dan keterlibatan seperti tentang bagaimana risiko akan dikelola sebagai salah satu cara untuk membantu mengurangi ketakutan akan adanya pembangunan PLTN baru. Negara-negara energi nuklir yang sedang muncul dan berkembang dapat mengurangi risiko kecelakaan di masa depan dengan mengindahkan pelajaran yang dapat dipetik dari kecelakaan sebelumnya dan dari pengalaman perusahaan dan pemerintah yang telah mengoperasikan dan mengawasi PLTN selama beberapa dekade. Peningkatan kerja sama regional dan internasional, ditambah dengan penerapan praktik tata kelola yang baik, akan membantu memastikan bahwa pertumbuhan tenaga nuklir di IndoPasik membawa peluang untuk mencapai kemakmuran dan keamanan yang lebih baik dan bukannya bahaya bagi kawasan ini. Seorang karyawan Tokyo Electric Power Co. berjalan melewati tangki penyimpanan untuk air yang terkontaminasi di pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daiichi di Okuma, Jepang, pada Februari 2017.

PAGE 46

46 IPD FORUM Pendaki Gunung MiliterMITRA INDO-PASIFIK BERBAGI FAKTA DINGIN TENTANG OPERASI DI KETINGGIAN TINGGI ILUSTRASI FORUM

PAGE 47

47 IPD FORUM STAF FORUMetika pintu akhirnya dibuka setelah naik pesawat selama 2 jam, 128 prajurit terjun payung bersiap untuk menjalani perjalanan hidup mereka. Mereka melompat dari ketinggian sekitar 400 meter ke daratan tak bertuan di Arktik tempat bernama Deadhorse, Alaska mengenakan lebih dari 90 kilogram peralatan yang mencakup sepatu salju, persenjataan, dan pasokan. Ketika prajurit terjun payung itu keluar, suhunya 104 derajat [Fahrenheit] di bawah nol selama 2 detik sampai parasut mereka terbuka, kata Mayor Jenderal Bryan Owens, mantan komandan Angkatan Darat A.S. di Alaska (USARAK). Begitu parasut mereka terbuka, suhunya minus 63 di darat, dan dalam empat jam operasi di darat, suhunya minus 63. Sungguh luar biasa. Prajurit dari Tim Tempur Brigade Infanteri Ke-4 (Lintas Udara) dari Divisi Infanteri ke-25 yang dengan gagah berani menerjang cuaca dingin yang mematikan pada Februari 2017 itu berpartisipasi dalam latihan Spartan Pegasus, latihan cuaca dingin tahunan di tundra beku hanya beberapa kilometer dari Samudra Arktik. Pelajaran yang dipetik selama latihan itu, yang pada tahun 2017 dirancang untuk mengambil kembali satelit yang jatuh, dan pada kursus di Pusat Pelatihan Peperangan Utara (Northern Warfare Training Center) di Black Rapids, Alaska, dapat menunjukkan perbedaan antara tragedi dan misi yang sukses. Pada suhu di bawah nol, kesalahan terkecil bisa mematikan sesuatu seperti menyentuh senjata atau menggosok peralatan ski dengan kulit telanjang. Sesuatu yang sederhana seperti kontak kulit dengan logam sangat mematikan, ungkap Owens kepada FORUM selama Simposium dan Pameran Asosiasi Institute of Land Warfares Land Forces of the Pacic (LANPAC) Angkatan Darat A.S. pada Mei 2017 di Honolulu, Hawaii. Tindakan itu akan membuat Anda mengalami radang dingin dengan seketika. Anda harus berhati-hati agar bagian logam tidak menyentuh kulit Anda. MITRA PASIFIK Dari puncak tertinggi Amerika Utara, Denali, ke Himalaya nan agung di Asia lalu Andes di Amerika Selatan, banyak dari pelajaran pendakian gunung dan cuaca dingin militer ini bersifat universal. USARAK bekerja sama dengan negara-negara Indo-Pasik untuk memaparkan Prajurit terhadap teknik baru dan lingkungan yang menantang. Mitra pelatihan pendakian gunung utama USARAK di kawasan ini meliputi India, Jepang, Mongolia, Nepal, dan Cile semua negara dengan medan pegunungan. Kami mencari kemiripan dengan mitra kami dalam hal geogra dan tantangan serupa yang mereka miliki, kata Owens. Pelatihan itu memungkinkan kami berbagi praktik terbaik. Pelatihan itu memungkinkan kami untuk mengembangkan kemampuan dari kekuatan satu sama lain. Pelatihan itu sangat bermanfaat bagi kami. Pertukaran tersebut juga menguntungkan Nepal, yang merupakan lokasi Gunung Everest dan beberapa medan yang paling sulit di dunia, demikian ungkap kepala Angkatan Darat Nepal, Jenderal Rajendra Chhetri. Di negara yang 80 persen lansekapnya bergunung-gunung, mencapai kesuksesan di lingkungan dengan ketinggian tinggi mulai dari melakukan operasi militer hingga menyelamatkan KSersan Mayor Angkatan Darat A.S. Jonathan M. Emmett memimpin Prajurit dari gugus tugas penerbangan melalui pelatihan cuaca dingin di Fort Wainwright, Alaska. KOPRAL SATU LILIANA S. MAGERS/ URUSAN PUBLIK ANGKATAN DARAT A.S. DI ALASKAPrajurit Angkatan Darat A.S. dari Kompi B, Batalion ke-1, Resimen Penerbangan ke-52 bersiap untuk membongkar perlengkapan dan pasokan dari helikopter Chinook CH-47F setelah mendarat di Gletser Kahiltna selama pelatihan ketinggian tinggi di Alaska. JOHN PENNELL/ANGKATAN DARAT A.S. PUBLIC AFFAIRS

PAGE 48

48 IPD FORUM pendaki dari Everest adalah bagian dari kehidupan sehari-hari bagi Prajurit Nepal, demikian ungkap Chhetri. Ada banyak tantangan yang harus kami hadapi saat beroperasi di ketinggian, kata Chhetri. Ada bahaya kesehatan jika Anda tidak berpakaian dengan tepat. Dengan tingkat oksigen yang rendah, Anda bisa merasakan penyakit ketinggian. Jika Anda tidak memiliki perlengkapan yang tepat, radang dingin akan memengaruhi Anda. Angkatan Darat Nepal membagikan pelajaran ini dengan banyak mitranya. Angkatan Darat Nepal telah mengoperasikan Akademi Pelatihan Peperangan Ketinggian Tinggi dan Gunung Angkatan Darat Nepal selama lebih dari empat dekade, demikian ungkap Chhetri. Negara-negara tetangga di Indo-Pasik, termasuk Bangladesh, Tiongkok, Pakistan, dan Sri Lanka, mengirim Prajurit mereka untuk berlatih di sana, demikian halnya dengan Amerika Serikat, Kanada, Inggris, dan negara-negara Eropa lainnya. Kami membuka sekolah peperangan ketinggian kami untuk siswa internasional, termasuk siswa A.S., kata Chhetri. A.S. adalah peserta reguler dalam kursus itu. Meskipun Prajurit Nepal sangat berpengalaman dalam beroperasi di tempat yang tinggi, seorang pemimpin militer Mongolia mengatakan bahwa negaranya memiliki wawasan yang sama tentang pertukaran militer-ke-militer yang berasal dari pengalaman selama berabad-abad dalam melakukan operasi di lingkungan yang keras. Letnan Kolonel Shinebayar Dorjnyam, wakil komandan pasukan khusus Mongolia, mengatakan melalui seorang penerjemah saat berada di LANPAC bahwa dia mengikuti pelatihan ketinggian tinggi tingkat pemula di Alaska pada tahun 2015 dan terkesan dengan teknologi baru yang diberikan oleh Angkatan Darat A.S. Meskipun A.S. menyediakan teknologi canggih, wakil komandan itu mengatakan, Prajurit-prajuritnya memiliki keterampilan rahasia mereka sendiri. Kami unik karena kami masih mempertahankan gaya hidup nomaden kami, katanya. Kami memelihara keterampilan yang kami miliki dengan gaya hidup itu. Kami tahu cara membuat api, beradaptasi, dan menyesuaikan diri bebas dari teknologi. SUKSES PADA SUHU DI BAWAH NOL Meskipun sulit untuk bertahan hidup pada suhu di bawah nol, Prajurit tidak boleh menurunkan standar kemampuannya. Owens mengatakan bahwa mereka berlatih untuk melakukan operasi militer di lingkungan yang tidak akan pernah dialami banyak orang. Banyak orang berpikir Anda bisa membawa unit yang sangat terlatih dan mengerahkan mereka ke dalam cuaca yang sangat dingin, dan mereka akan mengatasinya. Mereka akan mampu beroperasi di sana, katanya. Hal itu tidak akan terjadi. Pelatihan ekstensif, peralatan terbaik, dan kepemimpinan yang piawai adalah kunci sukses. Ada perbedaan antara bertahan hidup di daerah yang dingin dan mencapai kesuksesan, ungkapnya. Di Pusat Pelatihan Peperangan Utara, Prajurit diajari teknik pendakian gunung militer tingkat dasar serta keterampilan cuaca dingin tingkat lanjutan, yang melibatkan manajemen panas tubuh kemampuan untuk berpakaian dengan tepat, melapisi dan menanggalkan dengan tepat sehingga Anda pada akhirnya tidak berkeringat dalam lingkungan cuaca dingin. Anda tidak ingin berkeringat di lingkungan cuaca dingin, kata Owens. Itu sangat berbahaya. Pada iklim di bawah nol, keringat yang bercucuran bisa membuat tubuh kehilangan panas dengan cepat, menyebabkan hipotermia. Tubuh manusia bukanlah satu-satunya hal yang bisa menjadi lamban di Arktik. Peralatan juga melamban. Persenjataan dan helikopter, misalnya, tidak berfungsi dengan cara yang sama pada suhu di bawah nol seperti yang terjadi pada iklim yang lebih hangat. Peralatan peperangan di Arktik diuji di Pusat Pengujian Kawasan Dingin Angkatan Darat A.S. di Fort Greely, Alaska, dan kemudian dinilai oleh Prajurit di USARAK. Kami memberi mereka umpan balik mengenai fungsionalitas, bahaya tersembunyi, beberapa perbaikan yang bisa Prajurit Arktik dari Pusat Pelatihan Peperangan Utara Angkatan Darat A.S. di Alaska berlatih di dekat Danau Galbraith, Alaska. SERSAN KEPALA ADAM MCQUISTON/ANGKATAN DARAT A.S.

PAGE 49

49 IPD FORUM mereka lakukan, kata Owens. Prajurit menilai persenjataan, sepatu ski, sepatu bot kedap uap, mukluk Kanada, yaitu sepatu bot lunak dan tinggi yang secara tradisional dipakai di Arktik Amerika, serta peralatan komunikasi. Di lokasi paling utara, sudut pandang ke satelit sangat menantang, kata Owens. Menjaga agar pesawat bisa terbang tidaklah mudah. Saat menyiapkan helikopter Apache di ketinggian tinggi, dibutuhkan sekitar enam jam untuk mengaktifkan secara penuh peralatan elektronik yang ada di helikopter, kata Owens. Aki memiliki masa pakai singkat saat Anda berbicara tentang cuaca dingin. Oli, sistem hidraulis, sangat lamban. Bahkan saat Prajurit dilatih dan diperlengkapi dengan baik, menggunakan senjata di tempat yang dingin bisa menjadi tantangan tersendiri. Beroperasi dengan sarung tangan Arktik sangat sulit, kata Owens. Semuanya terasa lambat. Prajurit belajar cara melapisi dan menanggalkan pakaian dengan tepat, sehingga mereka tidak mengalami radang dingin dan hingga kondisi ekstrem lainnya kelelahan akibat panas. Bahaya tersebut membutuhkan pemimpin terlatih untuk mendeteksi tanda-tanda masalah. Bagaimana Anda mengidentikasi kapan salah satu Prajurit Anda menderita tanda-tanda awal radang dingin atau kelelahan akibat panas, percaya atau tidak? kata Owens. Ada tugas kepemimpinan sederhana seperti membuat Prajurit Anda minum air. Pada suhu minus 40, tak ada yang ingin minum air. Di belahan dunia nun jauh di sana, tantangan pendakian gunung militer di Himalaya membutuhkan jenis peralatan yang berbeda. Terkadang teknologi terbaru bukanlah pilihan terbaik. Ada sedikit sekali, bahkan hampir tidak ada jalan, di pegunungan Nepal, kata Chhetri. Anda tidak bisa membawa kendaraan Anda ke sana. Operasi militer menyelamatkan para pendaki dari Gunung Everest atau memerangi pemberontakan Maois selama puluhan tahun yang berakhir pada tahun 2006 harus dilakukan, tidak peduli seberapa keras kondisi medannya. Untuk menyelesaikan pekerjaan itu, Angkatan Darat Nepal sering kali berjalan kaki dan mengandalkan yak, domba, dan keledai gunung untuk memindahkan peralatan, demikian ungkap Chhetri. Hanya ada sedikit jalur pendaratan untuk pesawat terbang sayap tetap, dan di musim dingin, Anda tidak bisa mendarat di sana karena adanya salju dan es, katanya. KOMPONEN VITAL USARAK telah mengerahkan pasukan tim tempur brigade Stryker dan tim tempur brigade lintas udara ke seluruh dunia, termasuk Kosovo, Irak, dan Afganistan. Prajurit yang mampu beroperasi di medan pegunungan bercuaca dingin sangat penting dalam misi global ini karena daerah dingin mewakili 31 persen permukaan bumi, dan 27 persen dunia memiliki daerah pegunungan, demikian ungkap Owens. Entah itu misi menyediakan bantuan bencana, seperti gempa dahsyat yang melanda Nepal pada tahun 2015, menewaskan hampir 9.000 orang dan melukai 22.000 orang atau misi tempur dalam suhu beku, prajurit yang beroperasi di tempat yang tinggi dan cuaca dingin pastilah merupakan prajurit dengan kebugaran sik paling hebat di planet ini. Dalam kasus USARAK, kenyataan bahwa mereka tinggal, bekerja, dan bahkan mengirim anak-anak mereka ke sekolah pada suhu di bawah nol telah membantu mereka, demikian ungkap Owens. Ini adalah bagian dari kehidupan sehari-hari. Prajurit kami tidak hanya berlatih di daerah yang dingin, tapi mereka tinggal di sana. Bahkan dalam aktivitas sehari-hari, mereka tahu bagaimana tidak hanya bertahan hidup di sana tapi juga untuk mencapai kesuksesan. Tinggal di Alaska, terutama di daerah Fairbanks tempat tim tempur brigade Stryker kami berada, suhunya di bawah minus 50 [Fahrenheit] pada Januari. Jenis suhu itu tidak akan Anda dapatkan di tempat lain.

PAGE 50

50 IPD FORUM JEMBATAN Membangun ILUSTRASI FORUMKOMANDAN TOM OGDEN/ANGKATAN LAUT A.S.

PAGE 51

51 IPD FORUMProgram The Bridge (Jembatan) dimulai di Armada Pasik (PACFLT) A.S. untuk memungkinkan 140.000 Pelautnya untuk membagikan solusi mereka terhadap tantangan khusus yang dihadapi Angkatan Laut. The Bridge membantu memandu Pelaut saat mereka membawa gagasan mereka dari konsep menjadi kenyataan. Komandan PACFLT A.S. Laksamana Scott H. Swift telah memperjuangkan prakarsa yang disebut The Bridge ini yang menguatkan jaringan organik Angkatan Laut untuk memungkinkan kolaborasi dan pembangkitan gagasan dengan memajukan pendidikan, memungkinkan pemberdayaan, mendorong hubungan, dan memacu transisi. The Bridge juga mendorong Pelaut untuk melihat lingkungan tempat kerja mereka melalui lensa inovasi; untuk melihat tantangan sebagai peluang dan bukannya penghalang jalan. The Bridge menumbuhkan kemampuan Pelaut untuk menciptakan dan mempertahankan budaya perubahan, inspirasi, dan kreativitas. Dalam bentuknya yang paling sederhana, The Bridge adalah keyakinan dan komitmen keyakinan bahwa gagasan terbaik bisa datang dari mana saja dan komitmen bahwa tidak ada Pelaut yang berjuang sendirian dalam mencapai solusi.MISI DAN SASARANMisi The Bridge adalah untuk mengeksplorasi, menemukan, dan menumbuhkan solusi terhadap tantangan yang berpusat pada armada. Sasaran The Bridge adalah menyediakan platform bagi Angkatan Laut A.S. untuk memanfaatkan surplus intelektual dari pasukannya secara keseluruhan dengan mentransisikan solusi yang efektif dalam pertempuran dari konsep menjadi prototipe dan pada akhirnya program yang disetujui.VISIVisi The Bridge adalah masa depan ketika semua Pelaut A.S. dapat berkontribusi dalam pengembangan solusi armada dengan menghasilkan, memperbaiki, dan mentransisikan gagasan mereka secara bebas melalui empat pilar utama: pendidikan, hubungan, pemberdayaan, dan transisi. Fondasi ini mempromosikan fokus Kepala Operasi Angkatan Laut pada pertempuran, belajar lebih cepat, memperkuat tim Angkatan Laut, dan membangun kemitraan. Selain itu, program ini sesuai dengan panduan Komandan PACFLT A.S. untuk melestarikan tenaga kerja yang tangguh, siap bertempur, memperkuat tatanan internasional, memimpin dengan kredibilitas, menyambut peluang, dan memproyeksikan kekuatan. Program percontohan awal beroperasi pada tahun 2016 dari Januari hingga Mei. Program itu terdiri dari serangkaian acara langsung yang terbuka untuk semua Pelaut berseragam dan sipil di pulau Oahu, Hawaii. Acara pertama adalah lokakarya inovasi cepat untuk mengajarkan Pelaut cara membuat dan menyajikan presentasi yang efektif untuk gagasan mereka. Acara selanjutnya memberi mereka kesempatan untuk mempresentasikan gagasan mereka kepada khalayak yang lebih besar dan dievaluasi oleh para ahli, yang tidak hanya menilai isi gagasan mereka, namun membantu mereka menyempurnakan presentasi mereka. Dari acara-acara ini, dua Pelaut dipilih untuk memberikan pengarahan kepada Komandan PACFLT A.S. dan pemimpin senior Angkatan Laut lainnya di Pasik mengenai gagasan, prototipe, dan jalur yang diusulkan untuk mentransisikan konsep mereka menjadi program yang disetujui. The Bridge memasangkan Pelaut ini dengan mentor untuk membantu membimbing mereka dalam menemukan organisasi yang akan mendanai dan menguji lebih lanjut gagasan mereka. Saat ini, program ini berada pada tahun keduanya dan terus berlanjut dengan kesuksesan yang sama. The Bridge akan terus membawa kegembiraan dan energi yang sama yang ada dalam JEMBATAN Komandan Armada Pasifik A.S. Laksamana Scott H. Swift memfasilitasi inovasi dengan program yang berorientasi pada solusi dari bawah ke atasLaksamana Scott H. Swift

PAGE 52

52 IPD FORUM program percontohannya ke seluruh armada, dan program ini akan mendorong PACFLT A.S. menjadi budaya yang bersedia untuk bereksperimen, tidak takut gagal, dan mampu memecahkan masalah. Dua acara yang direncanakan termasuk program persahabatan lima hingga enam minggu pada musim panas tahun 2017 di sektor swasta yang berusaha membangun hubungan dan bertukar pikiran antara Angkatan Laut dan industri, dan kamp pelatihan inovasi lima hari pada musim semi tahun 2018 untuk mendidik Pelaut dalam topik yang terkait dengan inovasi. Melalui kesempatan ini, The Bridge mendorong pembelajaran di dunia nyata ketika skenario pembelajaran berkecepatan tinggi diuji dan dipraktikkan. The Bridge telah menciptakan rasa kemasyarakatan di antara Bridge Builders yang berpartisipasi. Komunitas pembelajaran dan inovasi ini menjebol penghalang untuk memastikan budaya belajar melalui siklus hidup pembentukan gagasan. The Bridge ini paling berhasil ketika pemangku kepentingan institusional utama terhubung dan berada pada posisi terbaik untuk memengaruhi peningkatan kelincahan sistem akuisisi kita, sehingga sebuah gagasan menjadi dampak yang sebenarnya. Ini adalah upaya tim di antara Pelaut yang merupakan pemecah masalah, pemimpin senior yang menyokong dan mendukung proses inovasi, dan sponsor sumber daya yang memungkinkan untuk mentransisikan gagasan menjadi program yang disetujui. Apa yang membuat The Bridge istimewa dan sukses? Sebagai program inovasi yang populer di kalangan Pelaut dan dukungan pimpinan senior, The Bridge telah menunjukkan sinyal permintaan jelas yang dibuat oleh Pelaut untuk jenis prakarsa ini. Selain partisipasi Pelaut, The Bridge tumbuh INI BUKAN TENTANG BERPIKIR SECARA KREATIF ... INI TENTANG MENGEMBANGKAN POLA PIKIR KREATIF. Laksamana Scott H. Swift, Komandan Armada Pasik A.S.Laksamana Scott H. Swift menjawab pertanyaan dari Pelaut yang ditugaskan ke kapal perusak rudal kelas Arleigh Burke, USS Sterett dan USS Dewey, di Pangkalan Bersama Pearl Harbor-Hickam di Hawaii pada April 2017.KOPRAL KEPALA BYRON C. LINDER/ANGKATAN LAUT A.S.

PAGE 53

53 IPD FORUM GAGASAN TANPA BEBAN SOLUSI YANG DIMUNGKINKANMENTRANSISIKAN solusi dari konsep menjadi kenyataan.MENGHUBUNGKAN mereka yang memiliki solusi dengan mereka yang dapat mewujudkannya. Gagasan yang baik diperkuat oleh sejumlah orang yang percaya akan hal itu.MEMBERDAYAKAN Pelaut untuk mendorong perubahan positif dalam pasukan. Kemampuan untuk bertindak disertai dengan tanggung jawab untuk bertindak ... dan dengan itu muncul kewajiban pemimpin untuk memberdayakan tindakan.MENDIDIK tenaga kerja dengan memberi kesempatan kepada Pelaut untuk belajar dari satu sama lain, industri, dan melalui program akademi yang kuat. subur dengan partisipasi dan dukungan pimpinan. Pelaut merasa lebih diberdayakan untuk membagikan gagasan mereka, mengetahui bahwa mereka akan didengar dan didukung oleh pimpinan mereka. The Bridge mendapatkan dukungan, partisipasi, dan keterlibatan dari Laksamana Swift dan pimpinan senior Angkatan Laut A.S. lainnya di seluruh armada. Hal ini mendorong para pemimpin lain untuk melihat gagasan dengan pikiran terbuka dan membangun toleransi terhadap kegagalan. Lingkungan semacam itu membangun etos kewirausahaan dan ekosistem penyelidikan tempat Pelaut didorong untuk mengambil risiko cerdas. Interaksi biasanya saling bertatap muka, dari lokakarya inovasi cepat pertama hingga acara Pitch Fest perdana, hingga pertemuan mentor, dan akhirnya ke presentasi kepada pimpinan senior. Hal ini telah memungkinkan berkembangnya hubungan bermakna antara Pelaut junior yang melahirkan gagasan dan pimpinan senior yang dapat menerapkannya. Program ini juga menyediakan lingkungan kolaboratif real-time. Umpan balik bersifat seketika, biasanya dapat ditindaklanjuti dan tentunya bersifat otentik yang umumnya tidak muncul di lingkungan virtual. Gagasan yang dihasilkan Pelaut patut diperhatikan oleh karena kesamaan mereka dan juga hal yang membedakannya. Gagasan itu berasal dari berbagai Pelaut dinas aktif dan sipil tidak ada pola untuk jenis pelamar yang mengajukan sebuah gagasan. Gagasan itu juga mengandalkan berbagai jenis solusi untuk memecahkan masalah. Bersama-sama, pembeda utama ini menciptakan nilai yang tak tertandingi bagi Pelaut dan pemangku kepentingan yang memperkuat The Bridge sebagai ekosistem pembentukan gagasan yang luas dan diperkuat. PILAR THE BRIDGELAUTAN STATUS QUO ILUSTRASI FORUM

PAGE 54

54 IPD FORUM Dalam melacak teroris atau bertahan hidup di hutan, jenderal Malaysia bekerja sama dengan para mitraSTAF FORUMMEMBANGUN JARINGAN54 IPD FORUM PROFIL PEMIMPIN PENTINGIPDF

PAGE 55

55 IPD FORUM Letnan Jenderal Datuk Azizan bin Md Delin menjadi komandan lapangan wilayah barat untuk Angkatan Darat Malaysia pada Desember 2016. Sebagai komandan yang berpengalaman dalam masalah pertahanan regional dan domestik, Azizan menghabiskan 1,5 tahun sebelumnya sebagai kepala eksekutif Institut Pertahanan dan Keamanan Malaysia. Kementerian Pertahanan membentuk institut tersebut setelah dibuatnya keputusan pada tahun 2009 untuk menciptakan sebuah kelompok cendekiawan profesional guna menyediakan penelitian analitis mengenai isuisu pertahanan dan keamanan. Dalam perannya sebagai kepala eksekutif, Azizan menjabat sebagai penasihat utama Kementerian Pertahanan dan Angkatan Bersenjata Malaysia. Azizan, 57 tahun, bergabung dengan Angkatan Bersenjata pada Januari 1979 dan ditugaskan ke Royal Malay Regiment pada April 1981. Dia meraih gelar sarjana hukum dari MARA Institute of Technology di Malaysia pada tahun 1996 dan gelar master dalam bidang keamanan internasional dan hubungan sipil-militer dari Naval Postgraduate School di Amerika Serikat. Dia mengikuti program fellowship di bidang kontraterorisme di National Defense University, Washington, D.C., dan keamanan internasional di Harvard University. FORUM mewawancarai Azizan pada Mei 2017 di Simposium dan Pameran Institute of Land Warfares Land Forces of the Pacic (LANPAC) Angkatan Darat A.S. di Honolulu, Hawaii.Malaysia telah bekerja sama dengan Indonesia dan Filipina untuk memerangi pembajakan dan penculikan untuk mendapatkan uang tebusan di Laut Sulu. Dapatkah Anda menjelaskan peran Angkatan Darat Malaysia dalam proses itu dan kesuksesan apa yang Anda raih?Kami memiliki masalah di Laut Sulu, yang berbatasan dengan Kalimantan, Malaysia timur dan Sabah [negara bagian Malaysia di bagian utara]. Bukan berarti daerah itu tak bertuan, tapi daerah itu merupakan jalur perairan tradisional bagi orang-orang Sulu. Lautnya sangat luas, dan ada banyak titik masuk ilegal. Pada dasarnya merupakan ikatan keluarga (penculik yang memiliki hubungan keluarga di Malaysia, Indonesia, dan Filipina), sehingga secara historis sangat sulit bagi kami untuk menghentikannya dengan tepat. Ada banyak penculikan untuk mendapatkan uang tebusan. Mereka seperti penguasa militer. Ada begitu banyak pulau-pulau kecil, dan mereka berpindah dari satu pulau ke pulau lain karena tidak ada orang di pulaupulau itu. Kami mendirikan pangkalan laut melalui upaya bersama dengan perusahaan minyak kami, Petronas. Kami menggunakan anjungan minyak dan memodikasi anjungan minyak itu menjadi pangkalan laut yang bisa didarati oleh helikopter dan kemudian menjadi pangkalan terdepan untuk Angkatan Laut dan Pasukan Khusus kami. Tujuan utama dari pangkalan itu adalah untuk mencegat penyusup jika mereka menculik seseorang atau mencoba melarikan diri. Kami memasukkan faktor penangkalan, menunjukkan bahwa kami ada di sana. Kami juga memiliki pangkalan bergerak yang bisa kami pindahkan. Kami tidak bisa menghentikan aktivitas mereka sepenuhnya. Itulah sebabnya kami membuat kesepakatan trilateral. [Pada Juni 2017, Indonesia, Malaysia, dan Filipina mengumumkan rencana patroli angkatan laut trilateral sebagai wujud kerja sama untuk menghentikan kelompok teror yang diilhami oleh Negara Islam Irak dan Suriah.] Mengenai peran Angkatan Darat [Malaysia], kami menduduki sebuah pulau kecil dan kami berada di pantai kami untuk memastikan bahwa jika mereka masuk dan mencoba menculik siapa pun, kami berada di sana. Kami membagi wilayah antara militer dan Letnan Jenderal Datuk Azizan bin Md Delin ANGKATAN BERSENJATA MALAYSIASeorang sersan satu Malaysia menyaksikan seorang sersan mayor Angkatan Darat A.S. menyalakan api hanya dengan menggunakan bilah logam, batu, dan tanaman kering selama pelatihan bertahan hidup di Malaysia. ANGKATAN DARAT A.S.

PAGE 56

56 IPD FORUMpolisi untuk meliput wilayah seluas mungkin. Saat ini, sepertinya kami bisa mengekang aktivitas itu. Sangat tidak mungkin untuk bisa sukses 100 persen, tapi aktivitas mereka menurun drastis.Bagaimana Angkatan Bersenjata Malaysia bersiap untuk menghadapi kembalinya Kami siap untuk itu. Kami berharap mereka tetap berada di sana [di Suriah dan Irak] atau seseorang menamatkan mereka di sana. Tapi jika mereka kembali, mereka tidak akan kembali ke tempat yang tertib, jadi mereka mungkin pergi ke Filipina selatan. Bukan berarti di sana sukar dikendalikan, tapi pihak berwenang di sana masuk dan kemudian pergi. Daerah itu milik mereka [kelompok teror]. Kemungkinan besar mereka akan kembali ke daerah itu. Itulah prediksi kami.Bagaimana Angkatan Darat A.S. dan Angkatan Darat Malaysia bekerja sama dalam memerangi terorisme?Kami memiliki hubungan bilateral yang sangat baik, terutama dengan Angkatan Darat A.S. USPACOM [Komando Pasukan Amerika Serikat di Pasik] selalu ada bersama kami. Kami bisa menjalani pelatihan apa pun, pelatihan individu, dengan Angkatan Darat A.S. Kemudian kami memiliki pelatihan kolektif. Prajurit kami berkali-kali datang ke Hawaii. Dan sama halnya, kami juga menyediakan pelatihan keterampilan khusus, pelatihan hutan, dan pelatihan bertahan hidup untuk Angkatan Darat A.S. Hal itu sudah berlangsung lama sekali.Malaysia dikenal memiliki salah satu sekolah pelatihan peperangan hutan terbaik di dunia. Anda mengirim tim pelatihan bergerak ke Hawaii untuk melatih Prajurit dari Angkatan Darat A.S. Ada unsur pelatihan bertahan hidup tingkat dasar di iklim hutan yang tidak bisa dipraktikkan dengan mudah di Hawaii tidak seperti di hutan Malaysia. Apa saja pelatihan yang diberikan di Malaysia?Itu [peperangan hutan] merupakan keahlian kami. Pelatihan itu melibatkan bagaimana bertahan hidup saat Anda sendirian. Anda belajar cara memakan ular, cara memakan katak.Negara mana yang datang ke Malaysia untuk menerima pelatihan peperangan hutan?Inggris, Australia, Singapura, Thailand, Indonesia, dan Vietnam. Kami juga membawa beberapa negara Afrika. Seorang Ranger Malaysia memotong ular piton saat dia menunjukkan kepada Marinir A.S. cara mengolah ular untuk dijadikan makanan. PASUKAN MARINIR A.S.

PAGE 57

57 IPD FORUM Malaysia menyelenggarakan Seminar PAMS) ke-40 pada September 2016, mengundang pemimpin dari 30 angkatan darat. Bagaimana Angkatan Bersenjata Malaysia mendapatkan manfaat dari acara tersebut?Tentu saja, bila diberi kesempatan untuk menyelenggarakannya, kami ingin memberikan yang terbaik. Dan ketika orang-orang mengakui bahwa kami menyelenggarakan PAMS dengan sukses, kami merasa sangat puas dengan hal itu. Kedua, kapan pun ada PAMS, itu berarti kepala angkatan darat berdiskusi. Mereka melakukan pertukaran gagasan. Dan dengan melakukannya, kita memperbaiki hubungan bilateral atau multilateral kita.Mengapa Anda menghadiri konferensi seperti LANPAC?Konferensi itu merupakan konvergensi kepala angkatan darat. Komandan saya hadir tahun lalu. ... Tahun ini, dia mengirim saya. Kami bisa mengumpulkan informasi terbaru tentang strategi militer. Dengan menghadiri LANPAC, ketika saya kembali, saya akan membuat laporan dan menyebarkan informasi itu ke Angkatan Darat. Seorang kopral Pasukan Marinir A.S. meminum air dari tanaman menjalar selama pelatihan bertahan hidup di hutan di Kemaman Terengganu, Malaysia. PASUKAN MARINIR A.S.Prajurit dari angkatan darat A.S. dan Malaysia berkumpul di lapangan parade selama upacara pembukaan Operasi Keris Strike, sebuah latihan bilateral, pada Juli 2016. PRAJURIT SATU JUDGE JONES/ ANGKATAN DARAT A.S.

PAGE 58

JENDERAL (PURN.) RYAMIZARD RYACUDU, MENTERI PERTAHANAN INDONESIA FOTO DARI THE ASSOCIATED PRESS Mengenai Keamanan Regional Indonesia menegaskan arti penting forum Dialog ShangriLa sebagai media untuk memperkuat komunikasi interaktif dan produktif di antara para peserta serta mendapatkan pemahaman umum dan landasan bersama yang mengarah pada menemukan solusi bersama dalam mengatasi tantangan bersama yang dapat merongrong perdamaian dan stabilitas regional. Pada akhirnya, forum ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pembuatan kebijakan pertahanan yang ditujukan untuk mewujudkan perdamaian dan kemakmuran bagi rakyat mereka masing-masing, seperti yang dijanjikan oleh setiap pemimpin saat berkampanye untuk memenangkan pemilihan umum. Pada saat yang bersamaan, forum ini juga bisa membantu mengubah ketidakpastian menjadi kepastian.Menemukan Cara Pandang yang Sama SUARA IPDF58 IPD FORUM

PAGE 59

59 IPD FORUMIndonesia menekankan kembali perlunya setiap pemimpin di ASEAN [Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara] bersama-sama dengan negara-negara mitra untuk meningkatkan kesamaan dan persamaan dan sekaligus menghilangkan atau mengurangi perbedaan yang melemahkan semangat persaudaraan kita yang selaras dengan semangat kuat dari ASEAN dan semangat ASEAN Plus. Dengan modalitas ini, kita semua bisa menyelesaikan setiap tantangan dan gangguan bersama dengan semangat damai ASEAN yang kita warisi sejak didirikan 50 tahun yang lalu. Beberapa modalitas dan kesamaan yang kita miliki di kawasan ini sebagai dasar kerja sama terpadu di antara anggota ASEAN dan negara-negara mitranya termasuk bahwa kita menghadapi ancaman bersama mulai dari terorisme dan radikalisme, separatisme dan pemberontakan bersenjata, bencana alam, pelanggaran perbatasan, perampokan dan pencurian sumber daya alam hingga epidemi penyakit, perdagangan narkoba, dan penyalahgunaan narkotika. Pada kesempatan istimewa hari ini, saya akan berfokus terutama pada perspektif Indonesia untuk mengatasi perkembangan ancaman terorisme dan militansi global dan regional yang mengancam di kawasan kita. Ancaman terorisme di kawasan ini telah berubah menjadi keadaan darurat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Wilayah operasi kelompok Daesh [Negara Islam Irak dan Suriah, atau ISIS] telah berkembang di seluruh dunia dan tidak terbatas pada Timur Tengah. Sekarang mereka telah memasuki lingkar pertahanan yang kuat di sekitar Eropa dan Asia ketika kita menyaksikan serangan teror di Manchester, Indonesia, dan Mesir serta serangan ISIS di Marawi, Filipina selatan. Berdasarkan data dari Central Intelligence Agency (CIA) A.S., pada akhir tahun 2016, kekuatan ISIS diperkirakan lebih dari 31.500 pejuang dan 11.000 simpatisan. Di Asia Tenggara, diperkirakan ada sekitar 1.000 simpatisan. Dengan jumlah ini, dunia telah terbebani, terganggu, dan mulai ketakutan akan tindakan kelompok teroris itu. Mengingat bahwa Indonesia adalah negara Muslim terbesar di dunia, dengan sekitar 200 juta penduduk, jika setengah persennya menjadi simpatisan ISIS, berarti ada sekitar 1 juta simpatisan. Angka ini sungguh mengerikan. Ideologi ISIS bukanlah tentang Islam atau budaya. Indonesia sangat menolak dan menentang ISIS dan tidak akan memberi tempat pada kelompok ini di wilayah Indonesia. Indonesia akan terus bertekad bulat dan mendukung intelijen dan informasi di kawasan ini untuk menghancurkan terorisme. Jumlah umat Muslim yang besar di Indonesia merupakan target utama untuk dipengaruhi oleh radikalisme kelompok ISIS ini. Hasil survei pada Desember 2015 menunjukkan bahwa 96 persen rakyat Indonesia menentang keras ideologi ISIS. Namun demikian, 4 persen responden memilih untuk tidak menjawab. Di dalam buku The Future of Power karya Joseph Nye, tertulis bahwa tindakan sik dengan menggunakan Polisi Indonesia menjaga sebuah bangunan tempat seorang terduga teroris ditembak saat dikepung oleh polisi anti-teror pada Februari 2017.

PAGE 60

Ideologi ISIS bukanlah tentang Islam atau budaya. Indonesia sangat menolak dan menentang ISIS dan tidak akan memberi tempat pada kelompok ini di wilayah Indonesia. Indonesia akan terus bertekad bulat dan mendukung intelijen dan informasi di kawasan ini untuk menghancurkan terorisme. ~ Jenderal (Purn.) Ryamizard Ryacudu, menteri pertahanan Indonesia

PAGE 61

61 IPD FORUM senjata api atau kekuatan keras (hard power) hanya akan menyumbangkan 1 persen dalam menyelesaikan akar penyebab dasar terorisme, sementara 99 persen solusinya adalah melalui kekuatan lunak (soft power) dengan melibatkan semua orang di negara-negara itu lewat menyosialisasikan semangat nasionalisme dan cinta tanah air. Di negara kami, kami menyebutnya sebagai semangat Bela Negara. Dalam kapasitas saya sebagai menteri pertahanan Indonesia, saya telah merancang strategi pertahanan berbasis hati nurani dan berorientasi pada manusia. Saya menyebutnya Strategi Pertahanan Smart Power, yang menggabungkan pendekatan diplomasi pertahanan dan membangun kemampuan pertahanan rakyat semesta, yang mencakup penguatan kekuatan, semangat, dan pola pikir masyarakat, program Bela Negara yang didukung oleh kemampuan pasukan pertahanan dan alutsistanya. Semangat di balik strategi ini didasarkan pada nilai tradisional kami yaitu rasa hormat, toleransi, kepedulian, pengorbanan yang tulus demi nusa dan bangsa. Kesemua nilai ini tecermin dalam prinsip pedoman dan ideologi kami yang dikenal sebagai Pancasila. Sehubungan dengan hal di atas, saya ingin mengambil kesempatan ini untuk mengusulkan pembentukan platform kerja sama dan kolaborasi regional terpadu yang lebih konkret dan pragmatis - tingkat kerja sama dan keterlibatan yang lebih luas daripada yang sudah ada. Contoh nyata dari hal ini adalah pembentukan kesepakatan trilateral di perairan Sulu antara Indonesia, Malaysia, dan Filipina. Pada awalnya, tujuan pembentukan kesepakatan ini adalah untuk memerangi pembajakan, namun harap dicatat bahwa platform ini telah diperluas dan dikembangkan untuk melawan perkembangan ISIS di kawasan ini. Saat ini, Indonesia dan Malaysia sering kali mengalami pembajakan, dan awak kapal disandera oleh kelompok radikal Abu Sayyaf. Indonesia sangat menghargai bahwa pemerintah Filipina telah mengerahkan militernya untuk menindak kelompok radikal tersebut dan membebaskan para sandera. Untuk mengatasi ancaman terhadap stabilitas, keamanan, dan perdamaian di kawasan ini, Indonesia, Malaysia, dan Filipina mengadakan pertemuan trilateral guna membahas kerja sama maritim untuk keamanan dan keselamatan kapal dan orang-orang yang melintasi perairan di wilayah yang menjadi kekhawatiran bersama. Untuk melaksanakan kerja sama maritim ini, ketiga negara menandatangani kerangka kerja kesepakatan (framework of arrangement FOA) yang memasukkan prosedur operasi standar (SOP) mengenai patroli maritim yang terkoordinasi sebagai salah satu lampirannya. Ketiga menteri pertahanan telah mengadakan pertemuan beberapa kali untuk membuat kesepakatan bersama yang diikuti oleh kelompok kerja gabungan guna menyelesaikan SOP untuk transit koridor, penempatan personel bersenjata, pembentukan pos komando gabungan, dan lain-lain. Langkah maju yang besar oleh Indonesia, Malaysia, dan Filipina adalah mempercepat pelaksanaan FOA, merencanakan latihan bersama di darat oleh ketiga angkatan bersenjata, operasi gabungan, dan kemungkinan untuk mengembangkan kerja sama trilateral yang melibatkan negara-negara lain, seperti Thailand dan Singapura. Kerja sama trilateral tidak hanya dimaksudkan untuk mencegah pembajakan dan penyanderaan namun juga untuk mencegah penyebaran kejahatan transnasional. Indonesia berpendapat bahwa korelasi antara kesadaran ranah maritim dan pelaksanaan patroli maritim yang terkoordinasi dapat terwujud dengan program pengembangan kemampuan. Selain itu, kerja sama itu terbuka bagi negara-negara lain di luar kawasan ini hanya untuk pengembangan kemampuan dan bantuan teknis, sesuai kesepakatan negara-negara pesisir di kawasan ini. Poin kunci dalam menanggapi ancaman keamanan adalah melalui konsultasi keamanan yang dilakukan secara bilateral dan multilateral, dengan tujuan untuk menyelesaikan ketegangan dan untuk mencegah penyebaran konik. Saya percaya bahwa tidak ada satu negara pun yang dapat mengatasi ancaman keamanan secara independen. Upaya ini membutuhkan kerja sama antarnegara di kawasan ini. Saat ini, kita memiliki tiga platform kerja sama di kawasan ini yaitu patroli gabungan di Selat Malaka, kerja sama keamanan maritim di Teluk Thailand, dan kesepakatan trilateral di perairan Sulu. Ke depan, kita juga harus mempertimbangkan keterlibatan negaranegara lain, seperti Singapura, Vietnam, dan negaranegara ASEAN lainnya, untuk memperluas kapasitas dan kemampuan kita. Kekuatan militer aktif saat ini dalam kesepakatan trilateral ini adalah 1 juta personel, sebuah kolaborasi yang mencakup sepertiga kawasan Laut Cina Selatan. Dengan populasi ASEAN yang berjumlah 569 juta orang serta 2,6 juta personel militer, ASEAN lebih dari siap untuk mempertahankan kawasannya sendiri. Forum keamanan yang kita miliki di kawasan ini, seperti ADMM [Pertemuan Menteri Pertahanan ASEAN], ARF [Forum Regional ASEAN], KTT Asia Timur, dan forum regional ASEAN lainnya serta Dialog Shangri-La dan patroli gabungan di Selat Malaka, harus dioptimalkan guna membangun kepercayaan dan kerja sama untuk memperkuat arsitektur keamanan yang ada. Menghormati kedaulatan suatu negara adalah poin utama, dan hal itu tidak dapat dikompromikan. Kita tidak boleh campur tangan dalam integritas teritorial negara lain tanpa persetujuan mereka. Memperhatikan perkembangan dinamis saat ini di kawasan kita, izinkan saya untuk menggarisbawahi arti penting pemahaman bersama dalam mengatasi tantangan bersama. Sangat penting untuk memperbesar kesamaan dan mengurangi perbedaan kita dalam usaha kita untuk mencapai keamanan dan kemakmuran bersama. Menteri Pertahanan Indonesia, Jenderal purnawirawan Ryamizard Ryacudu, menyampaikan pidato ini pada 4 Juni 2017, dalam Dialog Shangri-La di Singapura. Pidato ini telah diedit supaya sesuai dengan format FORUM.

PAGE 62

62 IPD FORUM Mengenakan pakaian wanita sutra cerah dan menari dengan lilin di sela-sela jarijemari tangannya, Nguyen Duy Nam memimpin sekumpulan umat dalam sebuah upacara untuk memberikan penghormatan terhadap dewi-dewi mistis penguasa hutan, air, dan surga. Nam, 24 tahun, adalah salah satu dari sejumlah perantara roh halus yang melakukan ritual Hau Dong yang dipenuhi suara menggelegar dan warna-warni cerah. Ritual ini sekarang mengalami kebangkitan setelah dulunya dilarang oleh Partai Komunis yang berkuasa. Ini seperti ilusi, seperti ada roh halus yang mengambil alih tubuh saya, kata Nam, yang bekerja di sebuah bengkel di Hanoi, ibu kota Vietnam, saat dia tidak melakukan ritual Hau Dong. Hau Dong yang berasal dari abad ke-16 berpusat pada kepercayaan pada dewi ibu dari tiga alam: hutan, air, dan surga. Hau Dong mengambil unsur-unsur Taoisme, Buddhisme, dan agama-agama lain. Selama ritual, perantara roh halus menari mengikuti iringan musik rakyat yang lantang saat tampil untuk mentransformasikan dirinya menjadi beberapa karakter yang berbeda dari legenda dan sejarah. Mereka menampilkan kepribadian yang berubah seolah-olah roh halus yang berbeda telah memasuki tubuh mereka. Terkadang mereka mengatakan hal itu terasa nyata. Suatu saat saya bahkan tidak bisa menggerakkan tubuh saya dan hanya menangis tanpa alasan, tapi kemudian saya kembali ke kondisi normal saat karakter berikutnya datang, kenang Nam. Para penganut berlutut di belakang perantara dan dengan riang meraih uang yang dilemparkan oleh roh-roh itu. Tersebar di lantai adalah persembahan untuk para dewi dan roh, yang bisa berupa uang, mi instan hingga kudakudaan kertas seukuran hewan aslinya. Ritual ini untuk setiap kelas masyarakat, dari kaya hingga miskin, dari pejabat hingga warga biasa, dan dari gunung hingga ke dataran, kata arsitek dan peneliti Doan Ky Thanh. Thanh mengatakan bahwa daya tarik ritual itu meluas karena ritual itu menarik peserta dari kalangan pria dan wanita. Status Hau Dong ditegaskan kembali pada tahun 2016 ketika ritual itu diakui sebagai bagian dari Warisan Budaya Kemanusiaan oleh organisasi pendidikan, ilmu pengetahuan, dan budaya Perserikatan Bangsa-Bangsa, UNESCO. Pada tahun 2005, Partai Komunis mencabut larangan terhadap Hau Dong, yang hingga saat itu dianggap sebagai takhayul. Ketertarikan dalam ritual tersebut sejak itu telah berkembang, ketika liberalisasi ekonomi telah membawa kekayaan dan keterbukaan sosial yang lebih besar. Hau Dong tidak didominasi uang, tapi persembahan kepada roh dan kuil bisa mencapai ratusan ribu dolar untuk satu upacara. Meskipun negara tidak menyetujui pemborosan uang, mensponsori upacara ritual bisa menjadi simbol status. Nam mengatakan bahwa dia meninggalkan gaya hidup sembrono masa mudanya setelah dipanggil oleh orangorang suci untuk menjadi perantara. Hal itu mendorongnya untuk bekerja keras dalam pekerjaan sehari-harinya, melunasi kepemilikan dua bengkel. Dia bertekad melanjutkan kariernya sebagai seorang perantara, tanpa memedulikan anggapan orang-orang mengenai dirinya yang berpakaian seperti wanita dan memanggil roh halus. Untuk saat ini, hanya keluarga dekatnya yang tahu bahwa ini adalah bagian dari hidupnya. Ini tugas seumur hidup saya, katanya. BUDAYA & ADAT ISTIADAT IPDFKEBANGKITAN ritual YANG DULU TERLARANG DI VIETNAMREUTERS

PAGE 63

63 IPD FORUM Perantara Nguyen Duy Nam beraksi selama ritual di kuil Lanh Giang di provinsi Ha Nam, Vietnam. Nam, 24 tahun, adalah salah satu dari sejumlah perantara roh halus yang melakukan ritual Hau Dong.REUTERS

PAGE 64

64 IPD FORUM ROBOCOP untuk penyelamatan Tidak ada instrumentasi navigasi modern yang menuntun kano pelayaran Polinesia saat mengikuti cakrawala selama perjalanan tiga tahun mengelilingi dunia yang berakhir pada Juni 2017 di dekat pulau Oahu di Hawaii. Sekitar selusin awak kapal untuk setiap etape pelayaran hanya mengandalkan pemahaman mereka akan isyarat alam gelombang samudra, bintang, angin, burung dan naau, atau insting mereka sendiri, untuk berlayar melintasi sekitar 40.000 mil laut (74.000 kilometer) ke 19 negara, menyebarkan pesan malama honua: kepedulian pada Bumi. Kaiulani Murphy, seorang navigator magang Hokulea, kano lambung ganda, mengatakan bahwa perjalanan yang sukses itu mengajarkan kepadanya nilai teknik maritim Polinesia kuno. Kami benar-benar berlayar mengikuti cara mereka [leluhur], kata Murphy, 38 tahun. Kami harus mempelajari kembali apa yang telah dikuasai nenek moyang kami. Bagian terberat dari perjalanan itu adalah menangani tutupan awan dan berusaha mempertahankan kecepatan yang tepat sehingga kapal yang mengawal kano itu bisa mengimbanginya, demikian ungkapnya. Bert Wong pergi ke Taman Pantai Ala Moana untuk merayakan kepulangan Hokulea dan untuk merayakan putranya, Kaleo, navigator Hokulea, demikian menurut Hawai News Now. Berada di sini semata dan merasakan mana [kekuatan] itu ada di sini, ini sesuatu yang bisa dinikmati, yang membuat saya menangis, kata Wong. Pelayaran itu mengabadikan sistem navigasi tradisional yang membawa orang-orang Polinesia pertama beberapa ribu mil ke Hawaii ratusan tahun lalu. Perjalanan ini juga membantu melatih generasi baru navigator muda. Hokulea berarti bintang kegembiraan. Kano itu dibuat dan diluncurkan pada tahun 1970-an, saat tidak ada navigator Polinesia yang tersisa. Jadi, Voyaging Society mencari ke luar Polinesia untuk menemukannya. Mau Piailug, dari pulau kecil bernama Satawal di Mikronesia, termasuk di antara setengah lusin orang terakhir di dunia yang mempraktikkan seni navigasi tradisional dan setuju untuk membimbing Hokulea ke Tahiti pada tahun 1976. Tanpanya, pelayaran kami tidak akan pernah terjadi, kata Polynesian Voyaging Society di situs web untuk Hokulea. Mau adalah satu-satunya navigator tradisional yang bersedia dan mampu melakukan pertukaran budaya dengan budaya kami. Anggota kru berharap keberhasilan perjalanan mereka akan mengilhami budaya pribumi lainnya untuk menemukan kembali dan menghidupkan kembali tradisi. The Associated PressPolisi robot yang dapat membantu mengidentifikasi penjahat yang dicari dan mengumpulkan bukti telah bergabung dengan pasukan kepolisian di Dubai, Uni Emirat Arab, dan akan berpatroli di daerah-daerah sibuk di kota itu. Dia adalah bagian dari program pemerintah yang bertujuan mengganti beberapa petugas penumpas kejahatan dengan mesin. Jika eksperimen Robocop itu berhasil, kepolisian Dubai mengatakan bahwa departemen tersebut menginginkan agar robot tak bersenjata tersebut mengisi 25 persen pasukan patrolinya pada tahun 2030. Robot beroda yang dicat dengan warna Kepolisian Dubai yang bisa berjabat tangan dan memberi hormat itu merupakan bagian dari rencana pemerintah untuk menggunakan teknologi guna memperbaiki layanan dan keamanan. Robot semacam ini bisa bekerja 24 jam sehari 7 hari seminggu. Mereka tidak akan meminta cuti, cuti sakit, atau cuti hamil. [Mereka] bisa bekerja sepanjang waktu, kata Brigjen Khalid Nasser Al Razooqi, direktur jenderal Departemen Pelayanan Cerdas di Kepolisian Dubai. Robot yang menjadi petugas polisi otomatis pertama di Timur Tengah itu dilengkapi dengan kamera dan perangkat lunak pengenal wajah. Robot itu bisa membandingkan wajah dengan database kepolisian dan membaca pelat nomor kendaraan. Umpan videonya dapat membantu kepolisian mengawasi risiko seperti tas yang ditelantarkan. Masyarakat dapat melaporkan kejahatan secara verbal atau melalui komputer layar sentuh yang disematkan di dadanya. Kita sekarang melihat generasi baru yang menggunakan peranti pintar, kata Razooqi. Mereka suka menggunakan alat semacam ini. Reuters AMERIKA SERIKAT KANO KECIL PERKASA UNI EMIRAT ARAB CAKRAWALA DUNIAIPDF

PAGE 65

65 IPD FORUM RENUNGANIPDF AKANKAH RENCANA TEMBOK LAUT RAKSASA GAGAL ATAU BERHASIL DILAKSANAKAN DI JAKARTA?REUTERSIbu kota Indonesia yang penuh ingar bingar, Jakarta, tenggelam lebih cepat dari kota mana pun di dunia. Akan tetapi rencana ambisius untuk membangun tembok raksasa guna mencegah masuknya air laut ke daratan telah mendapat kecaman dari nelayan yang takut akan kehilangan tangkapan dan rumah mereka dan dari ahli keairan yang mengatakan bahwa upaya itu tidak cukup untuk mengatasi daratan yang tenggelam, juga dikenal sebagai penurunan permukaan tanah. Daerah utara kota itu telah tenggelam 4 meter dalam 40 tahun terakhir, demikian ungkap beberapa ahli dari Jepang, sementara itu beberapa titik panas dikatakan turun sebanyak 20 sentimeter per tahun. Kota pesisir dataran rendah berpenduduk 10 juta jiwa yang dibangun di dataran rawa itu mengalami banjir pasang-surut dan musiman. Pada tahun 2013, sebagian kota itu terendam air hampir 2 meter setelah badai monsun yang parah. Kerentanan Jakarta terhadap banjir, yang sudah diperburuk oleh pertumbuhan penduduk, urbanisasi, dan perubahan penggunaan lahan, meningkat seiring setiap sentimeter penurunan tanah. Para ahli dan penduduk sepakat bahwa penyedotan air bawah tanah secara berlebihan untuk air minum dan penggunaan komersial sebagian besar bertanggung jawab atas penurunan tanah. Apa yang tidak mereka setujui adalah cara mengatasinya. Proyek infrastruktur ikonis yang seharusnya meredakan kesengsaraan akibat banjir di Jakarta terganggu oleh ketidakpastian. Belanda, yang dianggap sebagai otoritas terdepan dalam konsep hidup dengan air, meminjamkan keahlian mereka melalui rencana pencegahan banjir yang melibatkan tembok laut raksasa yang akan menutup Teluk Jakarta, yang bisa menghabiskan biaya hingga mencapai 550,4 triliun rupiah (40 miliar dolar A.S.). Akan tetapi, kritikus mengatakan bahwa program Pembangunan Terpadu Pesisir Ibu kota Negara (PTPIN) tidak mengatasi penurunan tanah, alasan yang mendasari terjadinya banjir. Pada saat yang sama, pemerintah membuang akses ke laut bagi puluhan ribu orang di teluk yang mengandalkan penangkapan ikan dan pengolahan ikan, demikian ungkap Ahmad Marthin Hadiwinata dari Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia. Dia khawatir warga akan diusir dari rumah mereka untuk memberi jalan bagi infrastruktur baru itu. Diresmikan pada tahun 2014 dan lebih dikenal dengan sebutan garuda raksasa atau tembok laut raksasa, proyek itu melibatkan peninggian dan penguatan tanggul darat yang sudah ada di Teluk Jakarta, serta membangun tembok laut luar sepanjang 24 kilometer dan mengembangkan real estat pada pulau-pulau buatan yang direklamasi dari samudra. Ketika dilihat dari udara, proyek pembangunan berskala besar itu pada awalnya berbentuk seperti garuda, dewa burung mitologi Hindu yang merupakan simbol nasional Indonesia. Desainnya diubah sebagai respons terhadap perlawanan dan permintaan pemerintah untuk menyertakan proyek lain yang dipimpin oleh pengembang swasta untuk membangun 17 pulau buatan, demikian ungkap Victor Coenen, perwakilan Indonesia untuk Witteveen+Bos, konsultan teknik Belanda yang memimpin konsorsium PTPIN. Mitra-mitranya, yang juga termasuk Korea Selatan, sekarang menunggu keputusan pemerintah mengenai rencana akhirnya, demikian tambahnya. Dokumen pada Juni 2017 yang menguraikan rencana induk PTPIN yang telah diperbaharui itu mengonrmasi desain baru itu dan menekankan pentingnya menghentikan penurunan tanah, serta menangani masalah air dan sanitasi. Banyak pihak, termasuk Ahmad Marthin Hadiwinata, berharap Anies Baswedan, yang memenangkan pilkada sengit untuk jabatan gubernur Jakarta pada April 2017, akan menghentikan atau memodikasi proyek tersebut saat dia mulai menjabat pada Oktober 2017. Para pejabat menghentikan pekerjaan selama beberapa bulan pada tahun 2016 oleh karena permasalahan peraturan dan lingkungan. Coenen mengatakan bahwa menghentikan penurunan tanah adalah hal penting namun upaya itu bisa memakan waktu 15 hingga 20 tahun, yang berarti Jakarta harus menangani pencegahan banjir pada saat bersamaan. Masa depan perlindungan banjir kota yang padat itu terletak di lepas pantai karena Jakarta tidak memiliki tempat untuk cekungan banjir, demikian tambahnya. Ini hanya pertanyaan tentang seberapa jauhnya dari lepas pantai Anda membangunnya, seberapa besarnya yang ingin Anda bangun, dan seberapa lamanya Anda menginginkannya bertahan, karena semakin kecil skemanya, semakin pendek umurnya, katanya. Seorang anak menonton pekerja yang membantu membangun bagian tembok laut beton di Jakarta pada Agustus 2017.

PAGE 66

66 IPD FORUM SERBA-SERBIBerita-berita yang menarik, tak lazim dan menghiburIPDF IKRAR BAGI PALAU PENGISAPAN SUPER {BIAYA TAK TERDUGAKekuatan menempel tentakel gurita telah mengilhami penemuan baru yaitu plester perekat yang mampu bekerja pada permukaan basah dan berminyak dengan potensi besar untuk digunakan dalam dunia medis dan industri, demikian menurut para peneliti Korea Selatan. Gurita adalah salah satu spesies invertebrata yang paling cerdas dan berperilaku beragam, namun kekuatan ekstrem merekalah menarik minat tim peneliti dari Sungkyunkwan University. Dua tahun lalu, kami membeli seekor gurita dari Supermarket Lotte, meletakkan cangkir hisapnya di bawah mikroskop, dan menganalisis cara kerjanya, kata peneliti Baik Sang-yul. Tim itu menemukan ternyata kekuatan hisap mengesankan gurita itu dihasilkan oleh bola-bola kecil di dalam cangkir hisap yang melapisi setiap tentakel. Plester perekat baru yang toleran dengan kondisi basah itu telah dipuji sebagai karya terobosan oleh Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Korea Selatan, dan ada harapan akan digunakan untuk segala hal mulai dari industri berat hingga pembalut luka. Profesor Pang Chang-hyun mengatakan bahwa plester polimer yang dilapisi dengan cangkir hisap mikro itu sangat kuat sehingga plester seukuran kuku jari tangan manusia mampu mengangkat benda seberat 400 gram dalam air. Satu plester bisa bertahan lebih dari 10.000 siklus penempelan dan pelepasan. Agence France-PresseSeorang penumpang yang percaya dengan takhayul mengakibatkan penundaan penerbangan dari Shanghai selama beberapa jam pada Juni 2017 setelah melempar koin ke mesin pesawat untuk mendapatkan keberuntungan, demikian ungkap pejabat Tiongkok. Wanita tua itu ditahan oleh polisi di Bandara Internasional Pudong Shanghai menyusul insiden aneh tersebut, yang memaksa hampir 150 penumpang dievakuasi dari pesawat yang menuju Guangzhou di Tiongkok selatan. Wanita berusia 80 tahun itu melemparkan sembilan keping koin ke mesin pesawat China Southern Airlines dengan nomor penerbangan CZ380 saat naik ke atas pesawat di landasan pacu. Delapan keping koin tidak mengenai sasaran, namun satu keping bersarang di dalam mesin pesawat, demikian ungkap polisi bandara, menambahkan bahwa seorang penumpang melihatnya dan melaporkannya ke pihak berwenang. Wanita itu bepergian dengan suami, anak perempuan, dan menantunya, demikian yang dilaporkan surat kabar Beijing Youth Daily. Seorang penumpang berusia lanjut melempar koin ke mesin pesawat dan menunda penerbangan. Penumpang yang terlibat telah diamankan oleh polisi, ungkap China Southern Airlines dalam sebuah pernyataan di akun Weibo-nya yang mirip dengan Twitter itu. Insiden itu segera menjadi topik utama di Weibo, dan polisi menambahkan dalam sebuah pernyataan bahwa penumpang tersebut melemparkan koin ke mesin untuk berdoa demi keselamatan. Agence France-Presse AFP/GETTY IMAGES Pengunjung yang datang ke Palau, negara kecil di Samudra Pasik, diminta untuk menandatangani janji untuk menghormati lingkungan, sebuah langkah inovatif yang diharapkan pihak berwenang akan mengurangi kerusakan ekologis yang disebabkan oleh banyaknya turis. Diklaim sebagai yang pertama di dunia, Ikrar Palau distempel pada paspor pengunjung dan harus ditandatangani saat tiba di negara yang terletak di Pasik barat sekitar di setengah perjalanan antara Australia dan Jepang. Saya berikrar sebagai tamu Anda, untuk melindungi dan melestarikan tanah air pulau Anda yang indah, demikian sebagian bunyi ikrar itu. Saya bersumpah untuk menginjak pelan-pelan, bertingkah laku baik, dan menjelajah dengan hati-hati. Dengan air sebening kristal, terumbu karang yang masih asli dan kehidupan laut yang melimpah, Palau dianggap sebagai salah satu tempat menyelam terbaik di dunia dan dulu pernah menjadi tempat tujuan wisata yang istimewa. Jumlah pengunjung telah meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir, terutama dari Tiongkok, sehingga membebani infrastruktur dan lingkungan. Ikrar simbolis itu ditulis dengan bantuan anak-anak Palau, dan Presiden Tommy Remengesau mengatakan bahwa ikrar itu mengenai melestarikan lingkungan untuk generasi mendatang. Konservasi merupakan inti budaya kami, katanya. Kami mengandalkan lingkungan kami untuk bertahan hidup, dan jika negara kami yang indah ini hilang karena degradasi lingkungan, kami akan menjadi generasi terakhir yang menikmati keindahan dan keanekaragaman hayatinya yang menyokong kehidupan. Palau menerima hampir 150.000 wisatawan pada tahun 2016, naik 70 persen dari tahun 2010, dan negara berpenduduk 20.000 jiwa itu telah berjuang keras untuk menghadapinya. Agence France-PresseREUTERSAFP/GETTY IMAGES

PAGE 67

KATA TERAKHIRIPDF Marinir Korea Selatan memberi penghormatan saat upacara untuk menghormati mereka yang gugur dalam Perang Korea dari tahun 1950 hingga 1953. Para peserta menghadiri upacara Hari Peringatan di Taman Makam Pahlawan Nasional di Seoul, Korea Selatan, pada 6 Juni 2017. Diperkirakan 415.000 warga Korea Selatan gugur dalam perang tersebut.Foto Dari: JUNG YEON-JE | AFP/G etty ImagesMENGHORMATI PAHLAWAN YANG GUGUR

PAGE 68

Indo-Pacific Defense FORUM adalah majalah militer yang disediakan secara CUMA-CUMA bagi siapapun yang berhubungan dengan masalah keamanan di wilayah Indo-Asia-Pasifik.MOHON SERTAKAN: Nama Pekerjaan Gelar atau jabatan Alamat surat Alamat email www.ipdefenseforum.com/id/berlangganan surat: IPD FORUM Program Manager HQ USPACOM, Box 64013 Camp H.M. Smith, HI 96861-4013 USAUNTUK LANGGANAN MAJALAH SECARA CUMA-CUMA: www.ipdefenseforum.com RELEVAN. BERWAWASAN.ONLINE.ISI YANG BARU DITERBITKAN SETIAP HARI!BERLANGGANAN MAJALAH SECARA CUMA-CUMAMari bergabung dengan kami di Facebook dan Twitter.